Kilau Sinema Indonesia di Roma: Film ‘Siapa Dia’ Karya Garin Nugroho Sabet Penghargaan Orisinalitas Terbaik

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
17 Apr 2026, 16:46 WIB
Kilau Sinema Indonesia di Roma: Film 'Siapa Dia' Karya Garin Nugroho Sabet Penghargaan Orisinalitas Terbaik

LajuBerita — Kabar membanggakan kembali datang dari panggung internasional, mempertegas posisi Indonesia dalam peta sinema dunia. Sutradara kawakan Garin Nugroho sukses mencatatkan namanya di kancah Eropa setelah film terbarunya yang bertajuk “Siapa Dia” berhasil memboyong penghargaan bergengsi dalam ajang Asian Film Festival (AFF) ke-23 yang digelar di Roma, Italia.

Berlangsung dari tanggal 7 hingga 15 April 2026 di Cinema Farnese yang ikonis, film ini dinobatkan sebagai Film Orisinal Terbaik. Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa narasi visual garapan sineas tanah air memiliki daya pikat yang universal, mampu menyentuh hati dewan juri dan publik internasional di tengah persaingan ketat industri film global.

Narasi Puitis dan Esai Politik dalam Satu Bingkai

Dewan juri AFF memberikan apresiasi tinggi terhadap “Siapa Dia” karena dianggap mampu melampaui batas-batas genre konvensional. Film ini tidak sekadar menjadi tontonan musikal yang melintasi tiga generasi, tetapi juga menjelma sebagai puisi visual sekaligus esai politik yang tajam. Fokus cerita berpusat pada tokoh bernama Layar, seorang bintang film yang tengah bergulat dengan kejenuhan dan krisis eksistensi di tengah gemerlapnya dunia peran.

Berita Lainnya

Pesona Jalur Selatan: KA Pangandaran Catat Lonjakan Penumpang, Jadi Gerbang Menuju Surga Pesisir Jawa Barat

Garin Nugroho, yang dikenal dengan gaya penceritaan eksploratif, membangun Garin Nugroho narasi dengan pendekatan sinematik teatrikal. Kekuatan visualnya didukung oleh pencahayaan yang dramatis serta koreografi yang menyatu secara organik dengan alur cerita, menciptakan sebuah pengalaman menonton yang imersif dan mendalam.

Dukungan Diplomasi Budaya di Italia

Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi apik antara penyelenggara festival dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Roma. Duta Besar RI untuk Italia, Junimart Girsang, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini. Beliau menekankan bahwa sinema adalah instrumen diplomasi yang sangat efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.

“Kami sangat berharap karya-karya luar biasa ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu menginspirasi serta mempererat pemahaman publik Italia tentang keragaman Indonesia,” ujar Junimart dalam pernyataan resminya. Kehadiran film-film ini di Roma menjadi jembatan budaya yang memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara.

Berita Lainnya

Ledakan Laba Samsung Q1 2026: Rekor Sejarah di Tengah Kejayaan Industri Semikonduktor dan AI

Ledakan Laba Samsung Q1 2026: Rekor Sejarah di Tengah Kejayaan Industri Semikonduktor dan AI

Dominasi Indonesia di Panggung Asian Film Festival

Menariknya, “Siapa Dia” bukan satu-satunya wakil Indonesia yang mencuri perhatian. Tahun ini, delegasi Indonesia juga memboyong beberapa judul lain seperti Midnight in Bali karya Razka Robby Ertanto, Rangga dan Cinta besutan Riri Riza, serta karya Garin lainnya, Whisper in the Dabbas.

Keberhasilan Indonesia di ajang AFF sebenarnya sudah menjadi tren positif selama beberapa tahun terakhir. Pada edisi 2024, film Women from Rote Island karya Jeremias Nyangoen sukses meraih kategori yang sama. Sementara pada 2025, Indonesia bahkan memborong dua penghargaan melalui Tale of the Land dan performa memukau Laura Basuki dalam film Yohanna. Rentetan prestasi internasional ini menunjukkan konsistensi kualitas produksi film nasional yang kian matang.

Berita Lainnya

Kebuntuan di Islamabad: Mengapa Perundingan Maraton Iran dan Amerika Serikat Berakhir Tanpa Kesepakatan?

Kebuntuan di Islamabad: Mengapa Perundingan Maraton Iran dan Amerika Serikat Berakhir Tanpa Kesepakatan?

Asian Film Festival di Roma sendiri merupakan ajang tahunan yang digagas oleh Asosiasi Cineforum Robert Bresson sejak tahun 2003. Festival ini telah lama menjadi jendela bagi film-film dari berbagai negara Asia, mulai dari Tiongkok, Jepang, hingga Asia Tenggara, untuk tampil di hadapan audiens Eropa. Dengan diputarnya 45 film dari 12 negara pada edisi tahun ini, kemenangan Garin Nugroho semakin mengukuhkan bahwa karya asli Indonesia mampu berbicara banyak di level tertinggi.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *