Kisah Dramatis Nelayan Maluku Tengah: Sempat Hilang, Ditemukan Selamat di Perairan Raja Ampat
LajuBerita — Kabar melegakan datang dari cakrawala timur Indonesia. Seorang nelayan asal Dusun Administrasi Parigi, Desa Wahai, Kabupaten Maluku Tengah, yang sempat dilaporkan hilang kontak selama beberapa hari, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Roni Fatubun (40), nama nelayan tersebut, berhasil dievakuasi setelah terombang-ambing di tengah ganasnya perairan Maluku hingga mencapai wilayah Raja Ampat.
Ditemukan dalam Kondisi Lemas di Pulau Misol
Setelah pencarian intensif yang menguras energi, titik terang akhirnya muncul pada Sabtu malam (11/4) sekitar pukul 18.00 WIT. Masyarakat di sekitar Perairan Desa Yelu, Pulau Misol, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, menemukan Roni bersama perahu panjang (longboat) miliknya. Saat ditemukan, kondisi Roni dikabarkan sangat lemas akibat kelelahan dan kurangnya asupan selama berada di laut lepas.
Akhir Pelarian Bos Mafia Inggris: Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Buronan Kakap Interpol
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, mengonfirmasi penemuan tersebut. “Nelayan ini awalnya ditemukan dan diselamatkan oleh warga lokal. Mengingat kondisinya yang menurun, ia segera diserahkan ke Pos Patroli Laut TNI AL Pulau Misol untuk mendapatkan penanganan medis pertama,” jelas Arafah pada Minggu malam.
Kronologi Hilangnya Kontak
Insiden yang mengancam nyawa ini bermula ketika Roni bertolak dari Pulau Misol menuju Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) pada 9 April sekitar pukul 15.00 WIT. Seharusnya, ia sudah mencapai tujuan pada keesokan harinya. Namun, hingga waktu yang diperkirakan, Roni tak kunjung terlihat di pelabuhan tujuan, sehingga memicu laporan kondisi membahayakan manusia ke Unit Siaga SAR Bula.
Dominasi Total di Horsens: Anthony Ginting Segel Kemenangan Mutlak Indonesia Atas Aljazair di Piala Thomas 2026
Menindaklanjuti laporan tersebut, sebuah operasi SAR gabungan skala besar pun diluncurkan. Tim yang terdiri dari personel Basarnas, Polairud, TNI AL, hingga keterlibatan masyarakat bahu-membahu menyisir koordinat yang dicurigai menjadi jalur hanyutnya korban. Penggunaan Rigid Inflatable Boat (RIB) dikerahkan untuk mempercepat jangkauan di wilayah perairan yang luas.
Kepulangan yang Penuh Haru
Setelah mendapatkan perawatan medis di pos TNI AL, koordinasi cepat dilakukan antara petugas di lapangan dengan keluarga korban di Pulau Seram. Rasa syukur tak terhingga menyelimuti pihak keluarga yang sedari awal turut melakukan pencarian mandiri.
“Alhamdulillah, pihak keluarga sudah menjemput korban di Pos Patroli TNI AL untuk dibawa kembali ke Dusun Parigi,” tambah Arafah. Perjalanan pulang menuju Pulau Seram memakan waktu beberapa jam, hingga akhirnya Roni Fatubun tiba dengan selamat di kediamannya pada Minggu sore pukul 17.00 WIT.
Misi Penyelamatan Penyu di Belitung: Menjaga Biodiversitas Demi Pertahankan Status UNESCO Global Geopark
Kejadian ini kembali menjadi pengingat bagi para pelaut untuk selalu memperhatikan faktor cuaca dan kelengkapan navigasi saat melaut. Keberhasilan penyelamatan ini merupakan buah manis dari sinergitas antara tim SAR gabungan dan kepedulian masyarakat pesisir yang sigap memberikan pertolongan kepada sesama nelayan.