Gertakan ‘Satu Malam’ Trump ke Iran Picu Gejolak Harga Minyak Dunia

Reporter Nasional | LajuBerita
07 Apr 2026, 14:49 WIB
Gertakan 'Satu Malam' Trump ke Iran Picu Gejolak Harga Minyak Dunia

LajuBerita — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali mencapai titik didih setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman militer yang sangat keras terhadap Iran. Trump memberikan peringatan bahwa Teheran akan “dihancurkan dalam satu malam” jika jalur pelayaran vital di Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali untuk lalu lintas perdagangan internasional.

Gertakan pemimpin Negeri Paman Sam ini langsung mengirimkan gelombang kejut ke pasar energi global. Berdasarkan pantauan data pasar pada Selasa (7/4/2026), harga minyak mentah dunia meroket tajam. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei melonjak lebih dari 2,9% hingga menyentuh level US$ 115,63 per barel. Tak ketinggalan, minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Juni juga menguat 1,5% ke posisi US$ 111,43 per barel.

Berita Lainnya

Trump Ultimatum China: Tarif 50% Menanti Jika Beijing Nekat Pasok Senjata ke Iran

Trump Ultimatum China: Tarif 50% Menanti Jika Beijing Nekat Pasok Senjata ke Iran

Blokade Selat Hormuz dan Kelumpuhan Energi

Lonjakan harga ini merupakan imbas langsung dari terganggunya pasokan energi dunia akibat tersumbatnya Selat Hormuz. Jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman tersebut telah mengalami gangguan serius sejak pecahnya konflik internasional pada 28 Februari lalu. Sebagai jalur nadi utama bagi sekitar 20 juta barel minyak per hari, penutupan selat ini menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi global.

Dalam pernyataan terbarunya, Trump menegaskan bahwa militer AS siap membidik infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan-jembatan strategis. Ultimatum tersebut berlaku hingga Selasa pukul 8 malam waktu setempat. Trump mengklaim bahwa langkah tegas ini diambil untuk memastikan kelancaran pasokan energi global yang terdampak oleh kebijakan Iran.

Berita Lainnya

Akses Menuju Stadion Kelas Dunia Kian Terbuka, Stasiun KRL JIS Targetkan Operasi Juni 2026

Akses Menuju Stadion Kelas Dunia Kian Terbuka, Stasiun KRL JIS Targetkan Operasi Juni 2026

Negosiasi di Tengah Ancaman Perang

Meskipun melontarkan ancaman penghancuran, Trump mengisyaratkan adanya proses diplomasi yang berjalan di balik layar. Ia menyebutkan bahwa Teheran sedang melakukan negosiasi dengan itikad baik, yang turut didorong oleh tekanan dari berbagai negara yang terdampak krisis ini.

“Mereka memiliki waktu sampai besok. Kita akan melihat apa yang terjadi. Saya bisa katakan, mereka sedang bernegosiasi, dan kami pikir itu dilakukan dengan niat baik,” ujar Trump sebagaimana dilaporkan oleh LajuBerita.

Laporan dari Reuters mengungkapkan bahwa AS dan Iran sebenarnya tengah membahas formula untuk mengakhiri perang yang telah berkecamuk selama lima minggu terakhir. Namun, titik temu masih sulit dicapai. Iran secara tegas menolak usulan gencatan senjata versi Amerika dan mengajukan syarat sendiri, yakni:

Berita Lainnya

Revolusi Standar Produk: Indonesia Wajibkan Sertifikasi Halal Menyeluruh Mulai Oktober 2026

Revolusi Standar Produk: Indonesia Wajibkan Sertifikasi Halal Menyeluruh Mulai Oktober 2026
  • Penghentian konflik secara permanen.
  • Jaminan jalur aman di Selat Hormuz.
  • Pencabutan seluruh sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Trump sendiri menilai usulan dari pihak Iran sebagai langkah yang cukup signifikan, meski ia menekankan bahwa tawaran tersebut belum memenuhi standar yang diinginkan Washington.

Ketidakpastian yang Menghantui Pasar

Meskipun ada sedikit tanda-tanda pemulihan dengan melintasnya delapan kapal tanker awal pekan ini—naik dari rata-rata dua kapal per hari pada bulan Maret—angka ini masih jauh di bawah kondisi normal. Sebelum konflik pecah, jalur ini merupakan lintasan rutin bagi jutaan barel minyak setiap harinya.

Ed Yardeni, Presiden Yardeni Research, memperingatkan bahwa investor saat ini berada dalam posisi yang sangat rentan. Ketidakpastian mengenai apakah konflik akan berakhir damai atau justru meledak menjadi perang terbuka membuat pasar tetap waspada.

Berita Lainnya

Badai Merah di Pasar Modal: IHSG Ambruk 6,61 Persen, Dana Asing Rp 42 Triliun Meluap dari Lantai Bursa

Badai Merah di Pasar Modal: IHSG Ambruk 6,61 Persen, Dana Asing Rp 42 Triliun Meluap dari Lantai Bursa

“Tidak ada cara pasti untuk memprediksi hasil akhirnya. Kita tidak bisa mencoret kemungkinan Iran akan menyerah, atau justru Trump yang akan mengulur tenggat waktu demi kemajuan negosiasi. Namun, risiko eskalasi perang tetap mengintai di depan mata,” pungkas Yardeni.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *