Skandal Adva Lavie: Model Dewasa yang Diduga Kuras Harta Pria Tua, Temuan Rp 3 Miliar Jadi Bukti

Reporter Lifestyle | LajuBerita
07 Apr 2026, 19:51 WIB
Skandal Adva Lavie: Model Dewasa yang Diduga Kuras Harta Pria Tua, Temuan Rp 3 Miliar Jadi Bukti

LajuBerita — Gemerlap gaya hidup mewah di Los Angeles sering kali menyimpan sisi gelap yang tak terduga. Kali ini, perhatian publik tertuju pada sosok Adva Lavie, seorang model majalah dewasa yang tengah menghadapi tuduhan serius terkait aksi kriminal terencana. Penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa di balik pose-pose menawannya, Lavie diduga menjalankan skema pemerasan dan pencurian yang menargetkan kaum elit di Beverly Hills dan West Hollywood.

Penggerebekan Apartemen dan Temuan ‘Harta Karun’ Ilegal

LajuBerita melaporkan bahwa pada Mei 2025, pihak kepolisian melakukan penggeledahan di apartemen Lavie yang terletak di kawasan Holt Avenue. Detektif Andrea March mengungkapkan fakta mengejutkan: di dalam dua brankas besar, ditemukan uang tunai lebih dari US$ 200 ribu atau setara Rp 3 miliar, emas batangan, koin berharga, hingga senjata api. Tak hanya itu, polisi juga menyita puluhan item pakaian mewah dan sekitar 20 pasang sepatu bermerek yang diduga hasil pencurian barang mewah.

Berita Lainnya

Antara Visual dan Realita: Kontroversi Wajah ‘Flawless’ Zhang Linghe di Serial Pursuit of Jade Picu Reaksi Pemerintah China

Antara Visual dan Realita: Kontroversi Wajah ‘Flawless’ Zhang Linghe di Serial Pursuit of Jade Picu Reaksi Pemerintah China

Kecurigaan ini bermula dari laporan Elizabeth Craine. Ia mengenali gaun bermotif zebra miliknya yang sangat langka dikenakan oleh Lavie dalam sebuah unggahan di Instagram. Barang-barang tersebut sebelumnya disimpan di rumah sang ayah, Michael Craine, seorang pria berusia 80 tahun yang sempat menjalin hubungan dengan sang model.

Modus ‘Honey Trap’ Melalui Aplikasi Kencan

Berdasarkan dokumen pengadilan, jaksa menuduh Lavie telah menjalankan aksinya sejak tahun 2023 hingga 2025. Ia diduga sengaja menjerat pria-pria kaya berusia lanjut melalui aplikasi kencan untuk kemudian melakukan pemerasan dan penipuan. Beberapa korban akhirnya berani bersuara dan menceritakan pengalaman pahit mereka:

  • Alireza Salehpour: Bertemu di sebuah festival seni di Miami, Alireza dipaksa membayar biaya ‘waktu bersama’ dan ongkos Uber melalui Apple Pay. Saat menolak, Lavie mengunggah foto Alireza dengan narasi menghina di media sosial sebagai alat pemerasan.
  • Scott Thurman: Warga Hermosa Beach ini menemukan transaksi kartu kredit misterius untuk pembelian kosmetik dan tiket pesawat. Alih-alih meminta maaf saat dikonfrontasi, Lavie justru balik menuduhnya melakukan kekerasan seksual.
  • Eden Lynn Strelioff: Kehilangan kartu kredit dan uang tunai saat mengundang Lavie (yang menggunakan nama samaran ‘Mia Ventura’) ke sebuah sesi podcast di Las Vegas.

Pembelaan Miliarder dan Ancaman Hukuman Berat

Di tengah badai kasus kriminal internasional ini, muncul fakta menarik bahwa Lavie saat ini bertunangan dengan Stephen Cloobeck, seorang miliarder ternama. Cloobeck bahkan pasang badan dengan membiayai seluruh tim pengacara Lavie. Ia mengklaim bahwa tunangannya hanyalah korban dari ‘sisi gelap’ pergaulan elite Los Angeles dan menyebut para pelapor sebagai predator.

Berita Lainnya

Ramalan Zodiak Cinta 8 Mei: Virgo Sedang Berbunga-bunga, Leo Diuji Kesabaran Menghadapi Tekanan Asmara

Ramalan Zodiak Cinta 8 Mei: Virgo Sedang Berbunga-bunga, Leo Diuji Kesabaran Menghadapi Tekanan Asmara

Meski telah menyerahkan diri pada Oktober lalu, Lavie tidak bisa bebas begitu saja. Ia kini berada dalam pengawasan ketat dengan gelang pelacakan GPS, dilarang meninggalkan negara, dan diblokir total dari segala jenis aplikasi kencan. Adva Lavie dijadwalkan akan segera menghadapi sidang dakwaan atas enam tuduhan pidana berat, termasuk pencurian besar-besaran, pembobolan, hingga penyalahgunaan identitas tanpa izin.

Reporter Lifestyle

Reporter Lifestyle

Menyajikan berita hiburan, teknologi, kesehatan, travel, dan otomotif dengan gaya menarik dan informatif.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *