Sentuhan Kemanusiaan Menko AHY di Gereja Santo Andreas: Salurkan Baksos dari Hasil Lelang Lukisan ‘Kuda Api’ SBY
LajuBerita — Suasana khidmat peringatan Paskah di Gereja Santo Andreas, Kedoya, Jakarta Barat, terasa semakin hangat dengan kehadiran Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono. Pria yang akrab disapa AHY ini hadir bukan sekadar untuk berkunjung, melainkan membawa misi kemanusiaan melalui aksi bakti sosial yang menyasar ratusan jemaat pada Minggu.
Dalam kunjungannya tersebut, AHY secara simbolis menyerahkan paket bantuan bahan pokok kepada para jemaat yang tengah menjalankan ibadah. Ia menegaskan bahwa aksi ini merupakan manifestasi nyata dari semangat Partai Demokrat untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang berjuang secara ekonomi.
Filantropi di Balik Kanvas ‘Kuda Api’
Ada cerita menarik di balik sumber pendanaan kegiatan sosial kali ini. AHY mengungkapkan bahwa dana yang disalurkan berasal dari hasil lelang karya seni sang ayah, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebuah lukisan bertajuk “Kuda Api” menjadi instrumen utama dalam penggalangan dana tersebut.
Prioritaskan Stamina Jamaah Haji, Wamenhaj Imbau Daerah Pangkas Seremonial Pelepasan yang Berlebihan
“Beliau (SBY) adalah seorang pelukis yang memiliki jiwa seni tinggi. Lukisan ‘Kuda Api’ dilelang karena selaras dengan filosofi tahun 2026 mendatang. Seluruh hasil lelang tersebut didedikasikan penuh untuk agenda kemanusiaan, termasuk bantuan yang kami distribusikan hari ini di Kedoya,” tutur AHY saat ditemui awak media di pelataran Gereja Santo Andreas.
Kegiatan bantuan sosial ini dipandang sebagai solusi praktis jangka pendek untuk meringankan beban hidup masyarakat di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
Visi Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat
Tak hanya bicara soal filantropi, dalam kesempatan tersebut AHY juga menyinggung perihal mandat barunya sebagai Menko Infrastruktur. Menurutnya, arah pembangunan infrastruktur di masa depan harus memiliki dampak langsung (direct impact) terhadap kesejahteraan akar rumput.
Tragedi Stasiun Bekasi Timur: PT KAI Jamin Kompensasi Penuh dan Pemulihan Total Bagi Para Korban
Ia memaparkan bahwa pembangunan fisik tidak boleh berdiri sendiri sebagai monumen mati, melainkan harus menjadi mesin penggerak ekonomi daerah dan instrumen untuk menekan angka kemiskinan serta ketimpangan sosial. Fokus utama ke depan adalah memperkuat fondasi dasar kehidupan masyarakat.
“Infrastruktur yang kita bangun harus mampu menopang ketahanan pangan, swasembada energi, hingga akses air bersih yang merata. Hal-hal mendasar seperti sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” tegas putra sulung SBY tersebut.
Kehadiran tokoh nasional seperti Agus Harimurti Yudhoyono dalam momen keagamaan ini juga membawa pesan kuat tentang pentingnya menjaga toleransi dan semangat kebangkitan bersama di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Komitmen Menteri ESDM: Targetkan Seluruh Kepulauan Sulawesi Utara Terang Benderang pada 2027