Strategi Baru BPJS Ketenagakerjaan: Sasar Jutaan Pekerja Informal dan Transformasi Layanan Kilat
LajuBerita — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tengah melakukan langkah masif untuk memperluas payung perlindungan sosial ke berbagai lapisan masyarakat yang selama ini belum tersentuh secara maksimal. Fokus utama kini diarahkan pada sektor pekerja informal dan para pelaku UMKM yang jumlahnya terus meroket di Indonesia.
Transformasi Jangkauan: Dari Sektor Formal ke Ekonomi Rakyat
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengungkapkan bahwa pergeseran strategi ini didorong oleh realitas lapangan di mana pertumbuhan pekerja informal jauh melampaui sektor formal. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, Saiful menegaskan bahwa institusinya tidak bisa bergerak sendiri dalam mengemban misi besar ini.
OJK Bantah Isu Dana Nasabah Bank BUMN Dipakai untuk Makan Bergizi Gratis: Begini Fakta Sebenarnya
“Kami menyadari dinamika ketenagakerjaan saat ini, di mana pertumbuhan sektor informal sangat signifikan. Oleh karena itu, kami akan memperluas skema kemitraan secara agresif untuk menjangkau mereka,” ujar Saiful di hadapan para wakil rakyat pada Selasa (7/4/2026).
Sasar UMKM dan Pekerja Ekonomi Digital
Selain fokus pada buruh dan karyawan kantoran, BPJS Ketenagakerjaan kini membidik para pejuang ekonomi digital dan pelaku usaha mikro. Menurut Saiful, sektor ini masih menyimpan potensi besar yang membutuhkan jaminan perlindungan kerja namun belum tergarap dengan optimal.
Untuk memuluskan langkah tersebut, pihak manajemen berencana menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan figur berpengaruh guna melakukan sosialisasi yang lebih humanis dan tepat sasaran. Harapannya, kesadaran akan pentingnya jaminan sosial dapat tumbuh secara organik di kalangan masyarakat, khususnya di tingkat mikro.
Karier Bergengsi Jadi Pegawai BUMN: Rekrutmen 35.476 Manajer Koperasi Desa Resmi Dibuka
Perlindungan Pekerja Rentan dan Efisiensi Layanan
Tak hanya mengejar angka kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan juga berkomitmen menjaga kelompok pekerja rentan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah daerah. Saiful menjelaskan bahwa masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah akan diprioritaskan lewat skema bantuan, sementara kelompok yang lebih mampu secara finansial (desil 5 ke atas) akan tetap digarap melalui pendekatan mandiri.
Sebagai bentuk komitmen terhadap kepuasan publik, BPJS Ketenagakerjaan juga menjanjikan revolusi di sisi layanan publik. Salah satu target ambisius yang dicanangkan adalah pemangkasan waktu tunggu di kantor cabang. Jika sebelumnya waktu pelayanan rata-rata mencapai 10 menit, kini ditargetkan menjadi hanya 8 menit saja.
“Kami sedang mengejar target efisiensi dari 10 menit menjadi hanya 8 menit di setiap titik layanan. Tujuannya jelas, agar tidak terjadi penumpukan antrean dan masyarakat merasa semakin nyaman. Langkah ini tentunya didukung oleh otomatisasi dan efisiensi layanan secara end-to-end,” pungkas Saiful.
Trump Ultimatum China: Tarif 50% Menanti Jika Beijing Nekat Pasok Senjata ke Iran