Efek Magis Kompetisi Eropa: Hansi Flick Akui Skuad Barcelona Jauh Lebih Termotivasi di Liga Champions

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
11 Apr 2026, 01:50 WIB
Efek Magis Kompetisi Eropa: Hansi Flick Akui Skuad Barcelona Jauh Lebih Termotivasi di Liga Champions

LajuBerita — Hansi Flick, juru taktik kawakan yang kini menukangi Barcelona, melontarkan sebuah pengakuan jujur yang cukup mengejutkan mengenai mentalitas anak asuhnya. Menjelang laga panas bertajuk Derby Katalunya melawan Espanyol, pelatih asal Jerman itu menyebut bahwa kompetisi benua biru memiliki daya tarik magis yang membuat pasukannya bermain dengan intensitas yang berbeda.

Hasrat Mengakhiri Dahaga Gelar Eropa

Meski saat ini Barcelona masih kokoh di puncak klasemen Liga Spanyol dengan selisih tujuh poin dari Real Madrid, Flick melihat ada percikan semangat ekstra yang muncul setiap kali lagu kebangsaan Liga Champions berkumandang. Baginya, meski La Liga adalah fondasi utama bagi klub, namun memenangkan trofi Liga Champions tetap menjadi impian tertinggi bagi setiap elemen di dalam tim.

Berita Lainnya

Pesona Jalur Selatan: KA Pangandaran Catat Lonjakan Penumpang, Jadi Gerbang Menuju Surga Pesisir Jawa Barat

“Setiap pertandingan Liga Champions, tim ini seolah bertransformasi dan tampil lima persen lebih termotivasi,” ungkap Flick. Ia menilai ada lonjakan respons positif dari para pemain saat menghadapi tekanan di panggung besar Eropa dibandingkan dengan laga-laga domestik rutin.

Misi Membalikkan Keadaan di Perempat Final

Pernyataan Hansi Flick ini muncul di tengah situasi krusial. Saat ini, Blaugrana tengah berupaya keras untuk membalikkan keadaan di babak perempat final setelah menelan kekalahan pahit 0-2 dari Atletico Madrid pada pertemuan pertama. Kendati tertinggal agregat, Flick tetap optimis bahwa ambisi besar untuk kembali merajai Eropa akan menjadi motor penggerak utama bagi kebangkitan timnya.

Target besar klub untuk membawa pulang trofi Si Kuping Besar ke Camp Nou bukanlah tanpa alasan. Terakhir kali Barcelona merasakan manisnya gelar juara Liga Champions adalah pada tahun 2015 silam. Dahaga selama hampir satu dekade inilah yang menurut Flick menjadi alasan mengapa fokus para pemain seringkali tereskalasi saat berlaga di kompetisi tersebut.

Berita Lainnya

Strategi Besar Prabowo Subianto: Pangkas Bunga KUR Jadi 5 Persen dan Revolusi Hunian Bagi Kaum Buruh

Strategi Besar Prabowo Subianto: Pangkas Bunga KUR Jadi 5 Persen dan Revolusi Hunian Bagi Kaum Buruh

Keseimbangan Antara Domestik dan Eropa

Walaupun memberikan penekanan lebih pada kompetisi Eropa, Flick menegaskan bahwa dirinya tidak akan membiarkan skuadnya mengendurkan tekanan di kompetisi lokal. Baginya, menjaga performa di liga domestik adalah kewajiban profesional yang harus dijalani untuk tetap berada di jalur juara dan mengamankan posisi di musim berikutnya.

“Kami harus tetap menyelesaikan pekerjaan kami di liga dengan baik, tetapi kami juga tidak bisa membohongi diri sendiri bahwa tujuan paling prestisius adalah Liga Champions. Itulah alasan mengapa klub ini ada dan mengapa kami bekerja keras setiap hari,” pungkasnya dengan nada optimis.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *