Hujan Badai di Tangerang: InJourney Airports Beberkan Pemicu Kerusakan Atap Terminal 3 Soetta
LajuBerita — Insiden mengejutkan melanda kawasan elit Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta setelah atap di area Boarding Lounge Gate 7 dilaporkan jebol akibat terjangan cuaca ekstrem. Menanggapi peristiwa tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports akhirnya buka suara mengenai penyebab utama di balik kerusakan infrastruktur yang sempat mengganggu kenyamanan penumpang tersebut.
Kronologi dan Pemicu Kerusakan
Berdasarkan hasil investigasi internal, pihak manajemen mengungkapkan bahwa kombinasi antara hujan lebat dengan intensitas tinggi dan angin kencang menjadi faktor determinan. Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, menjelaskan bahwa sistem pipa drainase di area tersebut tidak mampu lagi membendung debit air hujan yang datang secara mendadak dalam volume yang sangat besar.
Siasat Cerdik RI: Mengalihkan Arus Ekspor ke Asia-Afrika di Tengah Bara Konflik Timur Tengah
“Kerusakan ini dipicu oleh tingginya debit air hujan yang melampaui kapasitas tampung pipa drainase kami. Hal ini menyebabkan beban berlebih pada struktur atap di titik tersebut,” ungkap Arie dalam keterangan resminya kepada tim LajuBerita pada Selasa (7/4/2026).
Peringatan Dini BMKG dan Kondisi Lapangan
Kondisi cuaca pada saat kejadian memang terpantau sangat buruk. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat peringatan kritis berupa Wind Shear Warning di seluruh area landasan pacu (runway) dengan kecepatan angin yang menyentuh angka 30 knot. Selain itu, muncul pula Aerodrome Warning mengenai potensi thunderstorm rain (TSRA) yang membawa embusan angin antara 17 hingga 30 knot.
Fenomena alam ini terjadi dalam rentang waktu yang sangat singkat namun masif, sehingga memberikan tekanan besar pada fasilitas bandara yang tengah beroperasi penuh.
Ketahanan Ekonomi RI Kuartal I-2026: Sektor Ritel Tetap Melaju di Tengah Gejolak Global
Langkah Penanganan dan Komitmen Perbaikan
InJourney Airports memastikan bahwa aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Segera setelah insiden terjadi, area di sekitar Boarding Gate 7 langsung disterilkan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan bagi para pengguna jasa.
Arie menambahkan bahwa proses perbaikan kini tengah dikebut dan diproyeksikan bakal rampung paling lambat pada Rabu, 8 April 2026. “Kami bergerak cepat sesuai dengan SOP penanganan gangguan infrastruktur terminal. Sterilisasi lokasi dilakukan agar pelayanan di titik lain tetap berjalan normal dan aman bagi penumpang,” imbuhnya.
Permohonan Maaf Manajemen
Menyadari adanya gangguan terhadap kenyamanan penumpang, pihak manajemen menyampaikan permohonan maaf yang mendalam. Gangguan ini diakui berdampak pada pengalaman para pelancong dan mitra usaha yang berada di lokasi kejadian.
Ketahanan Pangan RI Terjepit Konflik Timur Tengah dan El Nino Godzilla, Amran: Stok Nasional Masih Aman
“Mewakili manajemen InJourney Airports, kami memohon maaf kepada masyarakat, penumpang pesawat, dan mitra usaha atas ketidaknyamanan yang terjadi di Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur bandara demi mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tutup Arie.
Hingga saat ini, operasional bandara secara keseluruhan dilaporkan masih berjalan dengan lancar dan kondusif, meski terdapat pembatasan akses di area yang sedang dalam tahap renovasi.