BBRI Tebar Dividen Rp52 Triliun, Simak Laju IHSG dan Strategi Ekspansi KPR BBTN

Reporter Nasional | LajuBerita
13 Apr 2026, 08:46 WIB
BBRI Tebar Dividen Rp52 Triliun, Simak Laju IHSG dan Strategi Ekspansi KPR BBTN

LajuBerita — Panggung pasar modal Indonesia kembali menunjukkan taringnya setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa impresif pada penutupan pekan ini. Berdasarkan pantauan tim LajuBerita, indeks kebanggaan tanah air melesat tajam 2,07% dan mendarat di level psikologis 7.458,50 pada perdagangan Jumat (10/04).

Gairah Sektor Industri dan Dominasi Blue Chip

Kenaikan signifikan ini dipicu oleh aksi beli masif pada deretan saham berkapitalisasi besar. Raksasa perbankan seperti BBCA berhasil menguat 3,47%, disusul oleh pergerakan agresif TPIA yang melonjak hingga 16,83%, serta performa solid BBRI yang naik 3,35%. Meskipun terdapat tekanan dari saham DSSA, ANTM, dan AMRT, sentimen positif tetap mendominasi pasar. Kepercayaan investor asing pun terlihat nyata dengan catatan net buy mencapai Rp239,92 miliar di pasar reguler.

Berita Lainnya

Diplomasi Dolar: Arab Saudi Kucurkan ‘Napas Buatan’ Rp 51 Triliun untuk Pakistan

Diplomasi Dolar: Arab Saudi Kucurkan ‘Napas Buatan’ Rp 51 Triliun untuk Pakistan

Menariknya, seluruh sektor di lantai bursa kompak menghijau. Sektor industri memimpin barisan dengan lonjakan fantastis sebesar 4,29%, membuktikan bahwa roda ekonomi riil sedang bergerak ke arah yang lebih optimis.

Kontras Pasar Global: Indonesia Tetap Resilien

Di saat pasar domestik berpesta, bursa saham Amerika Serikat justru tampak bimbang. Indeks Dow Jones dan S&P 500 harus rela terkoreksi tipis akibat bayang-bayang inflasi dari sektor energi yang menekan daya beli masyarakat. Meski demikian, kondisi di Wall Street tidak serta-merta melunturkan pesona investasi di Indonesia. Hal ini tercermin dari penguatan instrumen ETF EIDO sebesar 0,82% dan MSCI Indonesia yang meroket 2,57%.

Guyuran Dividen Jumbo dari BBRI

Salah satu berita yang paling dinantikan pelaku pasar adalah komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dalam memanjakan pemegang sahamnya. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), bank pelat merah ini memutuskan untuk membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2025 dengan rasio fantastis sebesar 91,19%.

Berita Lainnya

Ekonomi RI Melesat 5,61% di Kuartal I 2026: Lampaui Raksasa China dan AS, Indonesia Pimpin Pertumbuhan G20

Ekonomi RI Melesat 5,61% di Kuartal I 2026: Lampaui Raksasa China dan AS, Indonesia Pimpin Pertumbuhan G20

Nilai total dividen tersebut mencapai Rp52,10 triliun atau setara dengan Rp345,98 per lembar saham. Setelah dikurangi dividen interim sebesar Rp137 yang telah dibayarkan sebelumnya, para investor kini menantikan sisa jatah dividen sekitar Rp209 per saham. Kebijakan ini menegaskan posisi BBRI sebagai salah satu emiten perbankan yang paling konsisten dalam memberikan keuntungan kepada investornya.

BBTN Perkuat Dominasi di Sektor Hunian

Tak mau kalah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) juga memamerkan kinerja cemerlang di sektor properti. Hingga awal April 2026, BBTN tercatat telah menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) sebanyak 6 juta unit dengan nilai akumulasi mencapai Rp530 triliun sejak tahun 1976. Fokus utama perseroan tetap pada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya mereka yang bekerja di sektor informal dengan rata-rata penghasilan Rp4,9 juta per bulan.

Berita Lainnya

Kabar Gembira Bagi Pelaku Usaha: DJP Resmi Hapuskan Sanksi Keterlambatan SPT Badan Hingga Akhir Mei 2026

Kabar Gembira Bagi Pelaku Usaha: DJP Resmi Hapuskan Sanksi Keterlambatan SPT Badan Hingga Akhir Mei 2026

Rekomendasi Saham Hari Ini

Bagi Anda yang mencari peluang di tengah volatilitas pasar, berikut adalah beberapa saham yang layak masuk ke dalam daftar pantauan menurut analisis tim LajuBerita:

  • RATU: Buy 5525-5600 | Target Price 5800-6000 | Stop Loss 5200
  • JSMR: Buy 3150-3160 | Target Price 3200-3240 | Stop Loss 3000
  • LPKR: Buy 83-85 | Target Price 87-90 | Stop Loss 79
  • EMTK: Buy 860-875 | Target Price 890-920 | Stop Loss 810
  • PANI: Buy 8525-8625 | Target Price 8900-9200 | Stop Loss 8125

Disclaimer: Seluruh analisis dan rekomendasi dalam laporan ini bersifat informatif dan bukan merupakan paksaan untuk melakukan transaksi jual atau beli. Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab penuh masing-masing investor dengan mempertimbangkan profil risiko pribadi.

Berita Lainnya

Komitmen BNI dan Intervensi Sufmi Dasco: Akhir Bahagia Kasus Dana Gereja Aek Nabara Rp 28 Miliar

Komitmen BNI dan Intervensi Sufmi Dasco: Akhir Bahagia Kasus Dana Gereja Aek Nabara Rp 28 Miliar
Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *