Wujudkan Operasional Hijau, Weda Bay Nickel Perkuat Fondasi ESG Lewat Sertifikasi Internasional

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
11 Apr 2026, 12:00 WIB
Wujudkan Operasional Hijau, Weda Bay Nickel Perkuat Fondasi ESG Lewat Sertifikasi Internasional

LajuBerita — Di tengah tuntutan global terhadap industri pertambangan yang lebih ramah lingkungan, Weda Bay Nickel (WBN) menegaskan posisinya sebagai pemain kunci yang mengedepankan prinsip keberlanjutan. Perusahaan tambang nikel raksasa ini baru saja mengumumkan pencapaian signifikan dalam peta jalan Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui perolehan dua sertifikasi internasional bergengsi.

Weda Bay Nickel secara resmi mengantongi sertifikasi ISO 14001 dan ISO 45001. Dua standar global ini menjadi tolok ukur utama dalam efektivitas sistem manajemen lingkungan serta kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di level internasional. Langkah ini bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan bukti nyata dari transformasi pertambangan berkelanjutan yang dijalankan perusahaan di Maluku Utara.

Berita Lainnya

Badai Biaya Energi Menghantam, Apindo Dorong Efisiensi Ekstrim demi Kelangsungan Usaha

Badai Biaya Energi Menghantam, Apindo Dorong Efisiensi Ekstrim demi Kelangsungan Usaha

Komitmen Terstruktur untuk Keamanan dan Lingkungan

Kepala Teknik Tambang Weda Bay Nickel, Iwan Kurniawan, menjelaskan bahwa perolehan sertifikasi ini merupakan cerminan dari pendekatan terstruktur perusahaan. Menurutnya, standar ISO ini memastikan bahwa setiap aspek operasional dilakukan dengan cara yang aman dan terus mengalami peningkatan kinerja dari waktu ke waktu.

“Sertifikasi ISO 14001 dan ISO 45001 mencerminkan cara kami memastikan operasi yang aman serta peningkatan kinerja lingkungan dan keselamatan kerja secara berkelanjutan,” ungkap Iwan dalam pernyataan resminya. Ia menambahkan bahwa kepatuhan terhadap standar ini menjadi elemen krusial bagi keandalan operasional perusahaan sekaligus menjawab ekspektasi dari para pemangku kepentingan di tingkat global.

Sebagai informasi, ISO 14001 berfokus pada bagaimana sebuah organisasi mengelola dampak lingkungan, mulai dari identifikasi risiko hingga mekanisme perbaikan yang terus-menerus. Sementara itu, ISO 45001 menitikberatkan pada penciptaan lingkungan kerja yang sehat dan aman guna meminimalkan potensi kecelakaan kerja serta masalah kesehatan bagi para karyawan.

Berita Lainnya

Chemistry ‘Aquarius’ Sha Ine Febriyanti dan Teddy Soeriaatmadja Berlanjut di Serial Luka, Makan, Cinta

Chemistry ‘Aquarius’ Sha Ine Febriyanti dan Teddy Soeriaatmadja Berlanjut di Serial Luka, Makan, Cinta

Menjawab Tantangan Rantai Pasok Kendaraan Listrik

Langkah strategis yang diambil Weda Bay Nickel ini tidak lepas dari dinamika pasar global, terutama meningkatnya permintaan terhadap industri baterai dan kendaraan listrik. Saat ini, pelanggan global semakin selektif dan menuntut transparansi penuh terkait asal-usul bahan baku yang mereka gunakan.

Sertifikasi ISO 14001 dan ISO 45001 kini menjadi parameter utama dalam evaluasi pemasok. Dengan mengantongi sertifikat ini, Weda Bay Nickel memperkuat daya saingnya untuk memastikan bahwa nikel yang dihasilkan telah diproses sesuai dengan standar internasional yang ketat. Hal ini sekaligus memberikan jaminan bagi pasar otomotif dunia bahwa produk WBN diproduksi dengan menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi tenaga kerja.

Berita Lainnya

BKSAP DPR RI Kecam Agresi Israel di Timur Tengah: Ancaman Nyata Perang Dunia Ketiga

BKSAP DPR RI Kecam Agresi Israel di Timur Tengah: Ancaman Nyata Perang Dunia Ketiga

Audit Menyeluruh dan Evaluasi Berkelanjutan

Pencapaian ini tidak didapatkan secara instan. Weda Bay Nickel harus melewati rangkaian audit ketat yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi internasional independen. Proses tersebut mencakup verifikasi dokumen yang mendalam hingga peninjauan langsung di lapangan untuk memastikan implementasi nyata di seluruh area operasi tambang.

Ke depannya, perusahaan berkomitmen untuk tidak berpuas diri. Manajemen memastikan bahwa sistem yang telah tersertifikasi ini akan dievaluasi secara berkala melalui audit internal dan tinjauan manajemen. Hal ini dilakukan agar operasional perusahaan tetap selaras dengan regulasi terbaru serta standar industri global yang terus berkembang. Melalui penguatan aspek kepatuhan ESG ini, Weda Bay Nickel optimis dapat terus berkontribusi positif bagi ekonomi nasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

Berita Lainnya

Strategi Efisiensi PGN Berbuah Manis: Cetak Laba Bersih 90,4 Juta Dolar AS di Triwulan I 2026

Strategi Efisiensi PGN Berbuah Manis: Cetak Laba Bersih 90,4 Juta Dolar AS di Triwulan I 2026
Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *