Sulsel Jadi Pionir Sensus Ekonomi 2026, Langkah Strategis Menuju Pemetaan Ekonomi Masa Depan

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
10 Jun 2026, 14:46 WIB
Sulsel Jadi Pionir Sensus Ekonomi 2026, Langkah Strategis Menuju Pemetaan Ekonomi Masa Depan

LajuBerita — Provinsi Sulawesi Selatan kembali mencatatkan sejarah di kancah nasional. Kali ini, wilayah yang dikenal sebagai gerbang ekonomi Indonesia Timur tersebut resmi menjadi provinsi pertama di Indonesia yang melakukan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Momentum bersejarah ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan langkah awal dari sebuah proyek ambisius untuk memotret realitas ekonomi Indonesia secara menyeluruh dan mendalam.

Bertempat di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti. Kehadirannya memberikan sinyal kuat betapa strategisnya posisi Sulawesi Selatan dalam struktur ekonomi nasional. Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadi alasan utama mengapa provinsi ini dipilih sebagai titik awal dimulainya rangkaian panjang persiapan sensus yang diadakan sepuluh tahun sekali tersebut.

Berita Lainnya

Tak Perlu Cemas Saat Jadwal Imunisasi Anak Terlewat: Mengenal Strategi ‘Catch-up Immunization’ untuk Melindungi Masa Depan Buah Hati

Tak Perlu Cemas Saat Jadwal Imunisasi Anak Terlewat: Mengenal Strategi ‘Catch-up Immunization’ untuk Melindungi Masa Depan Buah Hati

Apresiasi Terhadap Komitmen Sulawesi Selatan

Dalam sambutannya, Amalia Adininggar Widyasanti tak segan melontarkan pujian kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Menurutnya, antusiasme yang ditunjukkan oleh jajaran pemprov serta para kepala daerah di kabupaten/kota se-Sulsel sangat luar biasa. Komitmen ini dianggap sebagai modal utama dalam menyukseskan agenda besar negara tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi Bapak Gubernur yang begitu antusias menghadirkan para kepala daerah di sini. Ini menunjukkan kesadaran kolektif bahwa data adalah kunci. Mari kita bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 ini agar kita memiliki fondasi kuat untuk masa depan,” ujar Amalia di hadapan para hadirin yang memenuhi ruangan.

Berita Lainnya

Marc Marquez Buka Suara: Mengapa Cedera Saraf Jauh Lebih Menakutkan Daripada Patah Tulang

Marc Marquez Buka Suara: Mengapa Cedera Saraf Jauh Lebih Menakutkan Daripada Patah Tulang

Amalia menjelaskan bahwa SE2026 bukanlah pendataan biasa. Ini adalah sebuah upaya besar untuk menangkap dinamika ekonomi yang terus berubah, terutama setelah dunia dihantam pandemi dan kini tengah berakselerasi menuju era digital. Sensus ini akan mencakup seluruh sektor usaha tanpa kecuali, mulai dari industri besar hingga unit usaha rumah tangga yang sering kali luput dari radar pencatatan formal.

Memotret Dinamika Ekonomi Secara Menyeluruh

Sensus Ekonomi 2026 dirancang untuk menghasilkan gambaran yang sangat detail mengenai profil pelaku usaha. Tidak hanya tentang berapa jumlah usaha yang ada, tetapi juga bagaimana aktivitas ekonomi tersebut bergerak, siapa saja yang terlibat, hingga tantangan apa yang dihadapi oleh para pelaku usaha di lapangan. Dengan data yang komprehensif, pemerintah diharapkan dapat menciptakan kebijakan publik yang jauh lebih presisi dan efektif.

Berita Lainnya

Warning dari Komisi Yudisial: Ratusan Pendaftar Calon Hakim Agung Belum Lengkapi Berkas, Deadline Menanti!

Warning dari Komisi Yudisial: Ratusan Pendaftar Calon Hakim Agung Belum Lengkapi Berkas, Deadline Menanti!

“Sensus ini adalah pendataan lengkap dan menyeluruh. Kami akan menjangkau semua sektor usaha, aktivitas ekonomi, hingga tingkat rumah tangga. Tujuannya adalah untuk menangkap setiap denyut nadi ekonomi yang terjadi di tengah masyarakat kita saat ini,” tambah Amalia. Beliau juga menegaskan bahwa keberhasilan SE2026 akan memberikan keuntungan langsung bagi kepala daerah karena mereka akan memiliki basis data yang akurat dalam merancang program pembangunan daerah.

Visi Gubernur Andi Sudirman: Data Sebagai Navigasi Pembangunan

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyambut baik predikat Sulawesi Selatan sebagai provinsi pertama yang mencanangkan sensus ini. Baginya, data adalah kompas dalam menjalankan pemerintahan. Tanpa data yang akurat, pembangunan hanya akan menjadi langkah buta yang tidak mencapai sasaran yang diinginkan.

Berita Lainnya

Strategi Inklusi Bank Mandiri: Tabungan SimPel Tembus 966 Ribu Rekening, Cetak Generasi Sadar Finansial

Strategi Inklusi Bank Mandiri: Tabungan SimPel Tembus 966 Ribu Rekening, Cetak Generasi Sadar Finansial

“Kami di Sulawesi Selatan sangat membutuhkan pemetaan perekonomian yang lebih rinci. Kita perlu tahu jenis usaha apa yang paling banyak ditekuni masyarakat kita, bagaimana kondisi pelaku usaha kita di lapangan, hingga sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam koperasi dan aktivitas ekonomi kerakyatan lainnya,” tegas Andi Sudirman.

Gubernur juga meminta arahan teknis lebih lanjut dari BPS RI agar pemerintah daerah bisa ikut mengawal jalannya sensus ini dengan maksimal. Beliau menekankan bahwa data yang dihasilkan nantinya harus benar-benar valid dan mencerminkan kondisi lapangan yang sesungguhnya. Menurutnya, akurasi data adalah harga mati untuk memastikan setiap bantuan atau program pemerintah tepat sasaran, terutama bagi para pelaku usaha kecil menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi Sulsel.

Mengapa Sensus Ekonomi 2026 Begitu Krusial?

Secara historis, Sensus Ekonomi dilakukan setiap sepuluh tahun sekali. SE2026 akan menjadi sensus ekonomi ke-5 yang dilaksanakan oleh BPS sejak pertama kali digelar pada tahun 1986. Mengapa harus sepuluh tahun? Rentang waktu ini dianggap ideal untuk melihat transformasi struktural ekonomi suatu negara. Dalam satu dekade terakhir, Indonesia telah mengalami banyak perubahan, mulai dari pergeseran gaya belanja masyarakat ke platform digital hingga munculnya jenis-jenis pekerjaan baru di sektor kreatif dan teknologi.

Melalui data statistik yang dihasilkan oleh SE2026, pemerintah pusat maupun daerah dapat melakukan evaluasi mendalam terhadap struktur ekonomi. Data ini juga sangat krusial bagi investor untuk menentukan potensi investasi di suatu wilayah. Dengan kata lain, suksesnya SE2026 akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pertumbuhan investasi di Sulawesi Selatan dan Indonesia secara umum.

Ajakan Untuk Seluruh Lapisan Masyarakat

Di akhir acara, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengajak seluruh pihak, mulai dari perangkat desa hingga pengusaha besar, untuk memberikan dukungan penuh kepada para petugas sensus yang nantinya akan turun ke lapangan. Beliau mewanti-wanti agar masyarakat memberikan jawaban yang jujur dan apa adanya agar data yang terkumpul tidak bias.

“Yakinkan diri kita bahwa data yang dikumpulkan ini adalah untuk kepentingan kita bersama. Ini bukan soal pajak atau hal-hal yang menakutkan lainnya, melainkan soal bagaimana negara bisa melayani masyarakat dengan lebih baik melalui kebijakan yang berbasis data. Ayo, kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 mulai dari Sulawesi Selatan untuk Indonesia yang lebih maju,” tutupnya dengan penuh semangat.

Pencanangan yang dilakukan lebih awal di Sulawesi Selatan ini diharapkan menjadi pemicu bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia untuk segera melakukan persiapan serupa. Dengan dimulainya langkah pertama di Makassar, perjalanan panjang menuju peta ekonomi Indonesia yang baru telah resmi dimulai. Keberhasilan agenda besar ini kini berada di tangan sinergi antara pemerintah, petugas BPS, dan tentu saja partisipasi aktif dari seluruh masyarakat Indonesia.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *