Ambisi Raksasa Bitmine Immersion: Amankan 4,87 Juta Token ETH dan Perkuat Dominasi Treasury Kripto Global
LajuBerita — Gebrakan besar kembali dilakukan oleh Bitmine Immersion Technologies (NYSE: BMNR) dalam kancah ekonomi digital global. Perusahaan yang kini telah resmi melantai di New York Stock Exchange (NYSE) tersebut mengumumkan pencapaian luar biasa dengan kepemilikan total aset kripto, uang tunai, serta proyek strategis atau “moonshots” yang menyentuh angka fantastis sebesar US$ 11,8 miliar.
Dalam laporan terbarunya, Bitmine mengungkapkan bahwa mereka kini menguasai sekitar 4,875 juta token Ethereum (ETH). Angka ini setara dengan lebih dari 4% dari total pasokan ETH yang beredar di seluruh dunia. Langkah agresif ini merupakan bagian dari visi besar perusahaan yang dijuluki ‘Alchemy 5%’, sebuah target ambisius untuk menguasai 5% dari seluruh suplai Ethereum hanya dalam kurun waktu sembilan bulan.
Pesona Jalur Selatan: KA Pangandaran Catat Lonjakan Penumpang, Jadi Gerbang Menuju Surga Pesisir Jawa Barat
Transformasi Strategis dan Kekuatan Portofolio
Sejak melakukan migrasi pencatatan saham dari NYSE American ke papan utama NYSE pada April 2026, Bitmine terus menunjukkan performa yang solid di pasar modal Amerika Serikat. Saat ini, BMNR menempati urutan ke-117 sebagai saham yang paling aktif diperdagangkan di AS, dengan volume perdagangan harian rata-rata mencapai US$ 747 juta.
Kekuatan finansial Bitmine tidak hanya bersumber dari Ethereum. Portofolio mereka mencakup uang tunai sebesar US$ 719 juta, kepemilikan 198 Bitcoin (BTC), serta investasi strategis di berbagai sektor teknologi. Salah satu yang mencuri perhatian adalah kepemilikan saham senilai US$ 85 juta di Eightco (NASDAQ: ORBS), yang memberikan akses langsung bagi investor terhadap perkembangan OpenAI.
Ekspansi Lionel Messi ke Tanah Matador: Resmi Akuisisi UE Cornella untuk Orbitkan Bintang Masa Depan
Ethereum sebagai Aset Lindung Nilai di Masa Krisis
Chairman Bitmine, Thomas “Tom” Lee, memberikan pandangan mendalam mengenai pemilihan ETH sebagai aset cadangan utama. Menurutnya, di tengah ketegangan geopolitik global, Ethereum telah membuktikan diri sebagai investasi kripto yang tangguh. ETH mencatatkan kenaikan 17,4% sejak pecahnya konflik di Timur Tengah, mengungguli performa indeks S&P 500 dan emas secara signifikan.
“Ethereum terus mendapatkan momentum berkat dua faktor utama: adopsi tokenisasi oleh institusi Wall Street dan kebutuhan sistem AI terhadap jaringan blockchain yang netral secara publik,” ujar Lee. Ia juga menambahkan bahwa Bitmine terus mempercepat laju pembelian ETH, meyakini bahwa pasar saat ini sedang berada di fase akhir dari siklus kelesuan singkat.
Benteng Pertahanan Industri: Daur Ulang Jadi Kunci Stabilitas Pasokan Plastik Nasional di Tengah Gejolak Global
Inovasi Melalui MAVAN dan Potensi Pendapatan Pasif
Tidak sekadar menumpuk aset, Bitmine juga memaksimalkan produktivitas kepemilikannya melalui platform staking Ethereum kelas institusi yang diberi nama MAVAN (Made in America Validator Network). Platform ini dirancang untuk menawarkan infrastruktur keamanan dan kinerja terbaik bagi investor besar dan kustodian.
Hingga pertengahan April 2026, Bitmine telah melakukan staking terhadap 3,33 juta ETH (sekitar 68% dari total kepemilikan mereka). Dengan yield tahunan sebesar 2,89%, operasional staking ini diproyeksikan mampu menghasilkan pendapatan pasif hingga US$ 310 juta per tahun bagi perusahaan. Keberhasilan ini menempatkan Bitmine sebagai pemegang treasury Ethereum terbesar di dunia, dan secara keseluruhan berada di posisi kedua setelah MicroStrategy dalam kategori treasury kripto global.
Gebrakan Besar Kapolri: Mutasi Strategis 108 Perwira Tinggi dan Menengah demi Perkuat Fondasi Korps Bhayangkara
Keberhasilan Bitmine ini tak lepas dari sokongan nama-nama besar di industri keuangan, mulai dari Cathie Wood (ARK Invest), Founders Fund, hingga Galaxy Digital. Dukungan dari para investor institusi ini semakin memperkuat posisi Bitmine dalam menavigasi lanskap keuangan masa depan yang semakin terintegrasi dengan teknologi blockchain.