Modernisasi Pendidikan Nonformal: TKA Mandiri dan Kolaboratif Jadi Kunci Kredibilitas PKBM

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
15 Apr 2026, 22:16 WIB
Modernisasi Pendidikan Nonformal: TKA Mandiri dan Kolaboratif Jadi Kunci Kredibilitas PKBM

LajuBerita — Transformasi besar kini tengah menyapa dunia pendidikan nonformal di Indonesia. Langkah serius dalam meningkatkan mutu lulusan terlihat dari penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang kini dirancang lebih mandiri dan kolaboratif. Model ujian yang adaptif ini diyakini menjadi jawaban atas dinamika kebutuhan peserta didik di berbagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di seluruh tanah air.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengungkapkan bahwa pendekatan ini bukan sekadar formalitas evaluasi. Menurutnya, variasi model pelaksanaan antara PKBM mandiri dan kolaboratif mencerminkan kebijakan yang inklusif. Kebijakan pendidikan nonformal saat ini tidak hanya mengejar standarisasi yang kaku, tetapi juga memberikan ruang gerak bagi satuan pendidikan untuk beradaptasi dengan kondisi riil di lapangan.

Berita Lainnya

Evaluasi Mendalam Tangerang Hawks: Belajar dari Kekalahan Kontra Hornbills Demi Misi Besar di Playoff IBL 2026

Evaluasi Mendalam Tangerang Hawks: Belajar dari Kekalahan Kontra Hornbills Demi Misi Besar di Playoff IBL 2026

Menyeimbangkan Fleksibilitas dan Standar Mutu

Selama ini, tantangan terbesar PKBM adalah heterogenitas peserta, mulai dari rentang usia yang lebar hingga kesibukan pekerjaan yang menyita waktu. Tatang menilai, skema TKA yang lebih tertib dan terstruktur merupakan titik balik penting dalam sistem evaluasi pendidikan nasional. Jika dahulu fleksibilitas adalah nilai jual utama, kini pemerintah berupaya menyelaraskan fleksibilitas tersebut dengan standar kualitas yang mumpuni.

“Pendekatan ini sangat efektif untuk menjawab tantangan khas di PKBM, seperti keterbatasan sarana maupun heterogenitas latar belakang warga belajar. Ini adalah upaya memperkuat posisi PKBM sebagai bagian integral yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional,” ujar Tatang di Jakarta.

Berita Lainnya

Bentengi Garda Terdepan, Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak Bagi Ratusan Ribu Nakes di 14 Wilayah Berisiko

Bentengi Garda Terdepan, Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak Bagi Ratusan Ribu Nakes di 14 Wilayah Berisiko

Potret Keberhasilan di PKBM Bina Cipta Bandung

Salah satu bukti nyata keberhasilan model adaptif ini terpantau di PKBM Bina Cipta Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. Pelaksanaan TKA untuk jenjang Paket B (setara SMP) pada pertengahan April 2026 lalu dilaporkan berjalan tanpa kendala berarti. Menariknya, tingkat kehadiran peserta mencapai angka sempurna, yakni 100 persen.

Sebanyak 26 warga belajar mengikuti rangkaian ujian yang mencakup literasi, numerasi, hingga survei lingkungan belajar. Untuk mengantisipasi kendala waktu, ujian dibagi dalam dua sesi per hari, menunjukkan betapa manajemen waktu yang taktis menjadi kunci kesuksesan Kemendikdasmen dalam menjangkau masyarakat luas.

Strategi Akhir Pekan untuk Warga Belajar

Keberhasilan di lapangan tentu tidak datang tiba-tiba. Kepala PKBM Bina Cipta Ujungberung, Santi Susilawati, membeberkan rahasia di balik lancarnya ujian tersebut. Strategi utamanya adalah membangun komitmen sejak dini dengan para peserta dan memilih waktu pelaksanaan yang tepat.

Berita Lainnya

Sinergi Strategis BSI dan ANTAM: Revolusi Investasi Emas Melalui Penguatan Ekosistem Bullion Bank

Sinergi Strategis BSI dan ANTAM: Revolusi Investasi Emas Melalui Penguatan Ekosistem Bullion Bank

“Kami melaksanakan ujian pada hari Sabtu dan Minggu. Ini adalah langkah strategis karena mayoritas warga belajar kami sudah bekerja dan memiliki keterbatasan waktu di hari kerja,” jelas Santi. Penyesuaian jadwal ini membuktikan bahwa aturan nasional tetap bisa dijalankan secara harmonis dengan kebutuhan lokal tanpa mengurangi nilai dari evaluasi itu sendiri.

Dengan pelaksanaan yang semakin matang dan kredibel, lulusan PKBM diharapkan tidak lagi dipandang sebelah mata. TKA kini berfungsi lebih dari sekadar alat uji, melainkan sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan nilai tawar dan masa depan para pembelajar sepanjang hayat di Indonesia.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *