Menghidupkan Kembali Semangat Bandung: Upaya Kemenbud Jadikan Budaya Sebagai Jembatan Perdamaian Dunia

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
20 Apr 2026, 06:48 WIB
Menghidupkan Kembali Semangat Bandung: Upaya Kemenbud Jadikan Budaya Sebagai Jembatan Perdamaian Dunia

LajuBerita — Di tengah eskalasi konflik geopolitik yang kian mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia mengambil langkah strategis untuk merajut kembali benang perdamaian. Melalui peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA), pemerintah menggaungkan narasi bertajuk ‘Bandung Spirit: Budaya sebagai Jembatan Perdamaian Dunia’ sebagai pengingat akan kekuatan diplomasi kemanusiaan.

Refleksi Dasasila Bandung di Era Modern

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam pernyataan resminya menekankan bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni sejarah. Peringatan ini adalah upaya konkret untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Dasasila Bandung dalam menjawab tantangan global saat ini. Menurutnya, dunia sedang terjebak dalam fase ketidakpastian yang dipicu oleh terkikisnya rasa percaya antarnegara.

Berita Lainnya

Kilau Investasi Modern: Transaksi Emas Digital di ICDX Meroket 246 Persen pada Kuartal I-2026

Kilau Investasi Modern: Transaksi Emas Digital di ICDX Meroket 246 Persen pada Kuartal I-2026

“Budaya adalah fondasi utama jika kita ingin membangun perdamaian yang berkelanjutan. Di tengah peperangan yang sering kali menghapus identitas suatu bangsa, perlindungan terhadap kebudayaan menjadi harga mati. Tidak boleh ada narasi sejarah yang dibungkam oleh desing peluru,” tegas Fadli Zon dengan nada puitis namun penuh penekanan.

Komitmen Indonesia di Bawah Kepemimpinan Prabowo Subianto

Langkah Kementerian Kebudayaan ini selaras dengan arah kebijakan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang tetap memegang teguh prinsip non-blok. Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama global dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang termaktub dalam Piagam PBB melalui pendekatan diplomasi budaya yang inklusif.

Acara yang berlangsung khidmat ini juga diperkaya dengan dialog kebudayaan lintas perspektif. Hadir sebagai narasumber antara lain Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Farag Elshemy, anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa, serta akademisi hubungan internasional Anton Aliabbas. Diskusi tersebut mengupas tuntas bagaimana kebudayaan bisa menjadi bahasa universal yang melampaui batas-batas politik.

Berita Lainnya

Daftar Lengkap 6 Tim yang Lolos ke Piala Dunia 3×3 2026 di Polandia

Daftar Lengkap 6 Tim yang Lolos ke Piala Dunia 3×3 2026 di Polandia

Bandung Menuju Warisan Dunia UNESCO

Salah satu poin menarik dalam peringatan ini adalah usulan yang disampaikan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Ia mendorong agar kawasan Simpang Lima hingga Jalan Asia Afrika diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga identitas sejarah Kota Kembang agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

Selain diskusi formal, suasana peringatan semakin hidup dengan peluncuran buku dokumenter berjudul ‘Konferensi Asia Afrika dalam Gambar’. Buku ini merangkum potret-potret ikonik peristiwa tahun 1955 yang menjadi tonggak solidaritas bangsa-bangsa terjajah. Para tamu undangan juga disuguhi pameran foto kuratorial yang membawa audiens menyelami lorong waktu sejarah perjuangan bangsa-bangsa Asia dan Afrika.

Berita Lainnya

Kejutan Grup B Piala AFF U17 2026: Laos Berjaya di Puncak, Thailand di Ujung Tanduk

Kejutan Grup B Piala AFF U17 2026: Laos Berjaya di Puncak, Thailand di Ujung Tanduk

Solidaritas Global yang Tetap Terjaga

Kehadiran sejumlah perwakilan diplomatik dari negara-negara peserta KAA 1955 menambah bobot acara ini. Delegasi dari Sudan, Kamboja, Yaman, Irak, Afganistan, Sri Lanka, Thailand, India, hingga Timor Leste tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Hal ini membuktikan bahwa semangat persaudaraan yang lahir di Bandung tujuh dekade silam masih berdenyut kuat.

Kementerian Kebudayaan menegaskan bahwa peringatan semacam ini akan terus dijadikan instrumen pelestarian warisan budaya sekaligus sarana pertukaran ilmu pengetahuan. Dengan memperkuat akar budaya, Indonesia optimistis dapat berkontribusi lebih besar dalam menciptakan tatanan dunia yang lebih harmonis dan damai.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *