Skandal Panas Adva Lavie: Model Dewasa yang Diduga Peras Miliarder Uzur Lewat Aplikasi Kencan
LajuBerita — Dunia glamor Los Angeles diguncang oleh kabar mengejutkan dari Adva Lavie, seorang model majalah dewasa yang kini terjerat pusaran kasus pemerasan dan pencurian. Selama sepekan terakhir, nama Lavie terus menjadi topik hangat setelah kepolisian mengungkap sisi gelap dari gaya hidup mewahnya yang diduga didanai dari aksi kriminal terhadap pria-pria kaya berusia lanjut.
Penggerebekan dan Temuan Barang Bukti Berharga
Pihak berwenang melakukan penggerebekan di apartemen mewah Lavie yang terletak di kawasan Holt Avenue, Los Angeles, pada Mei 2025 lalu. Dalam operasi tersebut, polisi menemukan tumpukan harta yang mencengangkan. Uang tunai senilai lebih dari US$ 200.000 (setara Rp 3 miliar), koin langka, emas batangan, hingga senjata api ditemukan tersimpan rapat di dalam dua brankas besar.
Debut Magis KATSEYE di Coachella 2026: Aksi Memukau Lima Member dan Kehadiran Manon sebagai Penonton
Detektif Andrea March menyebutkan bahwa selain harta benda tersebut, petugas juga menyita sekitar 40 potong pakaian bermerek dan 20 pasang sepatu mewah. Barang-barang ini diduga kuat merupakan hasil pencurian dari rumah para korbannya. Salah satu bukti yang paling mencolok adalah sebuah gaun bermotif zebra langka milik Elizabeth Craine, yang ayahnya pernah menjalin hubungan singkat dengan Lavie.
Modus Operandi: Aplikasi Kencan dan Ancaman Sosial
Berdasarkan dokumen pengadilan, Lavie diduga menjalankan aksinya sepanjang tahun 2023 hingga 2025 dengan memanfaatkan aplikasi kencan untuk mencari target. Ia secara spesifik menyasar pria-pria kaya di wilayah Beverly Hills dan West Hollywood. Salah satu korbannya, Alireza Salehpour, membeberkan pengalaman pahitnya setelah bertemu Lavie di sebuah festival seni di Miami.
Bukan Akting Biasa, Aktor Choi Won Young Sabet Juara di Kontes Melamun Gwanghwamun
Setelah makan malam di Los Angeles, Lavie secara agresif menagih pembayaran melalui Apple Pay dengan rincian US$ 50 untuk ongkos transportasi dan US$ 100 sebagai biaya atas ‘waktu yang ia habiskan’. Saat Salehpour menolak, Lavie meluncurkan serangan di media sosial dengan mengunggah foto korban disertai kata-kata penghinaan seperti ‘murahan’ atau ‘bangkrut’. Korban akhirnya menyerah dan membayar karena takut reputasinya hancur di dunia maya.
Identitas Ganda dan Tuduhan Balik yang Licin
Kasus ini semakin kompleks dengan munculnya korban lain seperti Scott Thurman dari Hermosa Beach. Ia menemukan adanya transaksi mencurigakan di kartu kreditnya untuk pembelian tiket pesawat dan kosmetik mewah tanpa seizinnya. Namun, saat Thurman mengancam akan menempuh jalur hukum, Lavie justru memutarbalikkan fakta dengan menuduhnya melakukan kekerasan seksual—sebuah taktik yang diduga digunakan untuk membungkam korbannya melalui intimidasi hukum.
Navigasi Asmara 28 April: Mengapa Kepercayaan Menjadi Kunci Bagi Capricorn dan Kejujuran Mutlak untuk Libra?
Tak berhenti di situ, Lavie juga dilaporkan menggunakan nama samaran ‘Mia Ventura’ saat menjalankan aksi pencurian identitas di Las Vegas. Ia diduga menguras kartu kredit tamu di sebuah acara podcast untuk melakukan perawatan kecantikan di salon kelas atas di Beverly Hills dengan total nilai mencapai US$ 900 dalam satu malam saja.
Dukungan Miliarder di Tengah Jeratan Hukum
Meski terancam hukuman berat, Lavie saat ini telah dibebaskan tanpa uang jaminan namun dengan pengawasan ketat berupa gelang pelacak GPS. Ia juga dilarang keras mendekati para korban serta diblokir dari seluruh platform kencan daring. Menariknya, di tengah badai hukum ini, ia diketahui bertunangan dengan miliarder Stephen Cloobeck yang justru pasang badan dan membiayai seluruh tim pengacaranya.
Guncangan di Milan: Stefano Gabbana Mundur dari Direksi D&G di Tengah Belitan Utang Triliunan
Cloobeck mengklaim bahwa tunangannya hanyalah korban dari ‘sisi gelap’ pergaulan elite Los Angeles dan menyebut pria-pria yang melaporkannya sebagai predator. Kini, Adva Lavie harus bersiap menghadapi meja hijau dengan enam tuduhan tindak pidana berat, mulai dari pencurian besar hingga penggunaan identitas tanpa izin. Sidang ini diprediksi akan mengungkap lebih banyak fakta mengenai jaringan kriminalitas yang mungkin melibatkan lebih banyak korban di kalangan jetset Amerika Serikat.