Gebrakan Trump: China Terancam Tarif 50 Persen Jika Terbukti Pasok Senjata ke Iran

Reporter Nasional | LajuBerita
14 Apr 2026, 14:51 WIB
Gebrakan Trump: China Terancam Tarif 50 Persen Jika Terbukti Pasok Senjata ke Iran

LajuBerita — Ketegangan diplomatik antara Washington dan Beijing kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman ekonomi yang sangat signifikan. Dalam sebuah pernyataan terbaru, Trump menegaskan bahwa pihaknya siap memberlakukan tarif impor sebesar 50 persen terhadap China jika negara tersebut terbukti memberikan dukungan sistem pertahanan udara kepada Iran.

Ancaman ini muncul menyusul laporan intelijen yang menyebutkan adanya indikasi Beijing tengah mempertimbangkan pengiriman alutsista ke Teheran. “Jika kita mendapatkan bukti nyata bahwa mereka melakukan itu, mereka akan dikenakan tarif 50 persen—sebuah angka yang akan sangat mengejutkan bagi ekonomi mereka,” ujar Trump sebagaimana dihimpun oleh tim redaksi kami, Selasa (14/4/2026).

Skeptisisme di Tengah Isu Intelijen

Meski mengeluarkan peringatan keras, Trump secara terbuka juga menyatakan keraguannya terhadap akurasi laporan tersebut. Ia sempat menyebut bahwa kabar mengenai keterlibatan China dalam menyuplai peralatan militer ke Iran bisa saja merupakan informasi yang kurang valid atau “palsu”.

Berita Lainnya

Diplomasi Energi India: Rangkul Kembali Iran Demi Amankan Jalur Vital Selat Hormuz

Diplomasi Energi India: Rangkul Kembali Iran Demi Amankan Jalur Vital Selat Hormuz

Sebelumnya, laporan dari media internasional sempat membocorkan penilaian intelijen AS yang mengindikasikan adanya potensi pengiriman sistem Man-Portable Air-Defense Systems (MANPADS). Senjata ini merupakan rudal permukaan-ke-udara portabel yang dapat menjadi ancaman serius bagi armada udara. Hingga kini, pihak Beijing belum memberikan konfirmasi resmi terkait tudingan panas tersebut.

Posisi China dan Stabilitas Jalur Energi

Di sisi lain, narasi mengenai peran China dalam konflik Timur Tengah terus berkembang. Beberapa laporan menyebutkan bahwa Beijing sebenarnya tengah berupaya menekan Iran agar menyetujui gencatan senjata dengan AS demi menjaga stabilitas regional. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan bahwa posisi negaranya tetap konsisten mendorong dialog damai tanpa mengonfirmasi peran sebagai mediator formal.

Berita Lainnya

Redam ‘Noise’ Negatif, Menkeu Purbaya Yakinkan Investor Wall Street Soal Ketangguhan Ekonomi RI

Redam ‘Noise’ Negatif, Menkeu Purbaya Yakinkan Investor Wall Street Soal Ketangguhan Ekonomi RI

Pengamat kebijakan global dari Nanyang Technological University, Dylan Loh, menilai bahwa China saat ini sedang bermain sangat hati-hati. Menurutnya, jika China benar-benar mengirimkan senjata ke Iran, hal itu akan menandai pergeseran drastis dalam strategi geopolitik mereka di Timur Tengah. “China tampaknya menggunakan pengaruhnya secara selektif dan hanya akan bertindak proaktif jika melihat peluang besar untuk memberikan dampak yang menguntungkan posisi mereka,” tuturnya.

Ketergantungan Ekonomi pada Selat Hormuz

Sejauh ini, belum ada bukti fisik mengenai bantuan finansial atau militer langsung dari China kepada Iran. Para ahli melihat bahwa dukungan Beijing lebih didasari oleh kepentingan ekonomi global dan ketahanan energi.

Zongyuan Zoe Liu, peneliti senior di Council on Foreign Relations, menjelaskan bahwa ekonomi China sangat bergantung pada kelancaran ekspor melalui jalur laut. “Ekonomi Beijing pada dasarnya bertumpu pada arus perdagangan maritim. Oleh karena itu, mereka sangat rentan terhadap guncangan ekonomi apabila terjadi penutupan berkepanjangan di Selat Hormuz,” pungkasnya. Situasi ini membuat Beijing berada di posisi dilematis antara menjaga sekutu politik dan mengamankan jalur nadi ekonominya.

Berita Lainnya

Sanksi Pidana Menanti Penerobos Perlintasan Kereta Api: Antara Taruhan Nyawa dan Konsekuensi Hukum Berat

Sanksi Pidana Menanti Penerobos Perlintasan Kereta Api: Antara Taruhan Nyawa dan Konsekuensi Hukum Berat
Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *