Guncangan Harga Diesel Mei 2026: BP dan Vivo Tembus Rp 30 Ribu, Bagaimana Nasib Pertamina?

Reporter Nasional | LajuBerita
02 Mei 2026, 18:47 WIB
Guncangan Harga Diesel Mei 2026: BP dan Vivo Tembus Rp 30 Ribu, Bagaimana Nasib Pertamina?

LajuBerita — Awal bulan Mei 2026 disambut dengan kejutan yang cukup menyesakkan bagi para pengguna kendaraan bermesin diesel di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Betapa tidak, dua pemain besar di industri ritel bahan bakar minyak (BBM) swasta, BP-AKR dan Vivo, secara resmi mengumumkan kenaikan harga yang sangat signifikan. Angka kenaikan ini tidak main-main, bahkan menyentuh level psikologis baru yang belum pernah terbayangkan sebelumnya oleh para pengendara.

Kenaikan harga ini terpantau efektif per tanggal 2 Mei 2026. Di tengah ketidakpastian pasar energi global, langkah yang diambil oleh SPBU swasta ini memicu diskusi hangat di kalangan masyarakat, terutama mengenai selisih harga yang kian lebar antara produk swasta dan produk milik negara. LajuBerita memantau langsung situasi di lapangan di mana beberapa papan harga digital di SPBU swasta kini telah menunjukkan angka di atas Rp 30.000 per liter untuk varian diesel unggulan mereka.

Berita Lainnya

Strategi Pemerintah Redam Lonjakan Harga Tiket Pesawat: PPN Ekonomi Ditanggung Selama 60 Hari

Strategi Pemerintah Redam Lonjakan Harga Tiket Pesawat: PPN Ekonomi Ditanggung Selama 60 Hari

Lonjakan Fantastis di SPBU BP-AKR dan Vivo

Berdasarkan data yang dihimpun tim redaksi LajuBerita, kenaikan harga yang paling mencolok terjadi pada produk diesel premium. Di SPBU BP-AKR, produk andalan mereka yakni BP Ultimate Diesel, mengalami lonjakan harga yang sangat drastis. Jika sebelumnya bahan bakar ini dibanderol di angka Rp 25.560 per liter, kini para pengguna harus merogoh kocek lebih dalam sebesar Rp 30.890 per liter.

Kondisi yang serupa, bahkan jauh lebih kontras, terlihat di gerai SPBU Vivo. Produk Primus Diesel Plus yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu alternatif diesel dengan harga kompetitif di angka Rp 14.610 per liter, kini secara mengejutkan disetarakan harganya dengan kompetitornya, yakni menjadi Rp 30.890 per liter. Kenaikan lebih dari dua kali lipat ini tentu menjadi beban tambahan bagi para pelaku usaha logistik dan pemilik mobil pribadi bermesin diesel modern yang membutuhkan bahan bakar berkualitas tinggi.

Berita Lainnya

Gairah Investasi 2026: BPS Beberkan Data Kuat di Balik Optimisme Pemodal di Tanah Air

Gairah Investasi 2026: BPS Beberkan Data Kuat di Balik Optimisme Pemodal di Tanah Air

Pertamina Memilih Bertahan di Tengah Badai Harga

Berbeda dengan langkah agresif yang diambil oleh pihak swasta, PT Pertamina (Persero) tampaknya masih memilih untuk mempertahankan harga jual mereka. Hingga berita ini diturunkan, perusahaan migas pelat merah tersebut belum melakukan penyesuaian harga terbaru sejak terakhir kali diubah pada 18 April 2026 lalu. Hal ini memberikan sedikit napas lega bagi masyarakat yang sangat bergantung pada produk-produk Pertamina.

Dalam keterangan resminya, pihak Pertamina menegaskan bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite masih tetap dipaku di angka Rp 10.000 per liter. Begitu pula dengan lini produk nonsubsidi lainnya seperti Pertamax yang bertahan di Rp 12.300 per liter, serta Pertamax Turbo yang berada di level Rp 19.400 per liter. Untuk varian mesin diesel, Pertamina Dex dan Dexlite terpantau masih jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di SPBU swasta, dengan selisih yang mencapai ribuan rupiah per liter.

Berita Lainnya

Aroma Pungli di Kabin AirAsia: Komisi V DPR Bongkar Praktik Berbayar Geser Kursi

Aroma Pungli di Kabin AirAsia: Komisi V DPR Bongkar Praktik Berbayar Geser Kursi

Landasan Regulasi di Balik Perubahan Harga

Perlu dipahami bahwa perubahan harga harga BBM nonsubsidi di Indonesia bukanlah tanpa dasar. Pemerintah telah mengatur mekanisme ini melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Regulasi ini memberikan ruang bagi badan usaha pemegang izin niaga umum untuk melakukan penyesuaian harga secara berkala, mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia serta nilai tukar mata uang yang fluktuatif.

Keputusan SPBU swasta untuk menaikkan harga hingga menembus angka Rp 30.000 kemungkinan besar dipicu oleh naiknya biaya perolehan bahan bakar di pasar internasional atau MOPS (Means of Platts Singapore). Mengingat sebagian besar produk swasta merupakan hasil impor murni, sensitivitas mereka terhadap pergerakan pasar global jauh lebih tinggi dibandingkan Pertamina yang didukung oleh kapasitas kilang dalam negeri yang lebih besar.

Berita Lainnya

Beban Berat Anggaran Malaysia: Gelontorkan Rp 30 Triliun Demi Jaga Harga BBM Tetap Stabil

Beban Berat Anggaran Malaysia: Gelontorkan Rp 30 Triliun Demi Jaga Harga BBM Tetap Stabil

Dampak Terhadap Sektor Logistik dan Konsumen

Kenaikan harga diesel yang menyentuh angka fantastis ini diprediksi akan memberikan efek domino pada berbagai sektor. Diesel merupakan denyut nadi utama dalam sektor transportasi logistik dan distribusi barang. Dengan naiknya biaya operasional armada angkutan, ada kekhawatiran akan terjadinya kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional maupun ritel modern.

Para pengemudi kendaraan diesel modern yang biasanya setia dengan produk swasta kini mulai mempertimbangkan untuk beralih ke Pertamina Dex atau Dexlite demi efisiensi biaya. “Perbedaannya sekarang terlalu jauh. Jika sebelumnya bedanya hanya seribu atau dua ribu, sekarang mencapai hampir tujuh ribu rupiah per liter. Ini sangat terasa untuk kantong harian,” ujar salah seorang pelanggan yang ditemui LajuBerita di salah satu SPBU di Jakarta Pusat.

Rincian Lengkap Harga BBM per 2 Mei 2026

Sebagai panduan bagi para pembaca, berikut adalah daftar lengkap harga BBM dari berbagai penyedia jasa SPBU di wilayah Jakarta dan sekitarnya per tanggal 2 Mei 2026:

1. PT Pertamina (Persero)

  • Pertalite (RON 90): Rp 10.000/liter
  • Pertamax (RON 92): Rp 12.300/liter
  • Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 12.900/liter
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp 19.400/liter
  • Dexlite (CN 51): Rp 23.600/liter
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp 23.900/liter

2. BP-AKR

  • BP 92: Rp 12.390/liter
  • BP Ultimate: Rp 12.930/liter
  • BP Ultimate Diesel: Rp 30.890/liter

3. Vivo Energy Indonesia

  • Revvo 92: Rp 12.390/liter
  • Revvo 95: Rp 12.930/liter
  • Diesel Primus: Rp 30.890/liter

Hingga saat ini, data untuk harga BBM Shell belum tersedia secara resmi dan kemungkinan besar juga akan menyusul langkah penyesuaian harga yang dilakukan oleh rekan-rekan swastanya dalam waktu dekat. Fenomena kenaikan harga diesel di SPBU swasta ini menjadi sinyal kuat bahwa dinamika ekonomi energi sedang berada dalam fase yang menantang.

Masyarakat diharapkan tetap bijak dalam mengelola pengeluaran transportasi dan selalu memantau perkembangan ekonomi nasional agar dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan harga yang terjadi. LajuBerita akan terus mengupdate informasi terkini mengenai kebijakan harga energi dan dampaknya bagi kehidupan sehari-hari Anda.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *