Sentimen di Balik Tirai Calvin Klein: Ketegangan Tersembunyi Antara Carolyn Bessette dan Gwyneth Paltrow
LajuBerita — Dunia mode New York pada akhir era 90-an sering kali dipandang sebagai puncak estetika minimalis yang elegan. Namun, di balik panggung megah jenama ternama Amerika Serikat, Calvin Klein, tersimpan narasi yang jauh lebih kompleks daripada sekadar kain sutra dan siluet bersih. Baru-baru ini, perhatian publik kembali tersedot pada hubungan dingin yang melibatkan sang ikon gaya, Carolyn Bessette-Kennedy, dengan aktris papan atas Gwyneth Paltrow.
Seiring dengan populernya serial ‘Love Story’ yang mengangkat fragmen kehidupan Carolyn, tabir mengenai perselisihan profesional ini mulai tersingkap. Carolyn, yang kala itu menjabat sebagai publicist andalan di Calvin Klein, kabarnya menaruh rasa tidak suka yang mendalam terhadap Gwyneth Paltrow, yang merupakan salah satu klien VIP paling berpengaruh bagi rumah mode tersebut.
Ramalan Zodiak Cinta 15 April: Scorpio Harus Berani Minta Maaf, Leo Waspadai Janji Manis Orang Ketiga
Julukan ‘Little Miss Perfect’ dan Keresahan Sang Publicist
Sebagai seorang publicist, Carolyn Bessette berada di garis depan dalam mengelola citra selebriti Hollywood yang mengenakan rancangan Calvin Klein. Pada masa itu, karier Gwyneth sedang meroket tajam melalui film-film ikonik seperti ‘Seven’ hingga puncaknya meraih Oscar lewat ‘Shakespeare in Love’. Namun, di mata Carolyn, pesona sang aktris justru memicu antipati.
Dalam biografi terbaru bertajuk ‘Gwyneth: The Biography’, penulis Amy Odell mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan. Berdasarkan penuturan sumber terdekat, Carolyn merasa kehadiran Gwyneth sangat mengganggu ketenangannya. Ia bahkan memberikan julukan sarkas, ‘Little Miss Perfect’, setiap kali melihat wajah Gwyneth terpampang di media atau majalah mode.
Pesona Baru Chanel: Pedro Pascal Resmi Ditunjuk Sebagai House Ambassador Global
Protokol Ketat dan Eksklusivitas Helikopter
Ketegangan ini bukan tanpa alasan. Lingkungan kerja di sekitar sang aktris memang dipenuhi dengan protokol yang luar biasa ketat. Mantan staf Calvin Klein, Kara Mendelsohn, mengenang betapa istimewanya perlakuan yang diterima Gwyneth. Demi menghindari kemacetan New York dan menjaga privasi, sang aktris sering kali diterbangkan menggunakan helikopter langsung menuju lokasi acara busana.
“Ada aturan tak tertulis bagi staf: jangan pernah menatap atau berbicara langsung dengan Paltrow, kecuali untuk memberikan instruksi singkat seperti ‘Ikuti saya’,” ungkap Kara melalui media sosialnya. Hal-hal semacam inilah yang disinyalir memperkeruh suasana di departemen hubungan masyarakat yang dikomandoi Carolyn.
Sisi Lain dari Sang Aktris
Meski atmosfer di belakang layar terasa tegang, Kara Mendelsohn memberikan pembelaan bahwa Gwyneth sebenarnya tidak bermaksud sombong. Menurutnya, citra dingin tersebut lebih disebabkan karena sifat pendiam sang aktris yang saat itu masih berusia 26 tahun dan berada di bawah tekanan popularitas yang masif.
Solusi Complexion Sempurna: Klavuu Rilis Cushion ‘Hydra-Matte’ yang Menghidrasi Sekaligus Menyamarkan Pori
Drama ini menjadi bumbu menarik dalam sejarah fashion minimalis yang selama ini terlihat tanpa cela. Bagi para penikmat sejarah mode, perselisihan antara Carolyn Bessette dan Gwyneth Paltrow adalah pengingat bahwa di balik balutan gaun mewah, tetap ada dinamika manusiawi yang penuh dengan intrik dan ego.
Kisah ini mungkin tidak sepenuhnya terangkum dalam layar kaca, namun melalui berbagai literatur dan kesaksian mantan orang dalam, kita diajak untuk melihat sisi lain dari koleksi Calvin Klein yang legendaris: sebuah era di mana gaya hidup dan persaingan personal berkelindan menjadi satu sejarah yang tak terlupakan.