Langkah Berani PM Sanae Takaichi: Menuju Amandemen Konstitusi Pasifik Jepang yang Bersejarah

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
12 Apr 2026, 17:18 WIB
Langkah Berani PM Sanae Takaichi: Menuju Amandemen Konstitusi Pasifik Jepang yang Bersejarah

LajuBerita — Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, secara tegas menyatakan bahwa era baru bagi Negeri Matahari Terbit telah tiba. Dalam sebuah pidato yang menggugah di konvensi tahunan Partai Demokrat Liberal (LDP) di Tokyo pada Minggu (12/4), Takaichi menegaskan komitmennya untuk segera merombak konstitusi pasifis yang telah bertahan selama hampir delapan dekade sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Konstitusi yang diadopsi pada tahun 1947 tersebut selama ini menjadi simbol perdamaian Jepang, di mana negara secara hukum menolak perang sebagai hak kedaulatan bangsa dan melarang penggunaan kekuatan militer dalam menyelesaikan sengketa internasional. Namun, bagi Takaichi, seorang pemimpin konservatif dengan pandangan keamanan yang sangat tegas, reformasi ini bukan sekadar perubahan kata-kata, melainkan kebutuhan mendesak untuk memperjelas status Pasukan Bela Diri (SDF) dalam hukum dasar negara.

Berita Lainnya

Wikipedia Terancam Blokir? Pakar Tekankan Urgensi Pendaftaran PSE bagi Wikimedia di Indonesia

Wikipedia Terancam Blokir? Pakar Tekankan Urgensi Pendaftaran PSE bagi Wikimedia di Indonesia

“Waktunya Telah Tiba” bagi Reformasi Konstitusi

“Waktunya telah tiba untuk mereformasi konstitusi kita,” ujar Takaichi dengan nada optimis di hadapan para kader partai. Ia menargetkan bahwa pada tahun depan, sebuah konferensi khusus akan digelar dengan agenda utama membawa usulan amandemen konstitusi ke meja perundingan resmi. Langkah ini diprediksi akan menjadi revisi pertama terhadap konstitusi Jepang sejak pasca-perang.

Meski tidak merinci secara mendalam mengenai perubahan Pasal 9 yang sangat krusial—pasal yang melarang Jepang memiliki potensi perang—sinyal yang dikirimkan Takaichi sangat jelas. LDP telah menyetujui kebijakan kampanye untuk tahun 2026 yang menargetkan pengajuan rancangan amandemen konstitusi yang telah direvisi ke parlemen (Diet), melalui pembentukan komite penyusunan di kedua kamar parlemen.

Berita Lainnya

Strategi Tak Berjalan, Hendri Susilo Kecewa Berat Pemain Malut United Abaikan Instruksi Lawan Dewa United

Strategi Tak Berjalan, Hendri Susilo Kecewa Berat Pemain Malut United Abaikan Instruksi Lawan Dewa United

Momentum Politik dan Tantangan di Parlemen

LajuBerita mencatat bahwa manuver politik ini dilakukan di tengah momentum kemenangan telak koalisi LDP dan Partai Inovasi Jepang dalam pemilu Dewan Perwakilan Rakyat pada Februari lalu. Dengan menguasai lebih dari tiga perempat kursi di majelis rendah, pemerintah telah melampaui ambang batas dua pertiga yang diperlukan untuk meloloskan revisi menuju referendum nasional.

Namun, jalan menuju perubahan tidaklah tanpa hambatan. Di Dewan Penasihat atau majelis tinggi, kubu pemerintah masih berada dalam posisi minoritas untuk mencapai angka dua pertiga, meskipun dukungan dari beberapa partai oposisi mulai mengalir. Selain itu, sentimen publik yang beragam mengenai perubahan undang-undang dasar hasil rancangan Amerika Serikat ini tetap menjadi faktor penentu yang krusial.

Berita Lainnya

Misi Pemerataan Pendidikan: Mengapa Wilayah Pinggiran Papua Barat Menjadi Fokus Utama Beasiswa PIP 2026?

Misi Pemerataan Pendidikan: Mengapa Wilayah Pinggiran Papua Barat Menjadi Fokus Utama Beasiswa PIP 2026?

Isu Suksesi Kekaisaran dan Kerja Sama Koalisi

Selain masalah pertahanan, PM Takaichi juga menyoroti urgensi revisi Undang-Undang Rumah Tangga Kekaisaran 1947. Hal ini berkaitan dengan kekhawatiran menyusutnya jumlah anggota keluarga kekaisaran yang dapat mengancam stabilitas suksesi Tahta Krisan. Takaichi tetap teguh pada prinsip mempertahankan garis keturunan laki-laki sebagai fondasi legitimasi kaisar Jepang.

Beberapa skema yang tengah digodok mencakup kemungkinan anggota keluarga kekaisaran saat ini mengadopsi keturunan dari cabang kekaisaran terdahulu yang kehilangan status mereka pasca-perang. Langkah ini diambil guna memastikan keberlangsungan institusi monarki tertua di dunia tersebut.

Acara konvensi tersebut juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Hirofumi Yoshimura, pemimpin Partai Inovasi Jepang (Nippon Ishin), yang mendorong langkah lebih radikal terkait hak bela diri kolektif. Yoshimura mengingatkan bahwa pemilih akan menagih janji koalisi, termasuk kebijakan ekonomi seperti penangguhan pajak konsumsi untuk produk pangan dan pengurangan jumlah kursi di parlemen sebagai bagian dari kesepakatan politik mereka.

Berita Lainnya

Dilema ASI Sedikit: Mengurai Kekhawatiran Ibu Menyusui dan Realita Medis di Baliknya

Dilema ASI Sedikit: Mengurai Kekhawatiran Ibu Menyusui dan Realita Medis di Baliknya
Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *