Juto Tsuji Lepas Hak Waris Rp 213 Miliar dari Mendiang Miho Nakayama, Ternyata Ini Alasannya

Reporter Lifestyle | LajuBerita
08 Apr 2026, 07:19 WIB
Juto Tsuji Lepas Hak Waris Rp 213 Miliar dari Mendiang Miho Nakayama, Ternyata Ini Alasannya

LajuBerita — Kabar mengejutkan datang dari pusaran peninggalan mendiang aktris legendaris Jepang, Miho Nakayama. Putra tunggalnya, Juto Tsuji, secara resmi memutuskan untuk melepas hak waris atas harta sang ibu yang nilainya ditaksir mencapai 2 miliar yen atau setara dengan Rp 213 miliar. Keputusan pemuda berusia 22 tahun yang kini menetap di Paris tersebut seketika menjadi buah bibir di tengah duka yang masih menyelimuti industri hiburan Negeri Sakura.

Melansir laporan dari media lokal Jepang seperti Josei Jishin dan Jujumun, penolakan warisan dalam jumlah fantastis ini memicu banyak spekulasi. Namun, di balik angka nol yang berderet panjang itu, terungkap sebuah realita pahit mengenai keretakan hubungan emosional yang telah berlangsung selama satu dekade terakhir. Juto dikabarkan memilih untuk menjauh dari bayang-bayang kekayaan sang ibu demi ketenangan hidupnya sendiri.

Berita Lainnya

Romansa di Lintasan Tokyo: Lewis Hamilton Ajak Kim Kardashian ‘Drifting’ Mewah dengan Ferrari F40

Romansa di Lintasan Tokyo: Lewis Hamilton Ajak Kim Kardashian ‘Drifting’ Mewah dengan Ferrari F40

Retaknya Hubungan Ibu dan Anak

Ketidakharmonisan antara Miho Nakayama dan putranya bukanlah rahasia baru bagi lingkungan terdekat mereka. Benih-benih jarak ini mulai tertanam sejak Miho bercerai dengan penulis ternama Hitonari Tsuji pada tahun 2014 silam. Pasangan yang menikah pada 2002 ini sempat membina rumah tangga di Paris, tempat Juto dilahirkan.

Pasca perceraian, Juto tetap tinggal di Prancis bersama ayahnya, sementara Miho kembali ke Jepang untuk melanjutkan kariernya. Perpisahan geografis ini lambat laun bertransformasi menjadi jurang komunikasi yang dalam. Selama bertahun-tahun, dilaporkan hampir tidak ada interaksi emosional yang berarti antara ibu dan anak ini, yang disinyalir menjadi alasan utama mengapa Juto merasa tidak memiliki keterikatan batin dengan harta peninggalan ibunya.

Berita Lainnya

Tampil Modis Ala Hyunjin Stray Kids: Menilik Eksklusivitas Koleksi GUESS di Grand Indonesia

Tampil Modis Ala Hyunjin Stray Kids: Menilik Eksklusivitas Koleksi GUESS di Grand Indonesia

Beban Pajak Warisan yang Mencekik

Selain faktor sentimentil, ada alasan pragmatis yang sangat masuk akal di balik keputusan Juto. Berdasarkan regulasi di Jepang, pajak warisan untuk nilai aset yang sangat besar bisa menyentuh angka 55 persen. Ini berarti, hampir separuh dari harta tersebut harus diserahkan kepada negara dalam bentuk tunai.

Masalahnya, kekayaan Miho tidak semuanya berbentuk uang cair (likuid). Aset tersebut meliputi:

  • Properti real estat yang tersebar di beberapa lokasi.
  • Hak cipta karya seni dan royalti musik.
  • Investasi jangka panjang lainnya.

Bagi Juto yang tinggal di luar negeri, mengelola aset-aset rumit ini di Jepang merupakan beban logistik dan finansial yang sangat berat. Mencairkan aset properti atau hak cipta dalam waktu singkat demi membayar pajak puluhan miliar rupiah bukanlah perkara mudah, bahkan bagi seorang ahli waris sekalipun.

Berita Lainnya

Tangis Pilu Ahn Jae Hyun Pecah: Ramalan Takdir Hidup Sebatang Kara Tanpa Istri dan Anak Menjadi Sorotan

Tangis Pilu Ahn Jae Hyun Pecah: Ramalan Takdir Hidup Sebatang Kara Tanpa Istri dan Anak Menjadi Sorotan

Mengenang Sang Ikon ‘Love Letter’

Sosok Miho Nakayama sendiri adalah fenomena di era 80-an dan 90-an. Memulai debutnya pada 1985 lewat drama I Always Make a Fuss, ia dengan cepat memikat hati publik dan mendapatkan julukan sayang ‘Miporin’. Puncak popularitasnya di kancah internasional diraih melalui film legendaris Love Letter (1995), di mana dialog ikoniknya masih sering dikutip hingga hari ini.

Kepergiannya yang mendadak pada 6 Desember 2024 di kediamannya di Shibuya-ku, Tokyo, menyisakan luka mendalam bagi para penggemar. Meski Miho ditemukan tak bernyawa tepat sebelum jadwal pertunjukan Natalnya di Osaka, dedikasi fans tak luntur; mereka tetap memadati lokasi acara hanya untuk meletakkan bunga dan mengenang sang bintang yang kini telah tiada.

Berita Lainnya

Rahasia Eksklusif ‘Old Money’: Mengungkap 7 Kebiasaan dan Hobi Mewah Versi JPMorgan

Rahasia Eksklusif ‘Old Money’: Mengungkap 7 Kebiasaan dan Hobi Mewah Versi JPMorgan

Kini, dengan ditolaknya warisan tersebut, harta peninggalan Miho kemungkinan besar akan diproses sesuai hukum perdata Jepang yang berlaku. Sebuah akhir cerita yang ironis bagi sang primadona yang semasa hidupnya berhasil menjual lebih dari 17 juta kopi album namun meninggalkan warisan yang justru dihindari oleh darah dagingnya sendiri.

Reporter Lifestyle

Reporter Lifestyle

Menyajikan berita hiburan, teknologi, kesehatan, travel, dan otomotif dengan gaya menarik dan informatif.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *