Wujudkan Mimpi Pesisir, Wamen PKP Fahri Hamzah Tinjau Proyek Strategis Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Jaya

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
26 Apr 2026, 02:46 WIB

LajuBerita — Angin segar berhembus dari pesisir Gampong Mata Ie, Kabupaten Aceh Jaya. Sebuah visi besar untuk mengubah wajah pemukiman pesisir mulai menampakkan titik terang seiring dengan kunjungan kerja yang dilakukan oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Fahri Hamzah. Kehadiran tokoh nasional ini bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan sebuah langkah nyata dalam meninjau lokasi yang akan disulap menjadi Kampung Nelayan Merah Putih (MP).

Dalam kunjungannya pada Sabtu sore tersebut, Fahri Hamzah tidak sendirian. Ia didampingi oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Rohkmin Dahuri, yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap sektor kelautan dan perikanan. Kehadiran duet eksekutif dan legislatif ini di Desa Mata Ie menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mengakselerasi pembangunan daerah pinggiran, khususnya bagi komunitas nelayan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi maritim Indonesia.

Berita Lainnya

Kejutan di Naples: Lazio Jinakkan Napoli, Jarak ke Puncak Klasemen Kian Menjauh

Kejutan di Naples: Lazio Jinakkan Napoli, Jarak ke Puncak Klasemen Kian Menjauh

Potensi Wisata di Balik Hunian Layak

Saat menginjakkan kaki di lokasi rencana pembangunan, Fahri Hamzah tak kuasa menyembunyikan kekagumannya terhadap bentang alam Aceh Jaya. Baginya, wilayah ini memiliki keunggulan komparatif yang jarang dimiliki oleh kawasan pesisir lainnya. Pantai yang bersih dengan gradasi warna air yang memukau memberikan kesan mewah yang alami. Hal inilah yang memicu pemikiran progresif untuk tidak hanya sekadar membangun deretan rumah, tetapi juga melakukan branding kawasan sebagai destinasi wisata baru.

“Kawasan ini sangat potensial. Kedepannya, kita tidak ingin membangun pemukiman yang kaku. Kita bisa menggabungkan konsep desa nelayan dengan kota wisata dan pusat kuliner. Jadi, nelayan tidak hanya melaut, tapi lingkungan tempat tinggal mereka juga menjadi magnet bagi wisatawan,” ujar Fahri saat memberikan keterangan kepada media. Ia menekankan bahwa aspek perumahan berada langsung di bawah kewenangannya, sehingga proses penghitungan dan eksekusinya diharapkan bisa berjalan lebih fleksibel dan cepat.

Berita Lainnya

Menggugah Selera dan Emosi, Serial ‘Luka, Makan, Cinta’ Resmi Mengudara di Netflix

Menggugah Selera dan Emosi, Serial ‘Luka, Makan, Cinta’ Resmi Mengudara di Netflix

Kolaborasi Antar-Kementerian untuk Infrastruktur Terpadu

Membangun sebuah kampung nelayan yang modern dan representatif tentu tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. LajuBerita mencatat bahwa konsep Kampung Nelayan Merah Putih ini akan mengedepankan sinergi lintas sektoral. Fahri Hamzah menjelaskan bahwa aksesibilitas adalah kunci utama. Oleh karena itu, pembangunan jalan dan infrastruktur dasar lainnya akan melibatkan kementerian terkait, seperti Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Sinergi ini penting agar kawasan kampung nelayan tersebut tidak terisolasi. Dengan akses jalan yang memadai, distribusi hasil tangkapan nelayan akan lebih lancar, dan wisatawan juga akan lebih mudah menjangkau lokasi ini. Pembangunan ini menjadi bagian dari proyek strategis nasional yang dirancang oleh Presiden, di mana terdapat sekitar 1.200 titik kampung nelayan yang sudah dipetakan dan masuk dalam perencanaan anggaran nasional.

Berita Lainnya

Kompetensi di Atas Ijazah: Strategi Wamenaker Perkuat Angkatan Kerja Hadapi Era Disrupsi Industri

Kompetensi di Atas Ijazah: Strategi Wamenaker Perkuat Angkatan Kerja Hadapi Era Disrupsi Industri

Aceh Jaya Menjadi Prioritas Nasional

Salah satu poin penting dalam kunjungan ini adalah harapan agar Gampong Mata Ie bisa menjadi pilot project tercepat di Indonesia. Keunggulan utamanya terletak pada kesiapan lahan. Saat banyak daerah lain masih terkendala sengketa atau administrasi tanah, Aceh Jaya justru sudah menyediakan lahan yang siap untuk segera digarap. Hal ini menjadi poin plus di mata pemerintah pusat.

“Saya berharap Gampong Mata Ie bisa menjadi salah satu yang tercepat progresnya, mengingat lahannya sudah tersedia dan sangat strategis. Mimpi masyarakat Aceh adalah mimpi kami semua di pusat. Kami siap membantu baik dari sisi eksekutif maupun dukungan legislatif untuk mewujudkan kesejahteraan ini,” tegas Fahri dengan penuh optimisme.

Berita Lainnya

Ekspansi Pasar Kerja ke Yunani, Wamen P2MI Akselerasi Kerja Sama G to G demi Lindungi PMI

Ekspansi Pasar Kerja ke Yunani, Wamen P2MI Akselerasi Kerja Sama G to G demi Lindungi PMI

Dukungan Legislatif dan Anggaran yang Realistis

Rohkmin Dahuri, yang turut mendampingi dalam tinjauan tersebut, memberikan pandangan dari sudut pandang legislatif. Ia menyebutkan bahwa kehadiran pemerintah di Aceh Jaya merupakan bentuk keseriusan untuk memajukan daerah. Menurutnya, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun perumahan tersebut tergolong sangat efisien dibandingkan dengan dampak sosial dan ekonomi yang akan dihasilkan nantinya.

Berdasarkan data teknis, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Jaya ini direncanakan berdiri di atas lahan seluas 9,9 hektare. Estimasi total anggaran yang dibutuhkan mencapai angka sekitar Rp49 miliar lebih. Angka ini mencakup seluruh fasilitas pendukung agar komunitas nelayan bisa hidup dengan standar yang lebih baik dan layak.

Apresiasi dari Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya menyambut antusias komitmen dari pemerintah pusat ini. Bupati Aceh Jaya, Safwandi, secara terbuka menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Prof. Rohkmin Dahuri yang telah menjadi jembatan komunikasi bagi daerah, hingga berhasil mendatangkan Wamen PKP langsung ke lokasi. Kehadiran para pejabat pusat ini memberikan harapan baru bagi masyarakat Gampong Mata Ie.

“Ini adalah mimpi besar bagi kami di Aceh Jaya. Kami berharap pembangunan ini segera terealisasi karena dampaknya akan sangat besar bagi peningkatan taraf hidup nelayan kami. Kami di daerah berkomitmen penuh untuk mendukung segala proses administrasi dan koordinasi di lapangan agar proyek ini sukses tanpa kendala,” pungkas Safwandi.

Menatap Masa Depan Maritim Aceh

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Jaya bukan sekadar proyek fisik bangunan. Ini adalah upaya untuk mengembalikan kejayaan maritim dan meningkatkan martabat para nelayan. Dengan konsep yang terintegrasi antara hunian, wisata, dan kuliner, Gampong Mata Ie diharapkan menjadi model bagi pembangunan pemukiman pesisir di wilayah-wilayah lain di Indonesia.

Seiring dengan survei yang juga dilakukan oleh tim KKP di wilayah lain seperti Pulau Simeulue, Aceh kini tengah menjadi sorotan positif dalam peta pembangunan maritim nasional. Masyarakat kini menanti realisasi dari janji-janji pembangunan ini, dengan harapan bahwa kesejahteraan yang dicita-citakan bukan lagi sekadar angan, melainkan kenyataan yang bisa dirasakan oleh anak cucu para nelayan di bumi Serambi Mekkah.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *