Kontroversi Phoebe Gates: Putri Miliarder Bill Gates Dihujat Usai Tawar Murah Jasa Influencer
LajuBerita — Nama Phoebe Gates, putri bungsu dari sang raksasa teknologi Bill Gates, mendadak menjadi pusat pembicaraan hangat di jagat maya. Bukan karena prestasi akademis atau gaya hidup mewahnya, melainkan karena sebuah polemik yang melibatkan etika bisnis dan transparansi tarif dalam industri kreatif.
Wanita berusia 23 tahun ini menuai kritik tajam setelah dituding mencoba melakukan negosiasi harga yang dianggap tidak masuk akal terhadap seorang influencer. Kontroversi ini mencuat ke publik setelah kreator konten bernama Kacie Margis membeberkan pengalamannya saat dihubungi oleh tim startup milik Phoebe yang bernama Phia.
Alasan ‘Startup Kecil’ yang Memancing Amarah
Kacie Margis mengungkapkan kekecewaannya melalui sebuah unggahan yang kini viral. Ia mengklaim bahwa Phoebe mencoba menawar tarif jasanya dengan alasan perusahaannya masih merupakan sebuah unit usaha rintisan atau startup kecil yang sedang merintis. Ironisnya, tarif yang dipasang oleh Kacie sebenarnya tergolong sangat terjangkau untuk skala global, yakni sebesar US$250 atau setara dengan Rp 4 jutaan saja.
Menikah Sambil Merawat Alam: Aksi Viral Calon Pengantin di Sleman dalam Program Caping
“Bayangkan ketika seorang anak dari salah satu orang terkaya di dunia mengatakan bahwa anggaran mereka ‘sangat terbatas’ dan ini adalah ‘startup kecil yang sedang berkembang’ hanya untuk membayar saya lebih rendah dari tarif standar yang saya tetapkan,” tulis Kacie dalam narasinya yang bernada sindiran.
Bukti Pesan Singkat yang Menjadi Bumerang
Sebagai bentuk transparansi, Margis juga membagikan tangkapan layar pesan singkat (DM) yang diduga dikirim langsung oleh akun resmi Phoebe Gates. Dalam pesan tersebut, Phoebe menyapa dengan akrab namun menekankan bahwa anggaran untuk kolaborasi tersebut sangat minim karena brand mereka baru akan diluncurkan.
“Hey love! Aku menemukan profilmu di Collabstr dan aku sangat suka kontenmu. Aku adalah founder @Phiaco, kami akan segera meluncur akhir bulan ini. Kami masih startup kecil jadi budget kami sangat terbatas, tapi kami tetap ingin bekerja sama jika kamu tertarik,” bunyi kutipan pesan tersebut.
Momen Langka Sultan Brunei Tampil ‘Low Profile’ di Wisuda Putri Ameerah, Netizen: Kirain Rakyat Biasa
Hal yang membuat netizen geram adalah fakta bahwa tarif Kacie sebenarnya sudah tertera secara eksplisit di platform Collabstr tersebut. Banyak pihak menilai langkah Phoebe sebagai upaya untuk memanfaatkan tenaga kreatif dengan harga di bawah standar profesional, padahal ia memiliki privilese finansial yang luar biasa dari latar belakang keluarganya.
Kecaman Netizen dan Isu Independensi
Respons di media sosial pun meledak. Berbagai komentar pedas membanjiri platform diskusi digital. Banyak yang beranggapan bahwa tindakan ini menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap nilai ekonomi dari sebuah karya kreatif. “Sangat tidak masuk akal jika dia keberatan membayar US$250. Kita tidak boleh membiarkan lingkaran miliarder terbiasa menawar rendah hak para pekerja kreatif,” tulis salah satu netizen yang mendapatkan banyak dukungan.
The Red Devils di Pelaminan: Pria Malaysia Rogoh Belasan Juta Demi Pernikahan Bertema Manchester United
Di sisi lain, Phoebe Gates sebelumnya memang dikenal sangat vokal mengenai keinginannya untuk membangun karier secara mandiri. Ia beberapa kali menyatakan dalam wawancara bahwa ia menolak bantuan dana dari ayahnya demi membangun startup Phia dari nol dengan kekuatannya sendiri.
Namun, bagi sebagian besar publik, alasan “ingin mandiri” tidak seharusnya menjadi pembenaran untuk menekan tarif jasa profesional orang lain. Hingga saat ini, pihak Phoebe Gates belum memberikan tanggapan resmi terkait kegaduhan yang berawal dari urusan tawar-menawar tarif promosi ini.