G-Dragon Terseret Skandal Rasisme di Macau: Kaos Kontroversial dan Bayang-Bayang Masa Lalu yang Terulang

Reporter Lifestyle | LajuBerita
05 Mei 2026, 12:49 WIB
G-Dragon Terseret Skandal Rasisme di Macau: Kaos Kontroversial dan Bayang-Bayang Masa Lalu yang Terulang

LajuBerita — Dunia hiburan K-Pop kembali diguncang oleh isu sensitif yang melibatkan salah satu ikon terbesarnya, Kwon Ji-yong atau yang lebih dikenal sebagai G-Dragon. Pentolan grup legendaris BIGBANG ini mendadak menjadi pusat perhatian publik bukan karena prestasi musiknya yang gemilang, melainkan karena pilihan busana panggungnya yang dianggap sangat menyinggung komunitas kulit hitam. Insiden yang terjadi dalam gelaran konser di Macau ini memicu perdebatan panas mengenai batasan antara ekspresi artistik dan penghormatan terhadap keberagaman budaya.

Kronologi Kontroversi di Panggung Macau

Semuanya bermula pada Sabtu malam, 2 Mei 2026, ketika G-Dragon didapuk menjadi penampil utama dalam ajang bergengsi K-SPARK yang dihelat di Macau Outdoor Performance Venue. Di tengah euforia ribuan penggemar yang memadati lokasi, sorotan kamera justru menangkap detail yang mengusik ketenangan media sosial. Kostum yang dikenakan sang idola memicu gelombang kritik instan setelah gambar-gambar resolusi tinggi dari konser tersebut tersebar luas di berbagai platform digital.

Berita Lainnya

Ramalan Zodiak Cinta 21 April 2024: Seni Menjaga Keharmonisan dan Membaca Sinyal Pasangan

Ramalan Zodiak Cinta 21 April 2024: Seni Menjaga Keharmonisan dan Membaca Sinyal Pasangan

G-Dragon tampil mengenakan sebuah kaos putih yang sekilas terlihat seperti gaya retro biasa. Di bagian depan, terpampang gambar wajah seorang anak laki-laki berkulit hitam. Namun, badai kecaman meledak ketika bagian belakang kaos tersebut tertangkap kamera. Terdapat tulisan kapital dalam bahasa Belanda yang berbunyi: “RONNY, EEN GEILE NEGER- JONGEN”. Bagi masyarakat yang memahami bahasa tersebut, kalimat itu mengandung hinaan rasial yang sangat kasar, yang secara harfiah berarti “Ronny, anak laki-laki kulit hitam yang horny.”

Jejak Digital: Sebuah Kesalahan yang Terulang?

Yang membuat kemarahan netizen semakin membara adalah fakta bahwa ini bukanlah kali pertama kaos tersebut terlihat di tubuh G-Dragon. Penelusuran digital oleh para penggemar mengungkapkan bahwa kaos bertajuk “Model REGGAE” hasil rancangan desainer asal Jerman, Bernhard Willhelm, tersebut pernah dikenakan oleh G-Dragon sekitar 20 tahun yang lalu di masa awal kariernya. Hal ini memicu narasi bahwa sang bintang seolah-olah tidak memetik pelajaran dari masa lalu terkait isu rasisme global.

Berita Lainnya

Ramalan Zodiak 3 Mei: Peluang Emas Menanti Pisces, Tantangan Integritas bagi Aquarius dan Capricorn

Ramalan Zodiak 3 Mei: Peluang Emas Menanti Pisces, Tantangan Integritas bagi Aquarius dan Capricorn

Di platform X (dahulu Twitter), seorang netizen dengan akun @naevisualizer menuliskan kekecewaannya, “G-Dragon baru-baru ini terlihat dalam turnya mengenakan kaos yang menampilkan hinaan rasial; kata ‘n’ yang kasar dalam bahasa Belanda. Terlepas dari apa pun niatnya, ini adalah sesuatu yang menuntut diskusi dan pertanggungjawaban.” Kritikan ini mencerminkan keresahan kolektif bahwa sebagai seorang ikon fashion dunia, G-Dragon seharusnya memiliki tim kurasi busana yang lebih peka terhadap makna di balik setiap simbol yang ia kenakan.

Bukan Kali Pertama Terlibat Isu Sensitif

Sentimen negatif ini tidak berdiri sendiri. Para kritikus juga mengungkit kembali perilaku masa lalu G-Dragon yang dianggap melakukan apropriasi budaya. Salah satunya adalah insiden di sebuah acara musik beberapa tahun silam, di mana ia tertangkap kamera menggunakan istilah rasis “n-word” saat memanggil rekan setimnya di BIGBANG, T.O.P. Serangkaian kejadian ini membuat banyak pihak mempertanyakan apakah sang artis benar-benar memahami dampak dari tindakannya terhadap komunitas kulit hitam secara global.

Berita Lainnya

Mengungkap Rahasia Ketajaman Kognitif: 4 Hal yang Justru Dihindari oleh Orang Ber-IQ Tinggi

Mengungkap Rahasia Ketajaman Kognitif: 4 Hal yang Justru Dihindari oleh Orang Ber-IQ Tinggi

Dalam industri yang kini sangat mengandalkan pasar internasional, isu mengenai cultural appropriation atau penyimpangan budaya menjadi topik yang sangat krusial. Publik menuntut agar para bintang besar tidak hanya mengejar estetika visual, tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang mumpuni agar tidak melukai perasaan kelompok minoritas tertentu.

Permintaan Maaf Resmi dari Galaxy Corporation

Menyadari eskalasi protes yang kian membesar, Galaxy Corporation selaku agensi yang menaungi G-Dragon segera mengambil langkah mitigasi. Pada Minggu, 3 Mei 2026, pihak agensi merilis pernyataan resmi yang berisi permohonan maaf mendalam atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh pilihan busana artis mereka. Mereka mengakui adanya kelalaian dalam proses verifikasi kostum sebelum G-Dragon naik ke atas panggung.

Berita Lainnya

Pesona Visual Zhang Linghe di Pursuit of Jade Picu Kontroversi, Pakar Estetika Ungkap Rahasia di Baliknya

Pesona Visual Zhang Linghe di Pursuit of Jade Picu Kontroversi, Pakar Estetika Ungkap Rahasia di Baliknya

“Kami dengan tulus meminta maaf atas kata-kata tidak pantas yang tertera pada kostum panggung yang dikenakannya di K-SPARK di Macau pada tanggal 2 Mei,” tulis perwakilan Galaxy Corporation dalam keterangan resminya. Pihak manajemen menegaskan bahwa G-Dragon sama sekali tidak memiliki niat untuk melakukan diskriminasi atau penghinaan terhadap budaya mana pun. Namun, mereka menyadari bahwa dampak dari kesalahan tersebut telah melukai banyak pihak, terutama para penggemar dari komunitas kulit hitam.

Langkah Evaluasi Internal dan Komitmen Masa Depan

Lebih lanjut, Galaxy Corporation berjanji akan melakukan perombakan besar-besaran dalam sistem internal mereka terkait penataan gaya dan proses peninjauan kostum. Mereka berkomitmen untuk lebih ekstra dalam mengevaluasi setiap teks, simbol, maupun gambar yang akan ditampilkan oleh artis mereka di ranah publik. Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi agensi untuk meningkatkan standar tanggung jawab mereka sebagai entitas yang bergerak di skala global.

“Insiden ini sekali lagi mengingatkan kita akan pentingnya kepekaan terhadap budaya dan peninjauan yang bertanggung jawab. Kami akan mengevaluasi kembali dan memperkuat proses peninjauan serta verifikasi internal kami secara menyeluruh, termasuk penataan gaya dan proses internal terkait lainnya,” tambah pihak agensi sebagaimana dikutip dari laporan Soompi. Mereka berharap langkah ini bisa menjadi awal baru bagi G-Dragon untuk tampil dengan integritas yang lebih tinggi di masa depan.

Dampak pada Citra King of K-Pop

Kontroversi ini tentu memberikan coretan pada reputasi G-Dragon yang selama ini dikenal sebagai sosok visioner di industri hiburan. Sebagai sosok yang sering menghadiri peragaan busana bergengsi di Paris dan Milan, kegagalan dalam menyaring pesan rasis pada pakaiannya dianggap sebagai sebuah kemunduran. Meski agensi sudah meminta maaf, diskusi mengenai tanggung jawab moral seorang publik figur terhadap isu-isu kemanusiaan tetap bergulir kencang.

Ke depannya, para pengamat industri berharap agar kasus ini menjadi studi kasus penting bagi seluruh agensi K-Pop. Di tengah gelombang Hallyu yang kian mendominasi dunia, kepekaan lintas budaya bukan lagi sekadar opsi, melainkan sebuah kewajiban. Publik menanti aksi nyata dari G-Dragon dan timnya untuk menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami kesalahan ini dan tidak akan membiarkan hal serupa terulang untuk ketiga kalinya.

Reporter Lifestyle

Reporter Lifestyle

Menyajikan berita hiburan, teknologi, kesehatan, travel, dan otomotif dengan gaya menarik dan informatif.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *