Rupiah Kian Terhimpit, Dolar AS Kokoh di Level Rp 17.124 Pagi Ini
LajuBerita — Tekanan terhadap mata uang Garuda nampaknya belum menunjukkan tanda-tanda mereda pada pertengahan April ini. Berdasarkan pantauan pasar terbaru, nilai tukar rupiah terpantau masih berada dalam zona merah saat berhadapan dengan dominasi dolar AS. Pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, mata uang Negeri Paman Sam tersebut berhasil mencengkeram posisi di kisaran level Rp 17.100-an.
Mengacu pada data Bloomberg yang dirilis pada Rabu (15/4/2026) tepat pukul 09.15 WIB, posisi rupiah tercatat bertengger di angka Rp 17.124 per dolar AS. Pergerakan ini menunjukkan penguatan tipis bagi sang Greenback sebesar 1 poin atau setara dengan 0,01 persen. Meski kenaikannya tampak marginal secara persentase, posisi rupiah yang kini bertahan di level tinggi terus memicu atensi para pelaku pasar terkait stabilitas nilai tukar nasional ke depannya.
Kejar ‘Cuan’ dari Lonjakan Komoditas, Kemenkeu Matangkan Skema Penerimaan Baru Batu Bara dan Nikel
Dinamika Dolar AS di Pasar Global
Meskipun perkasa di hadapan rupiah, pergerakan mata uang Amerika Serikat terhadap jajaran mata uang utama dunia lainnya cenderung menunjukkan tren yang bervariatif atau ‘mixed’. Dolar AS dilaporkan mengalami pelemahan tipis sebesar 0,01 persen terhadap dolar Australia dan harus merelakan posisinya terkoreksi 0,08 persen saat berhadapan dengan Euro.
Di kawasan Asia, performa dolar AS juga mengalami fluktuasi yang menarik untuk disimak. Mata uang Paman Sam ini terpantau melemah tipis 0,01 persen terhadap dolar Singapura. Di saat yang sama, dolar AS juga menunjukkan tren melemah terhadap ringgit Malaysia sebesar 0,18 persen dan terdepresiasi 0,30 persen terhadap baht Thailand.
Namun, kondisi kontras terlihat pada persaingan dengan mata uang raksasa Asia lainnya. Dolar AS justru sukses memperlebar jarak dengan Yuan China yang melemah 0,05 persen, serta menguat 0,09 persen terhadap Yen Jepang. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat pelemahan di beberapa lini global, tekanan terhadap rupiah tetap menjadi catatan penting dalam dinamika perdagangan pagi ini.
Antisipasi Gelombang PHK Massal Imbas Perang, Bos Buruh Desak Langkah Strategis Pemerintah