Strategi Energi Prabowo: Indonesia Tetap Kokoh Meski Jalur Selat Hormuz Terganggu

Reporter Nasional | LajuBerita
08 Apr 2026, 15:50 WIB
Strategi Energi Prabowo: Indonesia Tetap Kokoh Meski Jalur Selat Hormuz Terganggu

LajuBerita — Di tengah awan mendung yang menyelimuti stabilitas geopolitik Timur Tengah, Presiden Prabowo Subianto membawa angin segar terkait ketangguhan ekonomi domestik. Di saat dunia mencemaskan pasokan energi akibat ketegangan di Selat Hormuz, Presiden dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia berada dalam posisi yang relatif aman dari ancaman krisis pasokan tersebut.

Optimisme ini didasari oleh analisis mendalam mengenai peta distribusi energi nasional. Jalur Selat Hormuz, yang selama ini dikenal sebagai urat nadi perdagangan minyak dunia dengan kontribusi sekitar 20 persen distribusi global, ternyata tidak menjadi jalur utama bagi pasokan energi tanah air. Hal inilah yang membuat pemerintah yakin bahwa roda ekonomi Indonesia akan terus berputar meski jalur strategis tersebut mengalami hambatan.

Berita Lainnya

Misi Strategis Prabowo dan Bahlil di Moskow: Menakar Peluang Pasokan Minyak Rusia untuk Indonesia

Misi Strategis Prabowo dan Bahlil di Moskow: Menakar Peluang Pasokan Minyak Rusia untuk Indonesia

Ketahanan Nasional di Tengah Gejolak Global

“Setelah dipelajari, kita akan kuat menghadapi setahun ini. Sumber-sumber minyak dan gas kita tidak terlalu banyak yang melewati Selat Hormuz,” ujar Presiden Prabowo dalam Taklimat pada Rapat Kinerja Pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Presiden menekankan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Strategi diversifikasi sumber energi terus dimatangkan untuk memastikan ketahanan energi tetap terjaga. Selain melirik alternatif sumber energi dari luar kawasan Timur Tengah, Prabowo optimistis dengan potensi kekuatan energi domestik yang terus dioptimalkan.

Komitmen Perlindungan Rakyat Kecil

Tak hanya bicara soal makroekonomi, Presiden juga memberikan kepastian yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat luas mengenai harga bahan bakar. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa kebijakan BBM subsidi akan tetap dipertahankan untuk melindungi daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.

Berita Lainnya

Pemerintah Siap Bidik Rp 12 Triliun dari Lelang Sukuk Negara, Green Sukuk Kembali Jadi Andalan

Pemerintah Siap Bidik Rp 12 Triliun dari Lelang Sukuk Negara, Green Sukuk Kembali Jadi Andalan

“Tenang, untuk BBM subsidi akan kita pertahankan bagi rakyat kecil. Kita akan jaga ini untuk 80 persen rakyat kita,” tegas Prabowo. Namun, di sisi lain, ia juga memberikan peringatan tegas mengenai aspek keadilan sosial dalam distribusi energi. Menurutnya, kelompok masyarakat mampu atau kalangan kaya harus mulai beradaptasi dengan mekanisme harga pasar.

“Pada saatnya nanti, orang kuat dan orang kaya kalau pakai bensin mahal ya harus menggunakan harga pasar,” pungkasnya. Langkah ini diambil agar subsidi negara benar-benar tepat sasaran dan tidak membebani APBN secara berlebih, sekaligus memastikan fondasi ekonomi nasional tetap kokoh menghadapi ketidakpastian global di masa depan.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *