Transformasi Kolong Flyover Pasar Rebo: Sasana Tinju dan Skateboard Sebagai Oase Positif Penekan Tawuran

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
07 Mei 2026, 08:47 WIB
Transformasi Kolong Flyover Pasar Rebo: Sasana Tinju dan Skateboard Sebagai Oase Positif Penekan Tawuran

LajuBerita — Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur kini tengah melakukan langkah revolusioner dalam menata wajah kota sekaligus memecahkan problematika sosial yang menahun. Kawasan kolong jembatan layang atau flyover Pasar Rebo, yang dulunya terkesan kusam dan terbengkalai, kini disulap menjadi ruang publik yang penuh energi. Bukan sekadar taman biasa, kawasan di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas ini diproyeksikan menjadi wadah kreativitas dan pusat olahraga bagi para remaja guna meminimalkan angka tawuran antar kelompok yang kerap meresahkan warga.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Wilayah Jakarta Timur, khususnya titik-titik persimpangan besar seperti Pasar Rebo, seringkali menjadi saksi bisu gesekan energi negatif di kalangan anak muda. Dengan mengubah fungsi kolong flyover menjadi sasana tinju dan area papan luncur (skateboard), pemerintah berharap agresivitas yang biasanya tumpah di jalanan dalam bentuk kekerasan dapat dialihkan menjadi prestasi di atas ring.

Berita Lainnya

Revolusi Pangan Nasional: PT IPN dan Unhas Targetkan Produksi Padi 12 Ton Lewat Riset Strategis di China

Revolusi Pangan Nasional: PT IPN dan Unhas Targetkan Produksi Padi 12 Ton Lewat Riset Strategis di China

Filosofi di Balik Ring Tinju: Mengubah Amarah Menjadi Prestasi

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menegaskan bahwa penataan ini adalah upaya jemput bola dalam menangani kenakalan remaja. Menurutnya, anak muda memiliki cadangan energi yang melimpah yang jika tidak diberikan saluran yang tepat, akan meledak ke arah yang destruktif. “Kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi arena tinju yang diharapkan menjadi tempat bagi anak-anak dan remaja menyalurkan bakat sekaligus energi mereka ke arah positif dibandingkan tawuran,” ujar Munjirin saat memantau progres penataan di lokasi tersebut.

Sasana tinju ini dirancang tidak hanya sebagai tempat latihan fisik, tetapi juga sebagai sarana pembangunan karakter. Dalam olahraga tinju, kedisiplinan, sportivitas, dan pengendalian diri adalah kunci utama. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan anak muda Jakarta yang tadinya gemar berkonfrontasi di jalanan tanpa aturan, mulai belajar untuk bertarung secara terhormat di dalam ring dengan pengawasan pelatih profesional.

Berita Lainnya

Komitmen Anti-Kerja Paksa: Menaker Yassierli Pastikan Sistem Ketenagakerjaan RI Patuhi Standar Internasional

Komitmen Anti-Kerja Paksa: Menaker Yassierli Pastikan Sistem Ketenagakerjaan RI Patuhi Standar Internasional

Revitalisasi Estetika dan Kenyamanan Publik

Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, menambahkan bahwa penataan ini melibatkan aspek estetika yang cukup signifikan. Selama bertahun-tahun, kolong flyover Pasar Rebo identik dengan debu tebal dan cat yang memudar, menciptakan kesan kumuh. Proses revitalisasi ini mencakup pembersihan menyeluruh dan pengecatan ulang dengan warna-warna yang lebih segar agar area tersebut terasa lebih humanis dan nyaman dikunjungi.

“Kondisinya memang sempat menurun karena tumpukan debu jalanan dan cat lama yang sudah pudar. Kami melakukan pengecatan kembali supaya lebih bersih, terang, dan menarik perhatian warga. Kami ingin mengubah citra kolong flyover dari tempat yang gelap dan menakutkan menjadi ruang publik yang hidup,” jelas Ritonga. Rencananya, peresmian fasilitas olahraga ini akan dilakukan pada 12 Mei mendatang, yang diharapkan akan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi di Jakarta sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan ruang publik yang inklusif.

Berita Lainnya

Laju Investasi Kuartal I: Presiden Prabowo Panggil Rosan Roeslani dan Tim Strategis ke Istana

Laju Investasi Kuartal I: Presiden Prabowo Panggil Rosan Roeslani dan Tim Strategis ke Istana

Tak Hanya Tinju, Fasilitas Skateboard Turut Hadir

Memahami keberagaman minat generasi Z dan milenial, pemerintah tidak hanya menyediakan ring tinju. Di lokasi yang sama, sebuah lintasan papan luncur atau skateboard park juga tengah disiapkan. Langkah ini diambil untuk merangkul komunitas olahraga ekstrem yang selama ini sering kesulitan mencari tempat latihan yang layak di tengah padatnya pemukiman Jakarta.

Dengan menggabungkan dua disiplin olahraga yang berbeda dalam satu kawasan, kolong flyover Pasar Rebo diharapkan menjadi titik temu berbagai komunitas. Integrasi sosial inilah yang diyakini mampu menciptakan rasa memiliki (sense of belonging) di kalangan masyarakat terhadap fasilitas umum. Jika para pemuda merasa memiliki tempat tersebut, mereka tentu akan turut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitarnya, sehingga potensi konflik sosial dapat ditekan secara alami.

Berita Lainnya

Menepis Stigma Negatif, Kementan Pertegas Komitmen Industri Sawit Indonesia Menuju Standar Keberlanjutan Global

Menepis Stigma Negatif, Kementan Pertegas Komitmen Industri Sawit Indonesia Menuju Standar Keberlanjutan Global

Manajemen Profesional: Menjamin Keberlanjutan Sarana

Belajar dari banyak fasilitas umum yang rusak setelah dibangun karena minimnya pemeliharaan, Pemkot Jakarta Timur telah menyiapkan strategi pengelolaan yang matang. Camat Ritonga menegaskan bahwa penggunaan arena ini tidak akan dibiarkan tanpa aturan. Akan dibentuk kepengurusan resmi yang melibatkan unsur wilayah mulai dari pengurus RT, RW, hingga Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK).

“Kami akan mengukuhkan kepengurusannya supaya keberlanjutan pengelolaan sarana dan prasarana ini lebih terjamin. Jadi tidak siapa saja bebas bermain tanpa kontrol, tetapi ada pengelola yang mengatur jadwal bertanding maupun jadwal latihan rutin,” kata Ritonga. Struktur organisasi ini nantinya akan berada di bawah koordinasi kelurahan setempat. Dengan adanya manajemen yang teratur, aspek keamanan dan perizinan keramaian untuk kegiatan-kegiatan besar di masa mendatang akan lebih mudah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian.

Mimpi Melahirkan Atlet dari Kolong Jembatan

Lebih dari sekadar mencegah tawuran, ada mimpi besar yang digantungkan di langit-langit beton flyover Pasar Rebo ini. Pemerintah optimis bahwa dengan pembinaan yang tepat, lokasi ini bisa melahirkan atlet-atlet baru yang mampu mengharumkan nama bangsa. Tidak menutup kemungkinan, seorang juara dunia tinju di masa depan lahir dari sasana sederhana di bawah jembatan layang ini.

“Kita berharap sasana tinju dan skateboard ini bisa mengolahragakan masyarakat secara luas. Syukur-syukur nantinya muncul bibit atlet yang bisa berkompetisi hingga tingkat nasional bahkan internasional,” pungkas Ritonga dengan nada optimis. Melalui inisiatif ini, Jakarta Timur membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk menciptakan perubahan sosial asalkan ada kreativitas dan kemauan politik yang kuat untuk membenahi tata kota Jakarta yang lebih ramah bagi generasi mudanya.

Kini, warga sekitar menanti dengan antusias momen peresmian tersebut. Transformasi ini diharapkan menjadi model bagi wilayah lain di Jakarta untuk memanfaatkan ruang-ruang sisa di tengah kota menjadi fasilitas yang berdaya guna tinggi dan berdampak nyata bagi harmoni kehidupan bermasyarakat.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *