Modus Licin Penipuan COD: Kisah Pilu Brand Hijab Lokal Dyalodya yang Dikirim ‘Paket Sampah’

Reporter Lifestyle | LajuBerita
11 Apr 2026, 07:18 WIB

LajuBerita — Dunia usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali diguncang oleh praktik curang yang memanfaatkan sistem pembayaran di tempat atau Cash on Delivery (COD). Kali ini, sebuah kisah pilu datang dari Siti Zahra, pemilik brand hijab lokal ternama, Dyalodya. Lewat unggahan yang viral di jagat maya, Zahra memperlihatkan sisi gelap industri e-commerce yang membuat banyak pelaku usaha mengelus dada.

Gunungan paket yang menumpuk di sudut kantor Dyalodya bukanlah stok barang baru yang siap kirim, melainkan paket retur yang kembali dalam kondisi mengenaskan. Dalam kurun waktu hanya satu minggu, ratusan paket COD ditolak oleh pembeli tanpa alasan jelas. Namun, yang membuat hati Zahra semakin teriris bukanlah sekadar pembatalan sepihak, melainkan aksi sabotase dan penipuan yang terstruktur rapi.

Berita Lainnya

Evolusi Peran IU dalam Jagat Sinema: Rekomendasi 9 Drama Korea Terbaik dari ‘Dream High’ hingga ‘Perfect Crown’

Evolusi Peran IU dalam Jagat Sinema: Rekomendasi 9 Drama Korea Terbaik dari ‘Dream High’ hingga ‘Perfect Crown’

Isi Paket Ditukar Kolor Bekas dan Sampah

Saat membongkar tumpukan paket retur tersebut, Zahra menemukan fakta mengejutkan. Produk hijab dan busana muslim berkualitas yang ia kirimkan telah raib, berganti dengan barang-barang tak bernilai. Modus ini dilakukan dengan cara melakukan repacking atau pengemasan ulang secara ilegal saat paket masih dalam proses pengiriman.

“Kita kirimnya baju, tapi yang kembali justru seperti ini, sudah terobek. Isinya celana kolor bekas, teman-teman. Benar-benar pedih rasanya,” ungkap Zahra dalam video yang diunggah di akun Instagram @dyalodya. Selain celana bekas, ia juga menemukan daster dengan kualitas buruk, kaos kaki lama, hingga kotak kosong yang sengaja disisipkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Berita Lainnya

Ramalan Zodiak Cinta 27 April: Strategi Menjaga Keharmonisan dan Navigasi Emosi dalam Hubungan

Ramalan Zodiak Cinta 27 April: Strategi Menjaga Keharmonisan dan Navigasi Emosi dalam Hubungan

Fenomena ini menunjukkan betapa rentannya sistem belanja online dengan fitur COD jika tidak diawasi dengan ketat oleh pihak ekspedisi. Zahra mencurigai adanya keterlibatan oknum internal di jalur logistik, mengingat paket-paket tersebut tampak dikemas ulang dengan sangat rapi seolah-olah tidak pernah dibuka.

Pencurian Identitas Brand untuk Menipu Konsumen

Tak berhenti di situ, LajuBerita merangkum fakta lain yang lebih meresahkan. Dyalodya juga menjadi korban pencurian identitas. Para penipu menggunakan nama dan alamat toko Dyalodya sebagai pengirim untuk mengirimkan paket ke orang-orang secara acak secara COD. Padahal, korban yang menerima paket tersebut sama sekali tidak pernah melakukan pemesanan di Dyalodya.

“Ini modus yang sangat jahat. Mereka memakai alamat kami, tapi pengirim aslinya adalah pihak lain yang tidak jelas identitasnya. Tujuannya agar mereka bisa mencairkan uang pembayaran COD dari korban yang terlanjur membayar karena mengira itu paket asli,” jelas Zahra. Ia pun mengimbau kepada masyarakat luas untuk tidak sembarangan menerima atau membayar paket COD jika merasa tidak pernah memesan barang melalui platform ecommerce manapun.

Berita Lainnya

Ramalan Zodiak 19 April: Aquarius Lawan Ragu, Pisces Perlu Mantapkan Hati

Ramalan Zodiak 19 April: Aquarius Lawan Ragu, Pisces Perlu Mantapkan Hati

Keputusan Pahit: Menonaktifkan Fitur COD

Dampak dari badai penipuan ini sangat terasa pada sisi finansial. Selain kehilangan barang, biaya operasional untuk pengiriman yang gagal tetap harus ditanggung. Sebagai langkah perlindungan diri, Siti Zahra akhirnya mengambil keputusan ekstrem yang berisiko tinggi bagi bisnisnya.

“Jujur, semenjak fitur COD dinonaktifkan, omzet penjualan langsung turun hingga 50 persen. Tapi bagi saya, ini lebih baik daripada terus-menerus menjadi korban penipuan online yang masif. Saya akan uji coba dulu selama satu hingga dua bulan ke depan demi keamanan tim dan keberlangsungan brand,” tegasnya.

Kasus yang menimpa Dyalodya ini menjadi alarm keras bagi para pelaku bisnis hijab dan UMKM lainnya di Indonesia. Diperlukan sistem verifikasi yang lebih ketat dari pihak penyedia jasa kurir serta kesadaran dari konsumen untuk lebih bertanggung jawab dalam menggunakan fitur COD agar ekosistem ekonomi digital tetap sehat dan saling menguntungkan.

Berita Lainnya

Ramalan Zodiak Cinta 1 Mei: Strategi Memperkuat Ikatan Asmara dan Menjaga Keharmonisan Pasangan

Ramalan Zodiak Cinta 1 Mei: Strategi Memperkuat Ikatan Asmara dan Menjaga Keharmonisan Pasangan
Reporter Lifestyle

Reporter Lifestyle

Menyajikan berita hiburan, teknologi, kesehatan, travel, dan otomotif dengan gaya menarik dan informatif.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *