Rancang Masa Depan Bogor, Ketua DPRD Tegaskan Aspirasi Rakyat Jadi Fondasi Utama APBD 2027
LajuBerita — Langkah strategis menuju pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bogor kian dimatangkan. Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, melontarkan pernyataan krusial yang menegaskan bahwa postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2027 mendatang bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan manifestasi nyata dari harapan warga di akar rumput.
Pernyataan tersebut disampaikan Sastra saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD tingkat Kabupaten Bogor di Sekretariat Daerah, Cibinong, Selasa. Dalam forum yang juga dihadiri oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto beserta jajaran perangkat daerah ini, Sastra memaparkan bahwa penyusunan anggaran ini melewati proses panjang yang demokratis.
Ia menyebutkan bahwa perjalanan ide pembangunan ini bermula dari level terbawah, yakni musrenbang desa, kemudian berlanjut ke tingkat kecamatan, hingga akhirnya dikristalisasi dalam rapat koordinasi di tingkat kabupaten. Proses ini dipastikan melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara luas.
Gebrakan Mandalika Racing Series 2026: Kawah Candradimuka Pembalap Masa Depan Indonesia
“Ini merupakan rangkaian panjang dari apa yang kita laksanakan mulai dari desa, kecamatan, hingga hari ini ditindaklanjuti oleh Musrenbang RKPD tingkat kabupaten,” ujar Sastra dengan nada optimis. Ia menekankan bahwa sinergi antara usulan formal dan temuan lapangan oleh para wakil rakyat melalui masa reses menjadi ruh dari perencanaan ini.
Lebih lanjut, Sastra menggarisbawahi bahwa pembentukan struktur APBD tidak dilakukan secara mendadak. Menurutnya, diperlukan waktu persiapan satu tahun penuh untuk menyusun anggaran yang akuntabel. Ketelitian ini sangat krusial agar setiap alokasi dana benar-benar menyentuh sektor yang mendesak dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga di wilayah berjuluk Tegar Beriman tersebut.
Senada dengan hal itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pelayanan publik dasar. Rudy memastikan bahwa kebutuhan primer masyarakat, mulai dari pendidikan hingga kesehatan, tetap menjadi prioritas utama dalam postur anggaran mendatang.
Skandal Kekerasan Seksual di Tlogowungu: Plt Bupati Pati Desak Pencabutan Permanen Izin Operasional Ponpes
Tidak hanya itu, Rudy juga membawa kabar baik bagi pemerintahan desa. Ia berkomitmen untuk melanjutkan program bantuan keuangan (bankeu) desa pada tahun 2027. Program ini dianggap vital sebagai motor penggerak infrastruktur dan ekonomi di wilayah pelosok. “Kami fokus pada hak dasar masyarakat dan memastikan bankeu desa tetap berjalan. Kami berharap langkah ini mendapat dukungan penuh dari seluruh jajaran DPRD,” pungkasnya.
Dengan kolaborasi harmonis antara eksekutif dan legislatif ini, arah pembangunan Kabupaten Bogor diharapkan semakin terukur. Menjadikan aspirasi masyarakat sebagai kompas utama diyakini akan menciptakan keadilan pembangunan yang lebih merata hingga masa mendatang.