SereniHijab: Inovasi Hijab Peredam Suara Garapan Najma Omar untuk Muslimah Autis
LajuBerita — Di tengah hiruk-pikuk kota Minneapolis, Amerika Serikat, sebuah terobosan lahir bukan sekadar dari meja penelitian, melainkan dari kedalaman kasih sayang seorang kakak. Najma Omar, seorang terapis okupasi berusia 28 tahun, berhasil menciptakan solusi bagi para muslimah yang berjuang dengan sensitivitas sensorik melalui produk revolusioner bernama SereniHijab.
Inspirasi menyentuh ini berakar dari pengalaman pribadi Najma yang tumbuh besar dalam keluarga besar dengan 10 bersaudara. Tiga di antaranya adalah penyandang autis, termasuk adik perempuannya, Nasteho yang kini berusia 17 tahun. Selama bertahun-tahun, Najma menyaksikan betapa sulitnya Nasteho menemukan hijab yang nyaman; yang tidak hanya menutupi aurat tetapi juga mampu meredam kebisingan lingkungan tanpa memberikan tekanan berlebih pada kepala.
Mengungkap Rahasia Ketajaman Kognitif: 4 Hal yang Justru Dihindari oleh Orang Ber-IQ Tinggi
Titik Balik di Bangku Kuliah
Momen krusial terciptanya SereniHijab terjadi saat Najma menempuh tahun terakhir program doktoralnya di Universitas Minnesota. Seorang profesor melontarkan sebuah pertanyaan reflektif yang membekas di benaknya: “Alat apa yang belum diciptakan untuk membantu orang, namun seharusnya ada?”
“Pertanyaan itu bukan sekadar tugas akademis, melainkan panggilan jiwa bagi saya,” kenang Najma. Ia mulai berpikir keras mengapa belum ada solusi praktis yang mengakomodasi kebutuhan sensorik para hijaber. Bersama tim kecil yang terdiri dari suaminya, Ibrahim Barqadle, dan saudara kembarnya, Nafis, ia mulai meramu formula untuk inovasi produk yang kini dikenal dengan nama SereniHijab—sebuah nama yang diambil dari kata ‘serenity’ yang berarti ketenangan.
Kisah Haru Jessica Iskandar Hadapi Fase Tergelap Hidup: Dari Mental Breakdown Hingga Kekuatan untuk Bangkit
Teknologi di Balik SereniHijab
SereniHijab dirancang dengan mempertimbangkan dua aspek utama: kenyamanan material dan fungsionalitas sensorik. Najma memilih kombinasi material yang terdiri dari 30% jersey dan 70% spandeks. Campuran ini menghasilkan kain yang sangat elastis, ringan, dan mudah dirawat, sesuai dengan preferensi adiknya, Nasteho, yang sangat selektif terhadap tekstur kain.
- Bantalan Sensorik: Terdapat lapisan ringan di area telinga yang berfungsi meredam suara keras.
- Bebas Tekanan: Berbeda dengan noise-canceling headphones yang seringkali terasa menjepit, hijab ini memberikan perlindungan pendengaran yang lembut.
- Desain Inklusif: Memastikan pengguna tetap merasa percaya diri dengan identitas keagamaannya.
Dukungan dari Praktisi Kesehatan
Kehadiran produk ini tidak hanya disambut baik oleh pasar, tetapi juga mendapatkan apresiasi dari komunitas medis. Khadra Ahmed, seorang terapis wicara, menyatakan bahwa pengaturan sensorik adalah fondasi utama keberhasilan sebuah terapi. Menurutnya, jika seseorang tidak mampu memproses pengalaman sensorik dengan baik, maka integrasi komunikasi dalam terapi akan sulit dicapai.
Ramalan Zodiak Cinta 6 Mei: Gemini Temukan Kehangatan Kembali, Taurus Harus Belajar Mengalah demi Harmonisasi
Bagi Najma, SereniHijab adalah perwujudan dari nilai-nilai spiritual Islam yang mengajarkan kasih sayang dan kemudahan. Ia ingin memastikan bahwa penyandang autisme tidak perlu memilih antara kenyamanan fisik dan identitas agama mereka.
“Ini adalah bentuk penghormatan terhadap keyakinan sekaligus kebutuhan neurologis seseorang. Saya ingin memastikan semua perempuan seperti adik saya merasa dihargai dan diakomodasi kondisinya,” pungkas Najma dengan penuh harapan.