Membela ‘Nabi Perdamaian’: Presiden Iran dan Pemimpin Eropa Pasang Badan untuk Paus Leo XIV dari Serangan Trump

Redaksi LajuBerita | LajuBerita
14 Apr 2026, 09:17 WIB
Membela 'Nabi Perdamaian': Presiden Iran dan Pemimpin Eropa Pasang Badan untuk Paus Leo XIV dari Serangan Trump

LajuBerita — Gelombang solidaritas internasional mengalir deras untuk Paus Leo XIV setelah pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut menjadi sasaran kritik tajam dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Salah satu pembelaan paling mencolok datang dari Teheran, di mana Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, secara terbuka menyatakan dukungan moralnya sekaligus mengecam retorika Washington yang dinilai tidak menghargai nilai-nilai kemanusiaan.

Perselisihan ini bermula ketika Paus Leo XIV menyuarakan keprihatinannya terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang dianggap terlalu menekan rakyat Iran. Dalam sebuah khotbah yang mendalam pada awal April lalu, Sang Pontifek menegaskan bahwa ambisi untuk mendominasi bangsa lain melalui kekuatan militer sama sekali tidak sejalan dengan ajaran kasih Yesus Kristus. Pernyataan ini muncul sebagai respons tidak langsung setelah Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengajak publik mendoakan personel militer dalam konteks ketegangan geopolitik.

Berita Lainnya

Strategi Tak Berjalan, Hendri Susilo Kecewa Berat Pemain Malut United Abaikan Instruksi Lawan Dewa United

Strategi Tak Berjalan, Hendri Susilo Kecewa Berat Pemain Malut United Abaikan Instruksi Lawan Dewa United

Teheran Mengutuk Penghinaan Terhadap Simbol Agama

Presiden Masoud Pezeshkian tidak tinggal diam melihat pemimpin spiritual dunia itu diserang secara verbal oleh Donald Trump. Melalui pernyataan resminya, Pezeshkian menegaskan bahwa bagi bangsa Iran, menghormati figur otoritas moral seperti Paus adalah bagian dari menjaga martabat kemanusiaan itu sendiri.

“Yang Mulia Paus Leo XIV, saya mengutuk segala bentuk penghinaan terhadap Anda atas nama bangsa besar Iran. Penodaan terhadap nilai-nilai yang dibawa oleh Yesus—yang kami muliakan sebagai nabi perdamaian dan persaudaraan—adalah tindakan yang tidak dapat diterima oleh siapa pun yang berjiwa merdeka,” tulis Pezeshkian dalam pesan diplomatiknya yang sarat akan rasa hormat.

Berita Lainnya

Kompetensi di Atas Ijazah: Strategi Wamenaker Perkuat Angkatan Kerja Hadapi Era Disrupsi Industri

Kompetensi di Atas Ijazah: Strategi Wamenaker Perkuat Angkatan Kerja Hadapi Era Disrupsi Industri

Senada dengan sang presiden, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menilai bahwa serangan verbal terhadap Paus merupakan bentuk pengabaian terhadap advokasi perdamaian dan keadilan. Menurutnya, tindakan mencaci pemimpin agama yang berupaya menghentikan konflik global justru menunjukkan wajah yang bertolak belakang dengan nilai-nilai Kristiani yang sering didengungkan oleh pihak tertentu di AS.

Dukungan dari Jantung Eropa

Tak hanya dari Timur Tengah, pembelaan untuk Paus Leo XIV juga menggema di daratan Eropa. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, memberikan sindiran pedas kepada pihak-pihak yang gemar menyulut api perselisihan. Dengan menggunakan pepatah kuno, Sanchez mengingatkan bahwa mereka yang menebar angin akan menuai badai.

Berita Lainnya

Gebrakan Pameran Kanton ke-139: Rekor Pembeli Global dan Dominasi Teknologi Masa Depan dari Tiongkok

Gebrakan Pameran Kanton ke-139: Rekor Pembeli Global dan Dominasi Teknologi Masa Depan dari Tiongkok

“Di saat sebagian pihak sibuk menebar benih perang di dunia, Paus Leo XIV justru menebar perdamaian dengan keberanian dan keteguhan hati yang luar biasa. Akan menjadi sebuah kehormatan besar bagi kami untuk menyambutnya di Spanyol dalam waktu dekat,” tegas Sanchez melalui saluran komunikasi resminya.

Bahkan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, yang seringkali memiliki pandangan politik yang kuat, turut melabeli komentar Trump terhadap Paus sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima”. Solidaritas lintas negara ini menunjukkan bahwa posisi Paus dalam menyuarakan isu-isu kemanusiaan dan menentang hegemoni kekuasaan mendapatkan tempat di hati para pemimpin dunia, terlepas dari perbedaan ideologi dan latar belakang agama.

Berita Lainnya

Perkuat Ketahanan Pasifik: Selandia Baru dan Australia Siapkan Strategi Hadapi Krisis Energi Global

Perkuat Ketahanan Pasifik: Selandia Baru dan Australia Siapkan Strategi Hadapi Krisis Energi Global

Hingga saat ini, tensi diplomatik antara Vatikan dan Washington pasca kritik Trump terus menjadi sorotan utama, dengan banyak pihak berharap agar dialog perdamaian lebih dikedepankan daripada retorika yang memecah belah.

Redaksi LajuBerita

Redaksi LajuBerita

Tim redaksi LajuBerita mengkurasi dan menulis berita terbaru dari berbagai sumber terpercaya di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *