Kedok Bisnis Kecantikan Maut: Bareskrim Polri Bongkar Pabrik Kosmetik Bermerkuri di Bogor
LajuBerita — Tabir gelap di balik industri kecantikan rumahan kembali terkuak. Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri baru saja membongkar praktik culas produksi kosmetik ilegal berskala besar yang bermarkas di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Langkah tegas ini diambil setelah pihak kepolisian mengendus adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran produk perawatan wajah yang tidak mengantongi izin resmi.
Dalam penggerebekan yang dipimpin oleh Subdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri tersebut, tim penyidik berhasil mengamankan tiga orang aktor utama di balik bisnis berbahaya ini. Mereka adalah RH, sang pemilik usaha; MR yang bertugas sebagai tenaga kerja produksi; serta FA yang berperan sebagai kurir untuk mendistribusikan barang haram tersebut kepada konsumen.
Badai Cedera Hantam Tottenham: Cristian Romero Dipastikan Menepi Hingga Akhir Musim
Ironi Lulusan Penerbangan Meracik Kosmetik
Fakta mengejutkan terungkap saat identitas sang pemilik usaha, RH, diperiksa lebih dalam. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa RH sama sekali tidak memiliki latar belakang di bidang farmasi maupun kesehatan. Ironisnya, ia merupakan lulusan SMK jurusan penerbangan yang banting stir menjadi peracik zat kimia tanpa pengetahuan medis yang memadai.
“Tersangka RH sudah menjalankan usaha kosmetik tanpa izin ini selama lebih dari dua tahun. Namun, secara khusus ia mulai memproduksi sendiri sediaan farmasi berupa kosmetik ini sejak April 2024 lalu,” ujar Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso dalam keterangan resminya di Jakarta.
Ledakan Laba Samsung Q1 2026: Rekor Sejarah di Tengah Kejayaan Industri Semikonduktor dan AI
Produksi Massal dan Peredaran Lintas Marketplace
Meskipun dijalankan secara ilegal, manajemen bisnis RH terbilang cukup masif. Ia memproduksi berbagai jenis produk perawatan kulit mulai dari toner, sabun cair, hingga krim siang dan krim malam. Produk-produk ini dikemas sedemikian rupa untuk menarik minat pembeli di jagat maya.
Strategi pemasarannya pun memanfaatkan celah di platform marketplace digital. Dengan harga yang sangat miring, yakni hanya Rp35.000 untuk satu paket lengkap berisi empat produk, bisnis ini mampu menjaring banyak konsumen yang tergiur harga murah. Tercatat, rata-rata penjualan mencapai 90 hingga 100 paket kosmetik setiap harinya.
Bahaya Merkuri Mengintai Konsumen
Investigasi mendalam mengungkap bahwa bahan baku yang digunakan RH didapat dengan cara membeli secara daring dalam bentuk kiloan. Alkohol murni dicampur untuk membuat toner, sementara sabun batang kiloan dilelehkan kembali menjadi sabun wajah cair. Namun, temuan yang paling fatal terletak pada kandungan krim siang dan malamnya.
Mengamankan Miliaran Dolar: Mengapa Perlindungan Desain Industri Menjadi Nafas Baru bagi Sektor Olahraga Nasional
Berdasarkan hasil uji sementara di Laboratorium Forensik, ditemukan kandungan bahan kimia berbahaya berupa merkuri pada produk krim yang disita. Merkuri dikenal sebagai zat toksik yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf, hingga gangguan organ dalam jika digunakan dalam jangka panjang.
Kini, pihak kepolisian terus melakukan pengembangan kasus untuk menelusuri rantai pasok bahan baku dan memastikan tidak ada produk serupa yang masih beredar luas di masyarakat. Penyidik juga tengah melakukan uji laboratorium lanjutan secara pro justitia untuk memperkuat jeratan hukum bagi para tersangka yang telah tega mempertaruhkan kesehatan masyarakat demi keuntungan pribadi.