Bantah Tudingan Upah Murah, APINDO Sebut Magang Adalah Solusi Kesenjangan Kualitas Lulusan

Reporter Nasional | LajuBerita
14 Apr 2026, 19:46 WIB
Bantah Tudingan Upah Murah, APINDO Sebut Magang Adalah Solusi Kesenjangan Kualitas Lulusan

LajuBerita — Fenomena program magang yang belakangan ini marak dibuka oleh berbagai korporasi di tanah air sering kali menuai kritik tajam. Banyak pihak mencurigai bahwa skema ini hanyalah strategi tersembunyi perusahaan untuk mendapatkan tenaga kerja dengan upah murah. Namun, tuduhan miring tersebut ditepis keras oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Bob Azam, Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, menegaskan bahwa program magang bukanlah upaya eksploitasi, melainkan sebuah jembatan krusial untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Menurutnya, terdapat kesenjangan atau gap yang sangat nyata antara hasil sistem pendidikan formal dengan standar kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri saat ini.

Menambal Celah Kualitas Pendidikan yang Tidak Merata

Dalam pernyataannya usai menghadiri rapat di gedung parlemen, Bob menjelaskan bahwa banyak calon pekerja yang langsung gugur saat melewati proses seleksi standar perusahaan. Fenomena ini, menurut pengamatannya, bukan sepenuhnya kesalahan para pencari kerja, melainkan dampak dari kualitas pendidikan yang belum merata di berbagai daerah.

Berita Lainnya

13 SPBU Pertamina Berhenti Jual Pertalite, Simak Alasan di Balik Transformasi Menuju SPBU Signature

13 SPBU Pertamina Berhenti Jual Pertalite, Simak Alasan di Balik Transformasi Menuju SPBU Signature

“Magang itu adalah proses supaya mereka bisa bekerja. Fakta di lapangan menunjukkan banyak pelamar, terutama yang latar belakang pendidikannya kurang mumpuni, tidak lolos saat tes masuk. Namun, setelah kita beri kesempatan magang selama 3 hingga 6 bulan, performa mereka meningkat pesat. Jadi ini soal memberi kesempatan bagi mereka untuk mengejar ketertinggalan,” jelas Bob Azam pada Selasa (14/6/2026).

Terkait perbedaan nominal uang saku yang diterima pemagang dengan gaji karyawan tetap, APINDO menilai hal tersebut adalah sesuatu yang sangat wajar secara logika profesional. Pemagang diposisikan sebagai individu yang masih dalam tahap belajar dan belum memiliki keterampilan penuh layaknya staf senior.

Sinyal Bahaya: Rekrutmen dan Ekspansi Bisnis Melambat

Di balik pembelaan terhadap program magang, APINDO juga menyoroti kondisi industri yang sedang tidak baik-baik saja. Berdasarkan survei terbaru yang dilakukan organisasi tersebut, antusiasme perusahaan untuk melakukan rekrutmen karyawan baru sedang berada di titik yang mengkhawatirkan. Sebanyak 67% perusahaan menyatakan tidak memiliki rencana untuk menambah pegawai tetap dalam waktu dekat.

Berita Lainnya

China Kecam Keras Blokade AS di Selat Hormuz: Langkah Berbahaya yang Mengancam Ekonomi Global

China Kecam Keras Blokade AS di Selat Hormuz: Langkah Berbahaya yang Mengancam Ekonomi Global

Kondisi ini diperparah dengan pesimisme sektor usaha mengenai rencana jangka panjang. Data internal APINDO menunjukkan bahwa sekitar 50% perusahaan memilih untuk tidak melakukan ekspansi bisnis dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Temuan ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera membenahi iklim ketenagakerjaan di Indonesia.

“Angka 67% perusahaan yang enggan merekrut ini adalah persoalan serius yang perlu perhatian pemerintah. Ketika ekspansi bisnis terhenti dan rekrutmen formal melambat, maka jalur magang menjadi salah satu opsi tersisa bagi para pencari kerja untuk tetap mendapatkan akses ke dunia industri dan mengasah skill mereka,” pungkas Bob Azam dalam Rapat Panja RUU Ketenagakerjaan bersama Komisi IX DPR RI.

Berita Lainnya

Kursi Panas Direksi BEI: BPI Danantara Tekankan Pentingnya Sosok yang Market Friendly

Kursi Panas Direksi BEI: BPI Danantara Tekankan Pentingnya Sosok yang Market Friendly
Reporter Nasional

Reporter Nasional

Mengulas berita politik dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *