Babak Baru Skandal Tulungagung: 11 Saksi Dipulangkan, KPK Fokus Dalami Peran Bupati Gatut Sunu

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
13 Apr 2026, 15:47 WIB
Babak Baru Skandal Tulungagung: 11 Saksi Dipulangkan, KPK Fokus Dalami Peran Bupati Gatut Sunu

LajuBerita — Perkembangan terbaru menyelimuti kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi bahwa 11 dari 13 pejabat yang sebelumnya diboyong sebagai saksi, kini telah dipulangkan ke daerah asalnya di Jawa Timur.

Keputusan pemulangan ini diambil setelah tim penyidik merasa keterangan yang diberikan para pejabat tersebut sudah mencukupi untuk memperkuat konstruksi perkara. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan kepastian tersebut melalui pesan singkat kepada awak media pada Senin kemarin.

“Proses pemeriksaan terhadap para saksi ini telah rampung. Untuk saat ini, tidak ada agenda pemeriksaan lanjutan bagi mereka,” ujar Budi menegaskan bahwa tidak ada lagi rombongan pejabat Pemkab Tulungagung yang tertahan di Gedung Merah Putih Jakarta.

Berita Lainnya

Bocoran Eksklusif Xiaomi 17T dan 17T Pro: Lompatan Besar dengan Baterai 7.000 mAh dan Sentuhan Magis Leica

Bocoran Eksklusif Xiaomi 17T dan 17T Pro: Lompatan Besar dengan Baterai 7.000 mAh dan Sentuhan Magis Leica

Bupati dan Ajudan Resmi Ditahan

Meski belasan saksi telah kembali, atmosfer di pucuk pimpinan Tulungagung dipastikan masih mencekam. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, bersama ajudannya, Dwi Yoga Ambal, tetap berada di balik jeruji besi. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani masa penahanan demi kepentingan penyidikan yang lebih mendalam.

Langkah tegas KPK ini merupakan buntut dari operasi senyap yang mengungkap praktik lancung di internal pemerintahan daerah tersebut. Narasi yang berkembang menyebutkan adanya tekanan sistematis terhadap jajaran birokrasi di bawah kepemimpinan sang bupati.

Target Setoran Fantastis Rp5 Miliar

Kasus yang membelit Gatut Sunu ini bermula dari dugaan praktik pemerasan terhadap sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sang Bupati diduga mematok target setoran hingga mencapai angka Rp5 miliar. Uang tersebut dikumpulkan dari berbagai dinas dengan dalih yang kini tengah didalami oleh penyidik.

Berita Lainnya

Menghidupkan Semangat Dilan: Falcon Pictures Siap Gelar Touring Motor Jakarta-Bandung Jelang Rilis Film Terbaru

Menghidupkan Semangat Dilan: Falcon Pictures Siap Gelar Touring Motor Jakarta-Bandung Jelang Rilis Film Terbaru

Namun, dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan beberapa waktu lalu, tim penyidik baru berhasil mengamankan uang tunai sekitar Rp2,7 miliar. Meski target belum tercapai sepenuhnya, angka tersebut sudah cukup menjadi bukti kuat bagi lembaga antirasuah untuk menjerat orang nomor satu di Tulungagung tersebut.

Saat ini, penyidik masih terus menelusuri kemungkinan adanya aliran dana lain serta keterlibatan pihak ketiga yang memfasilitasi terjadinya praktik kasus korupsi ini. KPK berkomitmen untuk mengusut tuntas hingga ke akar-akarnya, mengingat praktik semacam ini sangat mencederai integritas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *