Visi Besar Erick Thohir: Perbanyak Menit Bermain Pemain Lokal Demi Standar Dunia
LajuBerita — Di tengah upaya transformasi besar-besaran sepak bola Indonesia, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa kuantitas kompetisi yang berkualitas merupakan kunci utama dalam melahirkan pemain lokal yang tangguh. Menurutnya, atmosfer pertandingan yang kompetitif akan secara otomatis mendongkrak standar kualitas pemain, pelatih, hingga manajemen klub ke level yang lebih tinggi.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick dalam seremoni penutupan Piala Presiden 2025 di Jakarta. Ia menyoroti pentingnya jam terbang bagi seorang atlet profesional. Baginya, turnamen seperti Piala Presiden bukan sekadar ajang pemanasan, melainkan kawah candradimuka bagi para pemain sebelum terjun ke liga utama.
Menakar Standar Brasil: Tantangan 70 Pertandingan Setahun
Erick Thohir membawa perbandingan menarik dengan berkaca pada Brasil, negara yang tak pernah berhenti memproduksi talenta dunia. Salah satu rahasianya adalah frekuensi pertandingan yang sangat tinggi. Di sana, seorang pemain bisa melakoni hingga 70 pertandingan resmi dalam setahun, berkat perpaduan liga domestik dan berbagai turnamen piala (cup competitions).
BKSAP DPR RI Kecam Agresi Israel di Timur Tengah: Ancaman Nyata Perang Dunia Ketiga
“Inilah yang coba kita benchmarking. Pemain akan mencapai performa maksimal jika mereka terus diuji dalam atmosfer kompetisi yang rutin. Saat ini, kita sedang menggodok rencana agar jumlah pertandingan bagi pemain lokal kita bisa bertambah secara signifikan,” ujar Erick dengan optimisme tinggi.
Sebagai gambaran, saat ini kompetisi kasta tertinggi di tanah air masih sangat bergantung pada jadwal Liga 1, di mana peserta umumnya hanya memainkan 34 pertandingan per musim. Jumlah ini dinilai masih jauh dari ideal jika ingin bersaing di level internasional.
Rencana Strategis: Menjangkau Akar Rumput dan Amatir
Tak hanya fokus pada level profesional, PSSI juga tengah menyiapkan cetak biru untuk menghidupkan kembali gairah sepak bola di berbagai tingkatan. Erick membocorkan bahwa pekan depan pihaknya akan menggelar pertemuan intensif untuk membahas eksposisi liga dan penambahan jumlah laga.
Popsivo Polwan Tampil Perkasa, Bungkam Electric PLN 3-1 di Final Four Proliga 2026
Strategi ini nantinya akan mencakup:
- Peningkatan jumlah pertandingan di level Tim Nasional dari berbagai kelompok umur.
- Penguatan kompetisi untuk level junior atau grassroot.
- Pemberdayaan klub-klub amatir agar memiliki wadah kompetisi yang lebih teratur.
Langkah ini juga membangkitkan ingatan publik pada format Piala Indonesia yang dulu sempat menjadi panggung bagi klub-klub dari kasta bawah untuk menjajal kekuatan tim-tim elit. Terakhir kali kompetisi tersebut digelar secara penuh adalah pada musim 2018/2019, di mana PSM Makassar keluar sebagai juara setelah laga dramatis melawan Persija Jakarta.
Dengan visi memperbanyak menit bermain, Erick Thohir berharap fondasi sepak bola nasional semakin kokoh. Semakin banyak pertandingan, semakin tajam insting para pemain, dan pada akhirnya, hal ini akan bermuara pada prestasi manis bagi Timnas Garuda di kancah global.
Tembok Kokoh Sendri Johansyah Selamatkan Persijap, Curi Satu Poin Vital di Markas Persik Kediri