Membangun Fondasi Masa Depan: Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Tenaga Kerja Konstruksi di Lampung

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
01 Jun 2026, 10:46 WIB
Membangun Fondasi Masa Depan: Brantas Abipraya Sertifikasi 300 Tenaga Kerja Konstruksi di Lampung

LajuBerita — Di tengah deru mesin konstruksi dan semangat membangun negeri, PT Brantas Abipraya (Persero) mengambil langkah konkret untuk memperkuat pilar pembangunan nasional. Bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang industri konstruksi ini menggelar agenda penting: sertifikasi bagi 300 tenaga kerja konstruksi strategis yang tengah berjibaku dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Lampung untuk tahun anggaran 2026.

Komitmen Terhadap Mutu dan Kompetensi Standar Nasional

Langkah ini bukan sekadar urusan administratif belaka. Dalam dunia pembangunan modern, kompetensi sumber daya manusia (SDM) adalah kunci utama yang menentukan kokoh atau tidaknya sebuah bangunan. Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya, Dian Sovana, dalam pernyataan resminya di Jakarta, menekankan bahwa sertifikasi ini dilakukan secara onsite atau langsung di lokasi proyek. Hal ini dilakukan agar proses penilaian tidak mengganggu ritme pengerjaan proyek strategis nasional yang tengah berjalan.

Berita Lainnya

Perjuangan Luar Biasa Putra Tri Ramadani di Wujiang: Antara Mentalitas Baja dan Pelajaran Berharga di Panggung Dunia

Perjuangan Luar Biasa Putra Tri Ramadani di Wujiang: Antara Mentalitas Baja dan Pelajaran Berharga di Panggung Dunia

“Sertifikasi ini diikuti oleh sekitar 300 tenaga kerja yang terlibat langsung di lapangan. Kami ingin memastikan bahwa setiap individu yang memegang alat di proyek Sekolah Rakyat Lampung memiliki kapasitas dan kompetensi yang diakui secara resmi sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI),” ujar Dian Sovana kepada LajuBerita.

Program ini mencakup tenaga kerja konstruksi jenjang 1 hingga 3, yang merupakan garda depan dalam pelaksanaan teknis di lapangan. Dengan mengantongi sertifikat resmi, para pekerja ini tidak hanya mendapatkan pengakuan atas keahlian mereka, tetapi juga meningkatkan daya saing mereka di pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif.

Mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC)

Pembangunan Sekolah Rakyat di Lampung merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diusung pemerintah. Melalui program ini, pemerintah menargetkan percepatan penyediaan infrastruktur pendidikan yang berkualitas tinggi guna mengejar ketertinggalan fasilitas belajar-mengajar di berbagai daerah. Brantas Abipraya menyadari bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar gedung, melainkan tempat lahirnya generasi masa depan Indonesia.

Berita Lainnya

Update Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Hari Ini: Mudahnya Bayar Pajak Kendaraan di 14 Titik Strategis

Update Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Hari Ini: Mudahnya Bayar Pajak Kendaraan di 14 Titik Strategis

Dian Sovana menambahkan bahwa kualitas sebuah bangunan sangat bergantung pada tangan-tangan yang merangkainya. Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh material semen dan baja yang mahal atau teknologi alat berat yang canggih, melainkan oleh presisi dan keahlian para tukang, mandor, dan teknisi di lapangan.

“Kami memberikan dukungan penuh terhadap sertifikasi ini sebagai wujud komitmen menghadirkan pembangunan berkelanjutan yang aman dan berkualitas. Sekolah Rakyat memiliki dampak sosial yang luar biasa besar, sehingga pengerjaannya tidak boleh dilakukan secara asal-asalan,” tegasnya.

Rincian Keahlian yang Disertifikasi

Peserta sertifikasi di Lampung ini mencakup spektrum pekerjaan konstruksi yang sangat luas dan spesifik. Beberapa bidang yang menjadi fokus dalam asesmen kompetensi ini meliputi:

Berita Lainnya

Jaminan Kesehatan Program Makan Bergizi Gratis: BPJS Siap Cover Selama Bukan KLB

Jaminan Kesehatan Program Makan Bergizi Gratis: BPJS Siap Cover Selama Bukan KLB
  • Kepala tukang bangunan gedung
  • Mandor konstruksi bangunan gedung
  • Tukang besi beton
  • Tukang cat bangunan gedung
  • Tukang kayu konstruksi
  • Tukang pasang rangka baja ringan
  • Tukang pasang ubin dan keramik

Keberagaman spesialisasi ini menunjukkan betapa kompleksnya sebuah proyek bangunan sekolah. Dengan memastikan setiap elemen, mulai dari struktur besi hingga estetika pemasangan keramik, dikerjakan oleh tenaga bersertifikat, Brantas Abipraya berupaya meminimalisir risiko kegagalan bangunan di masa depan.

Sektor Konstruksi sebagai Tulang Punggung Ekonomi

Meninjau dari sudut pandang yang lebih luas, pentingnya sertifikasi ini juga diamini oleh Plt. Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PU, Indro Pantja Pramodo. Ia menyoroti betapa vitalnya sektor konstruksi bagi stabilitas ekonomi nasional. Berdasarkan data terbaru, sektor ini berkontribusi sebesar 10,96 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Berita Lainnya

Pengakuan Terbuka Trump Soal ‘Perompakan’ Kapal Iran Picu Kecaman Keras Teheran: Pelanggaran Nyata Hukum Internasional

Pengakuan Terbuka Trump Soal ‘Perompakan’ Kapal Iran Picu Kecaman Keras Teheran: Pelanggaran Nyata Hukum Internasional

Lebih dari itu, sektor konstruksi merupakan penyerap tenaga kerja yang masif, dengan sekitar 8,5 juta orang menggantungkan hidupnya di bidang ini. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

“Penguatan kompetensi tenaga kerja konstruksi adalah langkah strategis untuk menjamin pembangunan infrastruktur nasional berjalan dengan standar kualitas terbaik. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, setiap tenaga kerja diwajibkan memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK),” jelas Indro.

Jaminan Mutu untuk Indonesia Emas 2045

Indro juga menekankan bahwa sertifikasi bukanlah sekadar urusan formalitas atau pemenuhan dokumen administratif semata. Sertifikat tersebut adalah sebuah janji kualitas atau quality assurance terhadap setiap jengkal infrastruktur yang dibangun di tanah air. Kolaborasi antara pemerintah dan BUMN seperti Brantas Abipraya diharapkan mampu menjadi katalisator bagi terciptanya SDM konstruksi yang profesional.

“Pendekatan sertifikasi onsite sangat efektif karena memangkas waktu birokrasi dan tidak menghentikan progres pekerjaan. Ini adalah solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja tersertifikasi di lapangan yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun,” imbuhnya.

Target besar menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan pondasi fisik yang kuat. Infrastruktur yang dibangun hari ini, termasuk Sekolah Rakyat di Lampung, akan menjadi saksi bisu perjalanan bangsa menuju negara maju. Dengan SDM yang kompeten, risiko kecelakaan kerja dapat ditekan, efisiensi waktu dapat tercapai, dan usia pakai bangunan bisa lebih panjang.

Proyeksi Kebutuhan Tenaga Kerja Tahun 2026

Kementerian Pekerjaan Umum telah memetakan kebutuhan tenaga kerja konstruksi untuk tahun anggaran 2026. Angkanya cukup fantastis. Diperkirakan pembangunan infrastruktur secara nasional akan membutuhkan dukungan sekitar 37.356 tenaga kerja yang andal.

Dari total tersebut, rinciannya terdiri dari:

  • 754 orang tenaga ahli
  • 2.676 orang teknisi
  • 33.926 orang operator

Khusus untuk sektor prasarana strategis, yang di dalamnya mencakup pembangunan Sekolah Rakyat dan fasilitas publik lainnya, dibutuhkan setidaknya 13.522 tenaga kerja konstruksi. Angka-angka ini menunjukkan tantangan besar sekaligus peluang bagi para pekerja konstruksi lokal untuk meningkatkan kualifikasi mereka.

Brantas Abipraya, melalui inisiatif di Lampung ini, membuktikan diri bukan hanya sebagai kontraktor yang mengejar profit, tetapi juga sebagai agen pembangunan yang peduli pada aspek pengembangan SDM. Dengan tenaga kerja yang tersertifikasi, proyek Sekolah Rakyat diharapkan dapat rampung tepat waktu dengan hasil yang membanggakan, memberikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak di Lampung.

Perjalanan menuju transformasi konstruksi digital dan profesional terus berlanjut. Melalui sinergi yang kuat antara kebijakan pemerintah dan eksekusi di lapangan oleh BUMN, standar industri konstruksi Indonesia diyakini akan terus meningkat, sejajar dengan standar internasional, demi mewujudkan mimpi besar bangsa di masa depan.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *