Chemistry ‘Aquarius’ Sha Ine Febriyanti dan Teddy Soeriaatmadja Berlanjut di Serial Luka, Makan, Cinta
LajuBerita — Dunia perfilman tanah air kembali disuguhi kolaborasi apik antara sutradara visioner Teddy Soeriaatmadja dengan aktris kawakan Sha Ine Febriyanti. Keduanya kembali dipertemukan dalam proyek terbaru garapan Karuna Pictures yang bertajuk Luka, Makan, Cinta (judul internasional: Made with Love). Menariknya, Ine mengungkapkan bahwa kedekatan emosional dan kesamaan visi di antara mereka berakar dari hal yang cukup unik: kesamaan zodiak.
Sinergi Zodiak di Balik Layar
Dalam sesi konferensi pers yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sha Ine Febriyanti membagikan rahasia kecil di balik kelancaran kerjanya bersama Teddy. Aktris yang lahir pada 18 Februari ini merasa memiliki frekuensi yang sama dengan sang sutradara yang lahir pada 7 Februari.
Aksi Nyata Mengetuk Pintu Langit: Langkah Hangat Pegadaian Medan Berbagi Keberkahan di Hari Jumat
“Sama-sama Aquarius soalnya,” seloroh Ine sambil tersenyum saat sesi pemotretan. Kelakar ini bukan tanpa alasan, sebab kolaborasi mereka sebelumnya dalam film Mungkin Kita Perlu Waktu (2025) telah membuktikan bahwa keduanya memiliki sinergi yang luar biasa. Teddy pun tak ragu menyebut bahwa Ine telah menjadi elemen esensial dalam karya-karyanya, bahkan mengaku sulit untuk tidak melibatkan sang aktris dalam proyek film yang ia garap.
Sentuhan Gastronomi dan Keindahan Bali
Serial Luka, Makan, Cinta tidak hanya menonjolkan kekuatan akting, tetapi juga mengeksplorasi kekayaan kuliner melalui visual yang memanjakan mata. Mengambil latar di Pulau Bali, serial ini berupaya menangkap esensi budaya dan lanskap alam yang eksotis untuk memperkuat narasi ceritanya. Serial ini menyusul tren drama bertema kuliner di Asia yang sebelumnya populer melalui judul-judul seperti Midnight Diner dari Jepang atau Bon Appetit, Your Majesty dari Korea Selatan.
Refleksi Hari Kartini: Isyana Bagoes Oka Serukan Solidaritas Perempuan demi Wujudkan Generasi Emas 2045
Tidak main-main, Ine menyebutkan bahwa hampir 50 persen adegan dalam serial ini diambil di area dapur. Untuk menjaga otentisitasnya, tim produksi melibatkan food stylist dan desainer makanan profesional sejak tahap awal syuting guna memastikan setiap hidangan yang muncul di layar memiliki presentasi terbaik dan menggugah selera.
Lebih dari Sekadar Urusan Perut
Teddy Soeriaatmadja menjelaskan bahwa pemilihan nama “Luka” untuk karakter utama—yang diperankan oleh Mawar Eva de Jongh—terinspirasi dari lagu ikonik milik penyanyi asal Amerika Serikat, Suzanne Vega. Dalam ceritanya, Luka digambarkan sebagai seorang sous chef yang ambisius. Ia terjebak dalam dinamika batin karena merasa sudah layak menjadi head chef, namun sang ibu belum memberikan kepercayaan penuh kepadanya.
BKSAP DPR RI Kecam Agresi Israel di Timur Tengah: Ancaman Nyata Perang Dunia Ketiga
“Dinamika itu sangat menarik bagi saya. Latar dapur restoran menambah rasa dan karakter bagi cerita ini. Namun pada akhirnya, ini adalah tentang hubungan antarmanusia, baik itu ibu dan anak, pasangan, maupun pertemanan,” ungkap Teddy.
Serial yang dibintangi juga oleh Deva Mahenra ini akan hadir dalam delapan episode emosional. Penonton dapat mulai menikmati sajian audiovisual yang menggabungkan drama dan seni memasak ini di Netflix mulai 15 April 2026 mendatang.