Sinar Donyell Malen di Olimpico: Hattrick Perdana dan Ambisi Liga Champions AS Roma
LajuBerita — Panggung megah Stadion Olimpiade Roma menjadi saksi bisu kebuasan Donyell Malen saat membantu AS Roma menggilas Pisa dengan skor telak 3-0. Dalam laga lanjutan Liga Italia musim 2025/2026 yang berlangsung Sabtu dini hari WIB tersebut, penyerang asal Belanda itu tampil sebagai pahlawan tunggal melalui torehan tiga golnya yang spektakuler.
Kemenangan meyakinkan ini tidak hanya mengamankan tiga poin krusial bagi tim Serigala Ibu Kota, tetapi juga menahbiskan Malen sebagai pemain pertama yang mencetak hattrick di Serie A musim ini. Sejak didatangkan dari Aston Villa dengan status pinjaman pada bursa transfer musim dingin Januari 2026, Malen seolah menemukan kembali sentuhan emasnya di bawah langit Roma.
Modus Licin Kru TV Gadungan di Mampang Terbongkar, Gasak Uang Korban Berbekal Seragam dan Atribut Palsu
Dominasi Mutlak di Menit-Menit Krusial
Malen memulai pesta golnya sejak peluit awal dibunyikan. Baru memasuki menit ke-3, ia sudah berhasil merobek jala gawang Pisa. Keganasan pemain berusia 27 tahun ini berlanjut sesaat sebelum turun minum di menit ke-43, dan dituntaskan dengan gol penutup pada menit ke-52. “Saya pikir itu luar biasa. Bisa membantu tim dengan mencetak gol adalah perasaan yang sangat menyenangkan,” ujar Donyell Malen penuh antusias seperti dilansir dari laman resmi klub.
Ketajaman Malen musim ini tergolong sangat impresif. Dari total 12 pertandingan yang telah ia lakoni bersama Giallorossi di liga domestik, ia sudah mengemas 10 gol. Catatan ini menempatkannya sejajar dengan deretan penyerang elit lainnya seperti Rasmus Hojlund dan Kenan Yildiz. Saat ini, Malen hanya terpaut satu gol dari peringkat kedua daftar pencetak gol terbanyak, Anastois Douvikas, dan mulai memberikan ancaman serius kepada pemuncak klasemen topskor, Lautaro Martinez.
Beras SPHP: Tameng Utama Pemerintah Menghadapi Badai Gejolak Harga Pangan Nasional
Sentuhan Magis Gian Piero Gasperini
Kesuksesan Malen beradaptasi dengan cepat di Italia tidak lepas dari peran sang allenatore, Gian Piero Gasperini. Pelatih kawakan berusia 68 tahun itu mengungkapkan bahwa salah satu kunci meledaknya performa Malen adalah keberanian tim untuk menempatkannya di posisi aslinya sebagai penyerang tengah (center forward).
“Fakta bahwa dia dimainkan sebagai penyerang tengah menjadi salah satu alasan utama untuk meyakinkannya bergabung, karena dia memang sangat ingin bermain di posisi itu,” ungkap Gasperini. Menurutnya, rekam jejak Malen di klub-klis besar seperti PSV Eindhoven, Borussia Dortmund, hingga Aston Villa sudah cukup membuktikan bahwa sang pemain memiliki kualitas di atas rata-rata.
Misi Menuju Liga Champions
Kemenangan atas Pisa ini memiliki dampak signifikan pada posisi AS Roma di tabel klasemen. Saat ini, tim ibu kota tersebut bertengger di peringkat keenam dengan koleksi 57 poin dari 32 pertandingan. Harapan untuk kembali ke kasta tertinggi Eropa pun terbuka lebar, mengingat mereka kini hanya berjarak satu poin dari Como 1907 yang menempati peringkat keempat atau batas akhir zona Liga Champions.
Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Polisi Bidik Mandor dan Pemilik Gedung Atas Tewasnya 4 Pekerja
Secara keseluruhan, kontribusi Malen sejak tiba di Roma sangat masif dengan total 11 gol dari 14 penampilan di semua kompetisi. Jika performa konsisten ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Giallorossi akan benar-benar mengamankan tiket menuju kompetisi elit Benua Biru pada akhir musim nanti.