Strategi Cerdas Pasangan Bandung: Pilih Nikah di KUA dengan 27 Tamu Demi Investasi Masa Depan
LajuBerita — Di tengah gempuran tren pesta pernikahan mewah yang seringkali menguras energi dan biaya, sebuah kisah inspiratif datang dari pasangan muda di Bandung, Jawa Barat. Kehangatan dan kesakralan terpancar jelas dari raut wajah Penny Dewanti Iriany (26) dan Ghiffary (28) saat melangsungkan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Andir. Tanpa hiruk-pikuk resepsi besar, mereka membuktikan bahwa esensi pernikahan tetap terjaga meski dalam balutan kesederhanaan.
Momen bahagia tersebut mendadak viral setelah diabadikan oleh fotografer dari @romeophotography_inst dan @hendriromeo_f. Dalam potret yang beredar, Penny tampak anggun mengenakan kebaya putih model baju kurung Melayu, lengkap dengan hijab senada dan veil tipis yang menjuntai. Sementara itu, Ghiffary terlihat gagah dalam setelan jas hitam. Menariknya, salah satu pose ikonik mereka justru hanya berlatarkan deretan sepeda motor yang terparkir di halaman KUA, namun senyum bahagia yang merekah membuat foto tersebut terasa sangat istimewa.
Transformasi ‘Alter Ego’ Heidi Klum di Coachella 2026: Nyaris Tak Dikenali dengan Gaya Gothic Hippie
Keputusan Berdasarkan Kenyamanan dan Prinsip
Saat dihubungi oleh tim LajuBerita, Penny mengungkapkan bahwa pilihan untuk menikah di KUA bukanlah sekadar mengikuti tren sesaat. Baginya, kenyamanan adalah prioritas utama. Penny bercerita bahwa ia memang sudah lama mendambakan prosesi pernikahan yang intim. Gayung bersambut, Ghiffary pun memiliki pandangan serupa karena merasa kurang nyaman jika harus menjadi ‘pajangan’ di atas pelaminan dan bersalaman dengan ratusan orang yang tidak dikenal dekat.
“Sejak dulu saya memang ingin menikah di KUA saja. Suami juga tipe orang yang tidak suka menjadi pusat perhatian di pelaminan atau bertemu terlalu banyak orang. Akhirnya, kami sepakat untuk fokus pada prosesi akad saja,” ujar Penny menjelaskan latar belakang keputusannya.
Geger! Justin Bieber Dikritik Tampil ‘Malas’ di Coachella 2026 Padahal Dibayar Rp160 Miliar
Menaklukkan Keraguan Keluarga
Mewujudkan pernikahan sederhana di tengah budaya masyarakat yang menjunjung tinggi pesta besar tentu bukan tanpa tantangan. Penny mengaku sempat mendapatkan reaksi kurang setuju dari sang ibunda yang mengkhawatirkan pendapat kerabat dan tetangga. Namun, melalui pendekatan yang lembut dan penjelasan yang masuk akal, restu akhirnya berhasil digenggam.
“Mama awalnya keberatan karena relasi dan saudara cukup banyak. Tapi setelah saya berikan pengertian pelan-pelan, akhirnya beliau luluh dan setuju. Kalau Papa sejak awal tidak masalah, mengikuti keinginan kami saja,” tambahnya.
Hanya Dihadiri 27 Orang Terkasih
Pasangan yang kini berdomisili di Yogyakarta ini memilih untuk kembali ke tanah kelahiran di Bandung guna mengikat janji suci. Acara berlangsung sangat privat dengan jumlah tamu yang dibatasi hanya 27 orang. Daftar tamu tersebut hanya terdiri dari keluarga inti, beberapa kerabat dekat, dua sahabat, serta tim dokumentasi.
Kabar Terbaru Idy Chan, Sang ‘Bibi Lung’ Legendaris yang Tetap Memesona di Usia 66 Tahun
Setelah prosesi ijab kabul selesai, tidak ada panggung pelaminan yang menunggu. Sebagai gantinya, mereka langsung menuju ke sebuah rumah makan yang telah dipesan jauh-jauh hari untuk menikmati jamuan hangat bersama orang-orang terdekat. Suasana intim inilah yang justru membuat momen nikah di KUA tersebut terasa jauh lebih sakral dan berkesan bagi kedua mempelai.
Investasi untuk Kehidupan Setelah Pesta
Meskipun persiapannya tergolong singkat, yakni hanya memakan waktu sekitar satu bulan, Penny tetap memperhatikan aspek estetika. Mulai dari urusan administrasi, pemilihan busana, hingga jasa MUA dan fotografer dipersiapkan dengan matang agar dokumentasi tetap terlihat profesional dan estetik.
Manfaat terbesar yang mereka rasakan dari keputusan ini adalah kemandirian finansial. Dana yang biasanya habis dalam satu hari untuk sewa gedung, dekorasi, dan katering dalam skala besar, dialihkan untuk membangun pondasi rumah tangga yang lebih kuat. “Uang yang ada kami gunakan untuk melanjutkan hidup, mulai dari mengisi perlengkapan rumah, tabungan masa depan, hingga rencana liburan berdua,” tutup Penny dengan nada bahagia.
Geger Komentar Kontroversial Laurence n.SSign Soal Idol KPop Indonesia, Carmen Hearts2Hearts Jadi Sorotan
Kisah Penny dan Ghiffary ini menjadi pengingat bagi banyak pasangan muda bahwa kebahagiaan sebuah pernikahan tidak ditentukan oleh kemegahan pesta, melainkan oleh kesiapan mental dan rencana matang dalam menempuh hidup baru setelah hari pernikahan usai.