Debut Runway Tom Brady di Gucci: Transformasi Sang Legenda NFL yang Menuai Kritik ‘RoboCop’

Reporter Lifestyle | LajuBerita
19 Mei 2026, 08:47 WIB
Debut Runway Tom Brady di Gucci: Transformasi Sang Legenda NFL yang Menuai Kritik 'RoboCop'

LajuBerita — Dunia mode internasional baru saja menyaksikan sebuah transformasi yang mengejutkan sekaligus memicu perbincangan hangat di jagat maya. Tom Brady, sang legenda hidup American Football, secara mengejutkan menanggalkan seragam olahraganya dan melangkah dengan penuh percaya diri di atas panggung peragaan busana. Mantan quarterback yang telah mengantongi tujuh gelar juara ini secara resmi memulai debutnya sebagai model catwalk dalam peragaan koleksi Gucci Resort 2027 yang digelar megah di New York, Amerika Serikat, pada Sabtu (16/05/2026).

Pria berusia 48 tahun ini seolah ingin membuktikan bahwa kehidupan setelah pensiun dari lapangan hijau bisa jauh lebih berwarna dan penuh gaya. Namun, meski penampilannya terlihat sangat maskulin dan penuh aura bintang, perhatian publik justru teralihkan oleh cara berjalannya yang dianggap tidak biasa bagi seorang model profesional. Debut yang seharusnya menjadi momen prestisius ini pun seketika berubah menjadi festival meme di media sosial karena gerakan tubuh Brady yang dinilai terlalu kaku.

Berita Lainnya

Sinopsis Stratton: Menguak Aksi Spionase Mencegah Bencana Biologis Global di Bioskop Trans TV

Sinopsis Stratton: Menguak Aksi Spionase Mencegah Bencana Biologis Global di Bioskop Trans TV

Tampilan Serba Hitam yang Mencuri Perhatian di New York

Dalam peragaan busana bertajuk GucciCore tersebut, Tom Brady tampil dengan estetika yang sangat berani dan maskulin. Ia mengenakan ansambel serba hitam yang menonjolkan sisi pemberontaknya. Jaket biker berbahan kulit berkualitas tinggi dipadukan dengan celana kulit senada, menciptakan siluet yang tangguh namun tetap mewah khas rumah mode Italia tersebut.

Sebagai pelengkap gaya, mantan bintang New England Patriots ini mengenakan sepatu boots hitam yang kokoh dan sebuah arloji silver yang melingkar elegan di pergelangan tangannya. Dengan tatapan mata yang tajam dan sedikit lengkungan senyum tipis di bibirnya, Brady mencoba menguasai panggung runway show layaknya ia menguasai lapangan saat memimpin timnya di Super Bowl. Sayangnya, bagi sebagian besar pengamat mode dan netizen, aura atletik yang kuat tersebut justru membuat gerakannya terasa kurang luwes untuk standar seorang model catwalk.

Berita Lainnya

Romansa ‘High-Speed’ Kim Kardashian dan Lewis Hamilton: Dari Aspal F1 hingga Pelukan Mesra di Pantai Malibu

Romansa ‘High-Speed’ Kim Kardashian dan Lewis Hamilton: Dari Aspal F1 hingga Pelukan Mesra di Pantai Malibu

Viral: Cara Jalan Brady Disebut Mirip ‘RoboCop’ hingga ‘Terminator’

Tak butuh waktu lama bagi internet untuk memberikan penilaian jujur—dan terkadang pedas—terhadap performa Brady. Begitu foto-foto dan video penampilannya diunggah oleh akun media sosial resmi Vogue Magazine, kolom komentar langsung dibanjiri oleh ribuan reaksi dari netizen yang merasa geli melihat gaya berjalan sang atlet. Karakter-karakter fiksi yang memiliki gerak-gerik mekanis pun langsung dijadikan bahan perbandingan.

“Kenapa dia berjalan seperti RoboCop?” tulis salah seorang pengguna Instagram yang mendapatkan banyak tanda suka. Tidak berhenti di situ, beberapa netizen lain menyamakan Brady dengan karakter Tin Man atau Manusia Timah dari kisah klasik ‘Wizard of Oz’. Komentar lain yang tak kalah menggelitik menyebutkan bahwa Brady tampak memiliki program perangkat lunak yang sedang mengalami kendala teknis di tengah jalan, dengan julukan baru sebagai ‘The Terminator’ di atas panggung mode.

Berita Lainnya

Bukan Sekadar Nama Besar: Ambisi Bisnis Harper Beckham Terganjal Penolakan Merek Dagang di Amerika Serikat

Bukan Sekadar Nama Besar: Ambisi Bisnis Harper Beckham Terganjal Penolakan Merek Dagang di Amerika Serikat

Kekakuan ini sebenarnya bisa dimaklumi mengingat ini adalah pengalaman pertama Brady berjalan secara profesional di depan ratusan mata kritikus mode dunia. Namun, bagi publik yang terbiasa melihat keanggunan model papan atas, langkah Brady yang berat dan tegak lurus tersebut dianggap sebagai sebuah hiburan tersendiri yang mencerahkan suasana peragaan busana yang biasanya kaku dan serius.

Mengikuti Jejak Sang Mantan, Gisele Bündchen

Banyak pihak menilai bahwa terjunnya Brady ke dunia catwalk adalah langkah untuk menyusul atau setidaknya meniru kesuksesan mantan istrinya, Gisele Bündchen. Selama bertahun-tahun, Brady memang selalu berada di lingkaran dalam industri fashion, namun lebih sering sebagai pendamping sang supermodel saat menghadiri berbagai acara prestisius seperti Met Gala. Menikahi salah satu model paling berpengaruh dalam sejarah dunia tentu memberinya perspektif unik tentang industri ini.

Berita Lainnya

Mengapa ‘Work-Life Balance’ Akan Menjadi Red Flag di 2026? Ini Alasan di Balik Pandangan Kontroversial Para CEO Dunia

Mengapa ‘Work-Life Balance’ Akan Menjadi Red Flag di 2026? Ini Alasan di Balik Pandangan Kontroversial Para CEO Dunia

Kini, setelah hubungan mereka berakhir, Brady seolah ingin menunjukkan identitas barunya sebagai ikon gaya yang mandiri. Langkahnya untuk bekerja sama dengan Gucci menunjukkan bahwa nilai jualnya di mata merek mewah dunia masih sangat tinggi, meskipun ia bukan lagi seorang atlet aktif. Transisi dari lapangan ke panggung mode ini juga mempertegas tren di mana atlet-atlet besar kini menjadi duta utama bagi gaya hidup mewah di skala global.

Rekam Jejak Tom Brady dalam Industri Fashion

Meski debut runway-nya menuai kritik, ini bukanlah kali pertama Tom Brady bersentuhan dengan dunia estetika. LajuBerita mencatat bahwa keterlibatan Brady di industri fashion telah dimulai sejak hampir dua dekade lalu. Pada tahun 2007, ia pernah menghiasi sampul majalah GQ dan melakukan pemotretan editorial yang cukup ekstensif untuk majalah pria VMAN. Hal ini membuktikan bahwa wajahnya telah lama diakui memiliki daya pikat visual yang kuat.

Sepanjang kariernya, ia juga telah menjalin kerja sama strategis dengan berbagai merek global. Berikut adalah beberapa catatan penting karier modeling Brady sebelum debut di Gucci:

  • Tahun 2010: Menjadi wajah global untuk merek perlengkapan olahraga Under Armour.
  • Tahun 2011: Membintangi kampanye iklan untuk produk sepatu mewah UGG Australia.
  • Tahun 2015: Ditunjuk sebagai duta global untuk merek jam tangan mewah asal Swiss, TAG Heuer.

Pengalaman panjang menjadi model iklan tersebut seharusnya memberikan modal dasar bagi Brady. Namun, berjalan di atas runway adalah disiplin yang berbeda sama sekali dibandingkan berpose di depan kamera fotografer diam. Dibutuhkan ritme, koordinasi tubuh, dan ekspresi yang harus menyatu dengan musik serta konsep pakaian yang dikenakan.

Mengapa Atlet Menjadi Target Utama Rumah Mode Mewah?

Fenomena munculnya atlet papan atas seperti Tom Brady di panggung NFL hingga ke runway Gucci mencerminkan pergeseran strategi pemasaran di dunia mode. Saat ini, rumah mode mewah tidak lagi hanya mengandalkan model konvensional untuk mempromosikan koleksi mereka. Mereka mencari figur yang memiliki basis penggemar yang loyal, pengaruh yang luas, dan citra keberhasilan yang nyata.

Tom Brady adalah personifikasi dari kesuksesan, disiplin, dan umur panjang dalam karier. Dengan menggaet Brady, Gucci tidak hanya menargetkan para pecinta mode, tetapi juga menjangkau audiens pria dewasa yang mengidolakan sang quarterback. Terlepas dari kritik mengenai cara berjalannya, tujuan utama dari penampilan ini sebenarnya sudah tercapai: perhatian dunia sepenuhnya tertuju pada Gucci. Di dunia pemasaran modern, viralitas—meskipun lewat kritik lucu—seringkali bernilai lebih mahal daripada sekadar pujian yang biasa saja.

Kesimpulan: Awal Baru atau Sekadar Eksperimen?

Debut Tom Brady di panggung Gucci Resort 2027 mungkin tidak akan diingat sebagai penampilan model paling luwes tahun ini, namun dipastikan akan menjadi salah satu momen paling berkesan dalam sejarah peragaan busana selebriti. Brady menunjukkan keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba sesuatu yang benar-benar asing bagi fisiknya yang selama ini dilatih untuk menabrak lawan, bukan untuk berlenggak-lenggok secara elegan.

Apakah kita akan melihat Brady kembali di panggung Milan atau Paris Fashion Week mendatang? Hanya waktu yang bisa menjawab. Namun satu hal yang pasti, dunia kini memiliki alasan baru untuk selalu menunggu apa yang akan dilakukan oleh sang legenda setelah ia meletakkan bola football-nya untuk selamanya. Fashion show kali ini telah membuktikan bahwa meskipun ia tidak bisa berjalan seanggun Gisele, ia tetap mampu mencuri panggung dengan caranya sendiri yang unik, kaku, dan penuh karakter.

Reporter Lifestyle

Reporter Lifestyle

Menyajikan berita hiburan, teknologi, kesehatan, travel, dan otomotif dengan gaya menarik dan informatif.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *