Romansa di Tengah Amukan Alam: Kisah Sepasang Pemburu Badai yang Bertunangan di Depan Tornado
LajuBerita — Dunia maya baru-baru ini digemparkan oleh sebuah momen pertunangan yang tidak biasa, di mana kekuatan alam yang dahsyat bertemu dengan ketulusan janji suci. Seorang pria asal Amerika Serikat memilih latar belakang yang cukup ekstrem untuk melamar kekasihnya: tepat di depan sebuah tornado yang tengah menderu kencang di langit South Dakota.
Pasangan yang tengah menjadi perbincangan hangat ini adalah Bryce Shelton dan Paige Berdomas. Pertemuan mereka bukanlah sebuah kebetulan biasa, melainkan berakar dari minat mendalam yang sama terhadap fenomena alam ekstrem. Keduanya pertama kali bersinggungan di jagat media sosial, khususnya komunitas pemerhati cuaca di Twitter, beberapa tahun silam.
Berawal dari ‘Digital’ Menuju Aksi Nyata
Paige menceritakan bahwa hubungan mereka dimulai sebagai pertemanan jarak jauh. Setelah melewati masa-masa sebagai teman bicara secara daring dan sama-sama menyelesaikan hubungan di masa lalu, keduanya merasa semakin terkoneksi. “Kami saling mengenal melalui komunitas cuaca di Twitter. Setelah cukup lama menjadi teman baik, Juni tahun lalu kami memutuskan untuk bertemu pertama kalinya demi sebuah misi: berburu badai bersama,” ujar Berdomas sebagaimana dikutip LajuBerita dari laman People.
Prediksi Zodiak 13 April: Aquarius Jemput Peluang Emas, Pisces Saatnya Buktikan Cinta
Namun, bagi Bryce Shelton, pertemuan perdana itu sudah ia proyeksikan menjadi langkah awal menuju jenjang yang lebih serius. Diam-diam, Shelton telah merencanakan lamaran ini sejak hari pertama mereka bertatap muka. Ia bahkan membawa cincin pertunangan tersebut di dalam sakunya selama 18 minggu, menunggu momen dan komposisi alam yang benar-benar sempurna.
Menanti ‘Momen Fotogenik’ di South Dakota
Bagi para pemburu badai, South Dakota adalah tanah suci. Begitu pula bagi pasangan ini. Shelton mengungkapkan alasannya menunggu begitu lama hanya untuk satu momen singkat di tengah cuaca ekstrem. “Saya menginginkan atmosfer yang fotogenik di South Dakota, karena ini adalah negara bagian favorit kami berdua. Dan benar saja, semuanya berjalan melampaui ekspektasi,” tutur Shelton dengan nada puas.
Terjebak dalam Sikap ‘Gak Enakan’? Kenali 9 Tanda Kamu Seorang People Pleaser dan Cara Mengatasinya
Pada Sabtu, 28 Juni 2025, saat awan hitam mulai menggulung dan membentuk pusaran badai, Berdomas sama sekali tidak menaruh curiga. Baginya, hari itu hanyalah aktivitas rutin pengejaran badai seperti biasanya. Ia tampil apa adanya dengan celana pendek olahraga, kaos, rambut yang acak-acakan karena angin, serta kacamata pengaman yang menempel di wajahnya.
Janji Suci di Bawah Langit yang Mengamuk
Detik-detik mendebarkan itu terjadi saat hujan deras mulai mengguyur. Shelton mengajak Berdomas keluar dari truk untuk berfoto bersama dengan latar belakang tornado yang kian membesar. Di saat itulah, Shelton berlutut dan membuka kotak cincin, membuat Berdomas terpaku di tengah gemuruh angin.
Setelah momen emosional tersebut, kejutan alam ternyata belum berakhir. Bersama rekan sejawat mereka, fotografer Brandon Copic, pasangan ini melanjutkan perjalanan dan justru menemukan tornado kedua yang jauh lebih indah. Fenomena kedua ini disebut sebagai tornado paling estetis yang pernah mereka lihat. Brandon mendorong mereka untuk kembali mengabadikan foto pertunangan dengan latar belakang pusaran angin yang tampak begitu megah tersebut.
Usir Hawa Panas! 5 Strategi Cerdas Menjaga Kesejukan Rumah Agar Tetap Nyaman dan Hemat Energi
“Itu adalah tornado tercantik yang pernah saya saksikan seumur hidup saya,” kenang Berdomas penuh kekaguman. Kisah viral ini pun langsung menuai simpati dan ucapan selamat dari komunitas pemburu badai lainnya. Saat mereka menepi untuk membagikan momen tersebut di media sosial, rekan-rekan sesama pemburu badai yang berada di lokasi sekitar langsung menghampiri untuk memberikan pelukan hangat. Bagi pasangan ini, restu dari alam dan dukungan komunitas menjadikan hari itu sebagai babak baru yang tak akan terlupakan.