Transformasi Industri Kreatif: Kemenekraf Gandeng ‘Tentang Anak’ Perkuat Ekosistem IP Animasi Parenting Berbasis Sains

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
04 Jun 2026, 08:46 WIB
Transformasi Industri Kreatif: Kemenekraf Gandeng 'Tentang Anak' Perkuat Ekosistem IP Animasi Parenting Berbasis Sains

LajuBerita — Di tengah pesatnya perkembangan dunia digital, industri animasi Indonesia kini tidak lagi sekadar menjadi medium hiburan semata, melainkan telah bertransformasi menjadi pilar penting dalam edukasi keluarga. Menyadari potensi besar ini, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf)/Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) secara resmi menyatakan dukungannya untuk memfasilitasi pengembangan kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP) di sektor animasi pola asuh. Langkah strategis ini diambil guna mempertemukan kreativitas lokal dengan standar profesionalisme global.

Sinergi Pemerintah dan Kreator Lokal dalam Membangun Karakter Bangsa

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, dalam sebuah pernyataan resmi di Jakarta, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk menjadi katalisator bagi para pelaku ekonomi kreatif nasional. Menurutnya, pengembangan IP bukan hanya soal estetika visual, melainkan bagaimana nilai-nilai di dalamnya dapat terserap dengan baik oleh audiens, terutama anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan emas.

Berita Lainnya

Babak Baru Kasus Pembunuhan Kacab Bank: Tiga Oknum Prajurit TNI Layangkan Eksepsi di Pengadilan Militer

Babak Baru Kasus Pembunuhan Kacab Bank: Tiga Oknum Prajurit TNI Layangkan Eksepsi di Pengadilan Militer

“Kami di Kemenekraf siap membantu ekosistem seperti Tentang Anak untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari institusi pendidikan atau kampus-kampus ternama hingga menyediakan peluang magang bagi talenta muda. Kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk mengangkat nilai suatu animasi lokal agar mampu menembus platform global yang lebih luas,” ungkap Irene Umar dengan nada optimis.

Animasi SANG: Inovasi Edutainment yang Menginspirasi

Salah satu sorotan utama dalam langkah kolaborasi ini adalah platform parenting ‘Tentang Anak’. Platform yang dikenal dengan pendekatan edukasi berbasis sains ini telah meluncurkan karya animasi bertajuk ‘Sahabat Anak Nyanyi Gembira’ (SANG). Sejak diperkenalkan pada akhir tahun 2024, animasi ini telah mencuri perhatian orang tua di Indonesia karena menghadirkan konten yang relevan dengan realita pengasuhan sehari-hari.

Berita Lainnya

Kedok Bisnis Kecantikan Maut: Bareskrim Polri Bongkar Pabrik Kosmetik Bermerkuri di Bogor

Serial SANG menampilkan empat karakter utama yang ikonik: Swara, Gema, Nada, dan Aluna. Keempat karakter ini bukan sekadar gambar bergerak; mereka dirancang dengan kepribadian mendalam yang mewakili beragam sifat anak-anak. Melalui narasi yang ringan namun penuh makna, animasi parenting ini berusaha menjadi teman bagi anak-anak Indonesia dalam mengenal emosi dan lingkungan sekitar mereka.

Strategi Hilirisasi Kekayaan Intelektual (IP) di Level Nasional

Pengembangan sebuah IP animasi memerlukan napas panjang dan strategi bisnis yang berkelanjutan. Kemenekraf melihat bahwa IP animasi seperti SANG memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, mulai dari merchandise, buku cerita, hingga aplikasi interaktif. Dengan memperluas ekosistem ini, nilai ekonomi yang dihasilkan pun akan meningkat secara eksponensial.

Berita Lainnya

Strategi Menjaga Stabilitas Ekonomi 2026: Mengapa Konsistensi Produksi Pangan Adalah Kunci Utama?

Strategi Menjaga Stabilitas Ekonomi 2026: Mengapa Konsistensi Produksi Pangan Adalah Kunci Utama?

Irene Umar menambahkan bahwa penguatan kualitas konten harus berjalan beriringan dengan jangkauan pasar. Dengan menghubungkan kreator dengan jaringan animator profesional lainnya, Kemenekraf berharap akan terjadi pertukaran ilmu dan teknologi yang signifikan. Hal ini krusial mengingat industri animasi Indonesia telah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa, yakni tumbuh hingga 3,3 kali lipat dalam satu dekade terakhir.

Visi Mesty Ariotedjo: Membangun Ekosistem yang Mendunia

Direktur sekaligus Founder Tentang Anak, Mesty Ariotedjo, menyambut baik dukungan penuh dari pemerintah. Dalam audiensi yang dilakukan, Mesty berbagi pandangan mengenai tantangan dan peluang dalam membangun model bisnis kreatif yang memiliki misi sosial. Bagi Mesty, Tentang Anak sejak awal didirikan dengan semangat untuk mendukung tumbuh kembang anak Indonesia melalui data dan sains.

Berita Lainnya

Menuju Puncak Haji 2026: LajuBerita Pantau Kesiapan Infrastruktur Armuzna yang Masuki Tahap Finalisasi H-5

Menuju Puncak Haji 2026: LajuBerita Pantau Kesiapan Infrastruktur Armuzna yang Masuki Tahap Finalisasi H-5

“Animasi SANG hadir sebagai jembatan antara edukasi dan hiburan. Kami memastikan setiap konten yang diproduksi sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Harapan kami, melalui dukungan Kemenekraf, karya ini bisa semakin berkembang, mendunia, dan menginspirasi jutaan anak untuk tumbuh dengan sehat secara mental maupun fisik,” jelas Mesty yang juga dikenal sebagai figur publik yang peduli pada isu kesehatan anak.

Nilai 4C: Pondasi Utama Karakter Anak Masa Depan

Salah satu keunikan dari serial SANG adalah proses produksinya yang melibatkan tenaga ahli secara langsung. Serial ini dirancang melalui diskusi intensif bersama psikolog anak dan dokter spesialis anak. Fokus utamanya adalah menanamkan nilai-nilai ‘4C’ yang sangat krusial di era modern, yaitu:

  • Courageous (Berani): Mengajarkan anak untuk berani mencoba hal baru dan menghadapi tantangan.
  • Curious (Rasa Ingin Tahu): Mendorong anak untuk selalu bertanya dan mengeksplorasi dunia di sekitar mereka.
  • Caring (Peduli): Menanamkan empati sosial terhadap sesama dan lingkungan.
  • Confident (Percaya Diri): Membangun harga diri yang positif sejak usia dini.

Pendekatan berbasis pola asuh sains ini menjadi pembeda utama antara SANG dengan konten animasi lainnya yang sekadar mengejar angka penonton (viewership) tanpa memperhatikan dampak psikologis jangka panjang.

Masa Depan Animasi Indonesia di Panggung Global

Kemenekraf terus berupaya memperkuat eksposur animasi karya anak bangsa melalui berbagai inisiatif seperti festival film, pameran internasional, hingga program penguatan konten bagi pelajar. Upaya fasilitasi bagi ‘Tentang Anak’ ini merupakan bagian dari peta jalan besar pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri konten global.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan institusi akademik, diharapkan muncul lebih banyak IP lokal yang tidak hanya sukses secara komersial tetapi juga memiliki integritas nilai yang kuat. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa startup lokal mampu melahirkan karya berkualitas tinggi yang setara dengan produksi luar negeri jika didukung oleh ekosistem yang tepat dan kebijakan pemerintah yang pro-kreativitas.

Di akhir kesempatan, Kemenekraf mengajak seluruh elemen bangsa untuk lebih menghargai produk kreatif dalam negeri. Dukungan masyarakat dengan menonton dan menggunakan produk asli Indonesia akan menjadi bahan bakar utama bagi para animator dan kreator untuk terus berkarya demi masa depan generasi yang lebih cerah.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *