Aroma Pungli di Kabin AirAsia: Komisi V DPR Bongkar Praktik Berbayar Geser Kursi

Reporter Nasional | LajuBerita
13 Apr 2026, 18:46 WIB
Aroma Pungli di Kabin AirAsia: Komisi V DPR Bongkar Praktik Berbayar Geser Kursi

LajuBerita — Kabar kurang sedap menerpa salah satu maskapai berbiaya rendah kenamaan, AirAsia. Praktik yang diduga kuat sebagai aksi pungutan liar (pungli) di dalam kabin pesawat kini tengah menjadi sorotan tajam dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan. Komisi V DPR RI mengungkapkan adanya laporan mengenai penumpang yang dipaksa merogoh kocek tambahan hanya untuk berpindah tempat duduk, bahkan saat burung besi tersebut sudah mengangkasa.

Temuan Mengejutkan: Geser Kursi Bayar Rp 150 Ribu

Dugaan ini mencuat setelah Anggota Komisi V DPR, Mukhlis Basri, membeberkan fakta lapangan yang ia temukan. Menurutnya, terdapat biaya tambahan sebesar Rp 150.000 yang ditagihkan kepada penumpang yang ingin berpindah posisi duduk ke kursi yang kosong. Hal ini dinilai tidak lazim, mengingat maskapai lain biasanya membebaskan penumpang untuk berpindah jika kapasitas pesawat memang memungkinkan dan tidak mengganggu keseimbangan.

Berita Lainnya

Revolusi Kesejahteraan Ojol: Strategi Danantara Caplok Saham Aplikator Demi Pangkas Potongan Driver Jadi 8%

Revolusi Kesejahteraan Ojol: Strategi Danantara Caplok Saham Aplikator Demi Pangkas Potongan Driver Jadi 8%

“Kalau kita naik AirAsia itu, saat pesawat kosong dan kita ingin pindah posisi, misalnya dari seat 7 ke seat 5, tiba-tiba ditarik bayaran. Untuk pemesanan ulang atau pilih kursi saja dikenakan Rp 150.000. Kenapa harus seperti ini? Maskapai lain tidak sekaku itu selama kursi tersebut kosong,” ujar Mukhlis dengan nada heran dalam rapat bersama Kementerian Perhubungan, Senin (13/4/2026).

Bukti Video dan Dugaan Ulah Oknum

Mukhlis tidak sekadar melempar isu. Ia mengaku mengantongi bukti kuat berupa rekaman video yang memperlihatkan oknum pegawai maskapai sedang melakukan penagihan biaya tambahan di tengah penerbangan. Hal inilah yang memicu tanda tanya besar mengenai regulasi internal maskapai yang dianggap mencederai pelayanan publik di sektor transportasi udara.

Berita Lainnya

Update Harga BBM April 2026: Pertamina dan BP-AKR Kompak Naik, Ada yang Tembus Rp 25 Ribu per Liter

Update Harga BBM April 2026: Pertamina dan BP-AKR Kompak Naik, Ada yang Tembus Rp 25 Ribu per Liter

Ketua Komisi V DPR, Lasarus, langsung meminta klarifikasi dari jajaran Direksi AirAsia yang turut hadir. Menariknya, pihak manajemen AirAsia secara tegas menyatakan bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan kebijakan resmi terkait biaya perpindahan kursi saat pesawat sedang terbang. Jawaban ini pun memicu kesimpulan bahwa tindakan tersebut kemungkinan besar adalah ulah oknum nakal yang mencari keuntungan pribadi.

Menhub Janji Lakukan Investigasi Mendalam

Merespons kegaduhan ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi berkomitmen untuk tidak tinggal diam. Meskipun pihak maskapai telah membantah adanya kebijakan tersebut, Menhub tetap akan menurunkan tim untuk melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan apakah ada regulasi maskapai yang bertabrakan dengan aturan negara.

Berita Lainnya

Evaluasi Total Taksi Green SM: Dampak Kecelakaan Maut Kereta Api di Bekasi yang Menelan Perhatian Presiden

Evaluasi Total Taksi Green SM: Dampak Kecelakaan Maut Kereta Api di Bekasi yang Menelan Perhatian Presiden

“Saya akan meninjau kembali kebijakan dari masing-masing maskapai terkait pengaturan tempat duduk mereka. Kita perlu memastikan tidak ada aturan internal yang melampaui batas atau justru merugikan masyarakat. Karena pihak AirAsia menyatakan tidak ada kebijakan seperti itu, maka kami akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di lapangan,” tegas Dudy.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap segala bentuk pelayanan publik. Lasarus menegaskan bahwa negara harus hadir untuk mengatur setiap jenis pungutan agar masyarakat tidak menjadi korban dari praktik-praktik yang tidak transparan di udara.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *