Waspada ‘Echo Chamber’, Presiden Prabowo Sebut Hoaks di Media Sosial Ancaman Serius Bagi Negara

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
08 Apr 2026, 17:26 WIB
Waspada 'Echo Chamber', Presiden Prabowo Sebut Hoaks di Media Sosial Ancaman Serius Bagi Negara

LajuBerita — Di tengah pusaran transformasi digital yang kian masif, Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras mengenai sisi gelap jagat maya. Dalam pertemuan strategis bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, Kepala Negara menekankan bahwa penyebaran fitnah dan hoaks melalui platform media sosial kini memiliki daya rusak yang tak kalah mengerikan dibanding serangan militer konvensional.

Prabowo menggarisbawahi bagaimana evolusi teknologi telah menggeser paradigma ancaman terhadap kedaulatan sebuah bangsa. Jika di masa lalu penghancuran negara membutuhkan pengerahan pasukan atau serangan bom, kini stabilitas nasional bisa diguncang hanya melalui narasi palsu yang disebarkan secara masif di ruang digital.

Bahaya ‘Echo Chamber’ dan Manipulasi Digital

Menurut Presiden, kecanggihan teknologi digital saat ini, termasuk pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI), memungkinkan pihak-pihak tertentu untuk memanipulasi opini publik dengan biaya yang relatif murah. Fenomena ini sering kali menciptakan efek gema atau echo chamber, di mana sebuah isu kecil bisa terlihat sangat besar dan meyakinkan karena didorong oleh ribuan akun anonim.

Berita Lainnya

Menghidupkan Kembali Semangat Bandung: Upaya Kemenbud Jadikan Budaya Sebagai Jembatan Perdamaian Dunia

Menghidupkan Kembali Semangat Bandung: Upaya Kemenbud Jadikan Budaya Sebagai Jembatan Perdamaian Dunia

“Jadi, yang agak repot mungkin 100 orang, 5.000 orang bisa bikin heboh. Nah, ini namanya echo chamber. Dalam pembelajaran intelijen, ini adalah salah satu teknik bagaimana merusak sebuah negara lain,” ungkap Prabowo Subianto di hadapan para pembantunya.

Sinergi Birokrasi Menghadapi Ancaman Modern

Menyadari kompleksitas tantangan tersebut, Presiden sengaja mengumpulkan menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselon I dari seluruh kementerian dan lembaga. Tujuannya jelas: memastikan adanya kesamaan pemahaman dan gerak langkah dalam menghadapi disinformasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Angga Raka Prabowo, menjelaskan bahwa arahan langsung dari Presiden sangat krusial agar jajaran birokrasi tidak bekerja secara terkotak-kotak. “Bapak Presiden merasa penting untuk menyampaikan juga secara langsung kepada seluruh eselon I, karena kita semua ini kesatuan. Di sebuah kementerian ada menteri, didukung oleh para eselon I, dan jajaran di bawahnya,” tegas Angga.

Berita Lainnya

Misi Besar Menko IPK: Menenun Keadilan Sosial Melalui Pemerataan Infrastruktur Nasional

Misi Besar Menko IPK: Menenun Keadilan Sosial Melalui Pemerataan Infrastruktur Nasional

Pertemuan ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat pertahanan di ruang siber sembari tetap fokus pada kebijakan strategis lainnya, termasuk mitigasi krisis pangan dan energi yang juga menjadi perhatian utama sang Kepala Negara. Di akhir taklimatnya, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk lebih kritis dalam mencerna setiap informasi agar tidak terjebak dalam skenario adu domba di dunia digital.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *