Langkah Nyata Pemkot Jaktim Tekan Stunting: Ribuan ASN Dikerahkan Jadi Orang Tua Asuh
LajuBerita — Upaya memutus mata rantai stunting di wilayah Jakarta Timur kini memasuki babak baru yang lebih personal dan terukur. Pemerintah Kota Jakarta Timur terus mengakselerasi program intervensi gizi dengan menggerakkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk turun tangan langsung sebagai orang tua asuh bagi anak-anak yang terindikasi tengkes.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menegaskan bahwa keterlibatan ASN bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral dalam menyelamatkan generasi masa depan. Dalam skema inovatif ini, setiap ASN didorong untuk mendampingi satu hingga dua anak guna memastikan asupan gizi dan perhatian medis mereka terpenuhi secara konsisten.
“Kami mengimbau setiap ASN di lingkungan Pemkot Jakarta Timur untuk mengambil peran aktif. Melalui program bapak asuh dan anak asuh ini, kita ingin memastikan setiap anak mendapatkan pemantauan yang optimal, baik dari segi nutrisi maupun stimulasi tumbuh kembangnya,” ujar Munjirin di Jakarta, Selasa.
Magis Villa Park: Aston Villa Hancurkan Nottingham Forest 4-0 Menuju Final Liga Europa
Pendekatan Multidimensional dalam Penanganan Stunting
Munjirin memaparkan bahwa persoalan stunting tidak bisa hanya dilihat dari kacamata medis semata. Masalah ini merupakan benang kusut yang melibatkan berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari ketahanan ekonomi keluarga, pemahaman orang tua mengenai pola asuh anak, hingga akses terhadap sanitasi dan lingkungan yang sehat.
Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama. Pihaknya telah memperkuat komitmen melalui penandatanganan pakta integritas dalam gelaran Pra Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tematik stunting yang berlangsung pada Senin (6/4) lalu. Langkah ini melibatkan Unit Perangkat Daerah (UPD) hingga unsur Forkopimko untuk bergerak dalam satu komando yang selaras.
Fokus Wilayah dan Data Sebaran Kasus
Sebagai langkah awal yang lebih spesifik, perhatian saat ini tengah tertuju pada Kecamatan Cipayung. Berdasarkan laporan terbaru, terdapat 83 anak yang masuk dalam radar pemantauan ketat. Dari jumlah tersebut, 10 anak terdeteksi mengalami gizi buruk, sementara 73 lainnya memiliki masalah gizi yang memerlukan penanganan intensif.
Aksi Heroik di Balik May Day Batam: Saat Ribuan Buruh Turun ke Jalan Bukan Untuk Orasi, Melainkan Membela Kebersihan Kota
Pemerintah telah menyiapkan skema Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang akan diawasi secara ketat selama tiga bulan penuh. Program kesehatan masyarakat ini bertujuan untuk memastikan berat badan dan tinggi badan anak kembali ke jalur pertumbuhan yang ideal.
Secara lebih luas, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur mencatat total 812 kasus stunting pada awal tahun 2025. Data tersebut merinci 268 anak dalam kategori sangat pendek dan 544 anak kategori pendek. Wilayah Cakung tercatat memiliki angka tertinggi dengan 147 kasus, disusul oleh Kramat Jati (102 kasus), dan Matraman (100 kasus).
Membangun Generasi Emas yang Kompetitif
Melalui gerakan kolaboratif ini, Pemkot Jakarta Timur optimistis dapat menekan angka prevalensi stunting secara signifikan dari tahun ke tahun. Selain intervensi gizi, edukasi sejak dini seperti mengajak siswa gemar makan ikan dan memperkuat deteksi dini di tingkat Puskesmas juga terus digalakkan.
Tiket Asian Games 2026 Diamankan, Timnas Hoki Putra Indonesia Ukir Prestasi Gemilang di Thailand
“Permasalahan ini membutuhkan kerja gotong royong. Jika kita bergerak bersama, membagi peran dengan tepat, saya yakin kualitas hidup anak-anak di Jakarta Timur akan meningkat pesat, menyiapkan mereka menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing,” pungkas Munjirin optimis.