Laju Investasi Kuartal I: Presiden Prabowo Panggil Rosan Roeslani dan Tim Strategis ke Istana
LajuBerita — Dinamika di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta kembali memanas pada Selasa sore. Presiden Prabowo Subianto secara khusus memanggil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, guna membahas rapor hijau capaian ekonomi nasional di awal tahun.
Kedatangan Rosan ke jantung pemerintahan tersebut bukan tanpa alasan. Sebagai nakhoda utama di Kementerian Investasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara, ia membawa misi penting: melaporkan realisasi investasi pada kuartal pertama tahun ini. Langkah ini dinilai krusial sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi di bawah kepemimpinan baru.
Evaluasi Kuartal I dan Masa Depan Danantara
“Ya, salah satu poin utamanya adalah perkembangan realisasi investasi di kuartal pertama,” tutur Rosan saat menyapa awak media sesaat sebelum memasuki ruang pertemuan di Istana. Meski enggan merinci angka pastinya di awal, Rosan menjanjikan penjelasan komprehensif usai sesi menghadap Presiden berakhir.
Ambisi Carlos Alcaraz Kandas di Barcelona Open 2026 Akibat Cedera Pergelangan Tangan
Pertemuan ini tidak hanya melibatkan sektor ekonomi makro. Kehadiran jajaran petinggi Danantara semakin mempertegas adanya langkah sinkronisasi strategis antara pemerintah dan badan pengelola investasi tersebut. Terlihat hadir pula Chief Technology Officer Danantara yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, yang mendampingi agenda pembahasan tersebut.
Sinergi Pendidikan Tinggi dan Ketahanan Nasional
Selain fokus pada urusan finansial, Presiden Prabowo Subianto juga memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto. Brian mengonfirmasi bahwa diskusinya dengan Presiden akan menitikberatkan pada optimalisasi peran perguruan tinggi dalam mendukung visi riset dan teknologi pemerintah ke depan.
Di sisi lain, nuansa strategis semakin kental dengan hadirnya Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. Dudung mengungkapkan bahwa perannya kali ini adalah memberikan masukan mendalam terkait stabilitas nasional serta isu geopolitik internasional yang kian dinamis.
Gempuran Finansial: Strategi Baru Washington Mempersempit Ruang Gerak Ekonomi Rusia dan Iran
“Sebagai penasihat, tentu ada arahan dan pertimbangan yang beliau minta. Kami siap memberikan masukan terbaik untuk kepentingan bangsa, baik dari sisi internal maupun pengaruh global,” jelas Dudung dengan lugas. Rangkaian pertemuan maraton ini menunjukkan ambisi besar pemerintah untuk bergerak cepat dalam memadukan sektor investasi, teknologi pendidikan, dan pertahanan demi kedaulatan nasional yang lebih kokoh.