Usut Tuntas Insiden Peluru Nyasar di Gresik, Pasmar 2 Gandeng Ahli Balistik dan PT Pindad
LajuBerita — Komitmen transparansi dan akuntabilitas menjadi pijakan utama Pasukan Marinir (Pasmar) 2 dalam mengusut tuntas insiden peluru nyasar yang melukai siswa di sebuah SMP Negeri di Gresik, Jawa Timur. Tak sekadar investigasi internal, korps baret ungu ini kini tengah mematangkan langkah melalui uji teknis mendalam yang melibatkan para ahli di bidangnya demi memastikan keadilan bagi para korban.
Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto, menegaskan bahwa proses investigasi militer saat ini tengah berjalan intensif. Fokus utama penyelidikan menyasar pada pemeriksaan terhadap 119 personel serta uji balistik untuk memetakan sejauh mana daya jangkau proyektil yang menyebabkan kegaduhan di lingkungan pendidikan tersebut.
Transparansi dan Pendekatan Teknis Akurat
Langkah serius diambil Pasmar 2 dengan melibatkan PT Pindad (Persero) guna mendapatkan data teknis yang valid. Hal ini dilakukan agar analisis yang dihasilkan tidak bersifat spekulatif, melainkan berbasis pada fakta ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan publik.
Skandal di Pucuk Pimpinan Ombudsman: Hery Susanto Terancam Sanksi PTDH, Majelis Etik Bergerak Cepat
“Kami sedang melakukan pemeriksaan beruntun terhadap 119 personel. Uji tembak juga akan kami lakukan untuk mengukur jarak tempuh peluru ini. Data teknis dari Pindad kami minta secara resmi untuk memperkuat akurasi uji tersebut,” ujar Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto saat ditemui di Surabaya.
Selain keterlibatan produsen senjata, sejumlah ahli independen juga digandeng untuk memberikan perspektif objektif terkait standar prosedur keselamatan latihan dan jangkauan balistik. Upaya ini merupakan bagian dari evaluasi keamanan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Jembatan Komunikasi dan Penanganan Korban
Sejak insiden yang terjadi pada Rabu (17/12/2025) tersebut, pihak Pasmar 2 mengklaim telah melakukan langkah-langkah persuasif dan tanggung jawab sosial kepada para korban. Dari dua siswa yang terdampak, yakni DF (14) dan RO (15), satu keluarga korban dilaporkan telah menerima pendampingan medis serta santunan secara kooperatif.
BPH Migas Akselerasi CNG dan Mini-LNG: Solusi Cerdas Tekan Impor LPG dan Wujudkan Swasembada Energi
Meski demikian, pihak TNI AL mengakui masih berupaya membangun jalur komunikasi yang lebih efektif dengan salah satu orang tua korban lainnya, yakni Ibu Dewi. “Kami tetap membuka pintu komunikasi seluas-luasnya untuk memastikan penyelesaian yang baik dan manusiawi bagi semua pihak,” tambah Oni.
Kronologi dan Proses Hukum yang Berjalan
Peristiwa memilukan ini bermula ketika para murid sedang mengikuti kegiatan sosialisasi sekolah. Tanpa diduga, proyektil peluru menghantam area sekolah yang berjarak sekitar 2,3 kilometer dari titik lapangan tembak TNI AL. Saat kejadian berlangsung, lokasi latihan tersebut memang tengah digunakan untuk agenda latihan menembak rutin.
Pasca-kejadian, kedua korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Sementara itu, dari sisi penegakan disiplin, Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut (Pomal Kodal) telah mengambil alih proses hukum untuk menilik adanya potensi kelalaian prosedur dalam latihan tersebut.
Tensi Panas di Laut China Selatan: Beijing ‘Sentil’ Latihan Gabungan Balikatan yang Libatkan Jepang
Pasmar 2 menegaskan bahwa mereka sangat terbuka terhadap langkah hukum yang ditempuh oleh pihak keluarga korban, sembari terus menjalankan prosedur hukum militer secara internal guna menjaga integritas institusi di mata masyarakat.