Bitcoin Meroket ke Rp 1,2 Miliar: Gencatan Senjata Trump Picu Optimisme Pasar Kripto Global

Reporter Nasional | LajuBerita
11 Apr 2026, 16:56 WIB

LajuBerita — Angin segar bertiup kencang ke arah pasar aset digital global. Raja kripto, Bitcoin (BTC), terpantau melakukan lompatan signifikan hingga menyentuh angka psikologis Rp 1,2 miliar. Lonjakan ini terjadi tak lama setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana gencatan senjata dengan Iran, sebuah langkah geopolitik yang langsung direspons positif oleh para pelaku pasar di seluruh dunia.

Respon Pasar Terhadap Stabilitas Geopolitik

Berdasarkan pantauan data dari Coinmarketcap, harga Bitcoin mencatatkan penguatan sebesar 0,86% dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Saat ini, BTC bertengger di level US$ 72.793 atau setara dengan Rp 1,24 miliar, dengan asumsi kurs rupiah berada di angka Rp 17.089 per dolar AS. Ketegangan yang mereda di Timur Tengah tampaknya menjadi katalis utama bagi investor untuk kembali melirik aset berisiko.

Berita Lainnya

Gebrakan Ekonomi Sumsel: OJK Lepas Ekspor Produk Kelapa ke Pasar Global Melalui Inisiatif Sultan Muda

Gebrakan Ekonomi Sumsel: OJK Lepas Ekspor Produk Kelapa ke Pasar Global Melalui Inisiatif Sultan Muda

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, memberikan pandangannya terkait fenomena ini. Menurutnya, pengumuman gencatan senjata tersebut merupakan sinyal hijau yang dinanti-nantikan oleh para pemilik modal. Efek domino ini tidak hanya menyasar pasar kripto, tetapi juga merembet ke bursa saham konvensional, di mana indeks S&P 500 sempat terkerek naik hingga 1,9%.

“Reli Bitcoin saat ini lebih mencerminkan perubahan sentimen makro global, terutama meredanya risiko geopolitik. Dalam situasi seperti ini, Bitcoin bergerak selaras dengan aset berisiko lainnya, tidak hanya didorong oleh faktor internal semata,” jelas Fyqieh dalam laporan yang diterima LajuBerita.

Analisis Teknikal: Peluang Menuju Rp 1,25 Miliar

Secara teknikal, pergerakan Bitcoin menunjukkan tren yang cukup solid. Fyqieh memproyeksikan bahwa jika Bitcoin mampu mempertahankan posisinya di atas level US$ 71.500, maka target berikutnya berada di angka US$ 73.500 atau sekitar Rp 1,25 miliar. Namun, ia juga memberikan catatan penting bahwa volatilitas tetap tinggi dan sangat bergantung pada konsistensi perdamaian di kancah global.

Berita Lainnya

Diplomasi Global: Xi Jinping Desak MBS Pastikan Selat Hormuz Tetap Terbuka demi Stabilitas Dunia

Diplomasi Global: Xi Jinping Desak MBS Pastikan Selat Hormuz Tetap Terbuka demi Stabilitas Dunia

Beberapa poin penting dalam analisis teknikal Bitcoin saat ini meliputi:

  • Likuidasi Short Position: Terjadi pembersihan posisi jual (short) senilai US$ 427 juta yang memicu aksi beli masif.
  • Level Fibonacci: Bitcoin berhasil menembus level kunci di kisaran US$ 71.515.
  • Indikator RSI: RSI 7 hari berada di level 67,49, menunjukkan tren bullish yang kuat namun belum menyentuh area jenuh beli (overbought).

Kewaspadaan Terhadap Risiko Koreksi

Meskipun tren saat ini didominasi oleh warna hijau, investor dihimbau untuk tidak lengah. Jika komitmen gencatan senjata antara AS dan Iran goyah atau eskalasi kembali memanas, ada risiko koreksi harga yang cukup dalam. Dalam skenario terburuk, harga Bitcoin bisa saja tergelincir kembali ke area support di kisaran US$ 68.700 atau sekitar Rp 1,17 miliar.

Berita Lainnya

Serbu Transmart Full Day Sale: Set Alat Masak Premium Banting Harga Hingga Jutaan Rupiah!

Serbu Transmart Full Day Sale: Set Alat Masak Premium Banting Harga Hingga Jutaan Rupiah!

Stabilitas ekonomi makro dan kebijakan fiskal global tetap menjadi nakhoda utama yang akan menentukan ke mana arah investasi kripto selanjutnya. Fyqieh menegaskan bahwa meskipun momentum saat ini sangat bullish, perubahan sentimen bisa terjadi secepat kilat mengikuti dinamika politik internasional.

Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *