Sinergi Inklusif Jadi Kunci, Menko Pangan Zulkifli Hasan Dorong Transformasi Sektor Pertanian Nasional
LajuBerita — Langkah strategis memperkuat kedaulatan pangan nasional kini menjadi fokus utama pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa kunci utama dalam membangun ketahanan pangan yang tangguh bukan sekadar pada peningkatan volume produksi, melainkan pada terciptanya sinergi yang solid antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat luas.
Dalam kunjungan kerjanya ke Bumiku Bumimu Hijau Farm (BBH Farm) di Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, pria yang akrab disapa Zulhas ini menyoroti pentingnya sistem pangan yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat krusial agar Indonesia mampu menjawab berbagai tantangan global yang kian dinamis.
Dialog Langsung dengan Pejuang Pangan Lokal
Tidak hanya sekadar memberikan arahan, Zulkifli Hasan juga turun langsung berdialog dengan kelompok tani, peternak, hingga perajin jamu lokal. Momen ini dimanfaatkan untuk mengidentifikasi hambatan nyata yang dihadapi para pelaku di lapangan, mulai dari kendala produktivitas hingga persoalan rantai pasok.
Akhir Era ‘Barnsley Beckenbauer’: John Stones Resmi Pamit dari Manchester City Setelah Satu Dekade Bergelimang Trofi
Salah satu poin tajam yang disampaikan Zulhas adalah mengenai ketimpangan akses pembiayaan. Ia mencermati bahwa selama ini distribusi kredit nasional masih cenderung didominasi oleh korporasi besar. Padahal, penguatan ekonomi rakyat adalah fondasi sebenarnya dari sistem pangan nasional.
Integrasi Hulu ke Hilir dan Kepastian Regulasi
Menko Pangan menekankan bahwa transformasi sektor pangan harus dikelola secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Efisiensi tata kelola menjadi harga mati agar hasil jerih payah petani dan peternak bisa terserap dengan optimal dan memberikan nilai tambah yang layak.
“Pemerintah terus mendorong kebijakan strategis untuk menciptakan ekosistem usaha yang kondusif. Dalam 1,5 tahun terakhir, puluhan regulasi telah diterbitkan guna memangkas birokrasi dan meningkatkan daya saing petani serta peternak sebagai aktor utama,” ungkap Zulhas di sela-sela peninjauannya.
Tak Perlu Cemas Saat Jadwal Imunisasi Anak Terlewat: Mengenal Strategi ‘Catch-up Immunization’ untuk Melindungi Masa Depan Buah Hati
Model Pertanian Terintegrasi di BBH Farm
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga mengapresiasi model bisnis yang diterapkan di BBH Farm. Fasilitas ini mengusung konsep peternakan terintegrasi dengan sektor pertanian dan pengolahan hasil. Model seperti ini dinilai sangat efektif dalam menyediakan sumber protein lokal sekaligus menciptakan diversifikasi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Kehadiran pelaku usaha jamu dalam kegiatan ini juga menambah dimensi baru. Penggunaan bahan baku lokal untuk produk kesehatan dianggap sebagai bagian dari penguatan kemandirian ekonomi yang sejalan dengan cita-cita kedaulatan pangan. Penutupan kunjungan ini diakhiri dengan komitmen kuat dari pemerintah untuk terus melakukan koordinasi berkelanjutan demi masa depan pangan Indonesia yang lebih cerah.
Nutri-Level: Strategi Baru Pemerintah Membendung ‘Pandemi’ Gula dan Ancaman Gagal Ginjal di Indonesia