Mentan Amran Sulaiman Bongkar Siasat Mafia Pangan: Ada Pihak yang Terganggu Jika Indonesia Swasembada
LajuBerita — Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, melontarkan pernyataan tajam terkait adanya upaya sistematis untuk menggoyang stabilitas pangan nasional. Menurutnya, keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada pangan ternyata tidak disambut baik oleh semua pihak. Hal ini terungkap menyusul ditemukannya praktik penyelundupan komoditas impor ilegal dalam skala besar di Pontianak, Kalimantan Barat.
“Ada pihak-pihak tertentu yang tidak akan pernah merasa bahagia jika Indonesia benar-benar mandiri secara pangan. Mereka secara konsisten mencari celah untuk merusak harga pasar sekaligus melemahkan semangat produksi petani kita di dalam negeri,” ujar Amran dalam pernyataan resminya, Sabtu (18/4/2026).
Ancaman Nyata bagi Petani Lokal
Amran menegaskan bahwa saat ini Indonesia sebenarnya telah berada di jalur yang benar dengan capaian swasembada pada komoditas bawang merah dan cabai. Masuknya produk ilegal tanpa izin resmi dianggap sebagai tindakan sabotase ekonomi yang langsung menghantam kesejahteraan para petani lokal. Ia menekankan bahwa tidak ada urgensi bagi barang impor untuk masuk, terlebih secara ilegal, kecuali untuk merusak tatanan harga yang sudah terjaga.
Kilau Emas Antam Meredup Tipis, Simak Rincian Harga Terbaru Per 16 April 2026
Sebagaimana diketahui, Satgas Pangan Bareskrim Mabes Polri baru-baru ini berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pangan seberat 23,1 ton di wilayah Pontianak. Barang bukti yang disita cukup beragam, mulai dari bawang putih asal China seberat 9,1 ton, bawang merah Thailand 2,1 ton, hingga bawang bombai dari Belanda dan India, serta cabai kering asal China.
Pola Terorganisir dari Jaringan Mafia Pangan
Amran meminta aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan atau ‘kurir’ saja. Baginya, temuan di Pontianak hanyalah puncak gunung es dari praktik mafia pangan yang bersifat masif dan terstruktur di berbagai penjuru tanah air.
Catatan kementerian menunjukkan tren serupa terjadi di beberapa titik strategis lainnya, di antaranya:
IKN Terus Melaju: Kompleks DPR dan Mahkamah Agung Kebal Efisiensi, Target Rampung 2028
- Penyitaan 133,5 ton bawang bombai ilegal di Semarang.
- Temuan 72 ton komoditas serupa di Surabaya.
- Pencegahan masuknya 250 ton beras ilegal di Sabang.
- Hingga pengungkapan sekitar 1.000 ton beras ilegal di Tanjung Balai Karimun.
“Ini bukan kejadian spontan, melainkan pola yang berulang dan sangat terorganisir. Kami menyebutnya sebagai kerja jaringan mafia. Skalanya yang mencapai ribuan ton membuktikan ada kekuatan finansial besar yang berdiri di belakangnya,” tambah Andi Amran Sulaiman dengan nada tegas.
Tantangan Geografis dan Komitmen Pengawasan
Indonesia, dengan bentang garis pantai yang sangat panjang, memang memiliki kerentanan terhadap masuknya barang ilegal melalui jalur-jalur ‘tikus’ atau dermaga tidak resmi. Amran mengakui tantangan geografis ini sering dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk memasukkan komoditas yang merusak pasar.
Langkah Tegas Presiden Prabowo: Investigasi Total Kecelakaan Kereta Bekasi dan Komitmen Pembangunan Flyover
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Pertanian berkomitmen untuk mempererat sinergi lintas sektoral bersama Polri dan instansi terkait lainnya. Tujuannya jelas: menutup rapat celah distribusi ilegal dan memastikan setiap produk pangan yang beredar di masyarakat sesuai dengan regulasi yang berlaku demi melindungi kedaulatan pangan nasional.