Kabar Gembira Penumpang Green Line: KCI Siapkan Penambahan Gerbong KRL Rute Tanah Abang-Rangkasbitung
LajuBerita — Kabar segar berembus bagi para pengguna setia KRL Commuter Line lintas Tanah Abang hingga Rangkasbitung. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) kini tengah mematangkan opsi strategis untuk menambah jumlah rangkaian kereta pada tahun depan. Langkah ambisius ini diambil guna merespons tingginya volume penumpang di jalur yang populer dengan sebutan Green Line tersebut.
Namun, mewujudkan impian penambahan gerbong tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Hingga saat ini, jalur Tanah Abang-Rangkasbitung masih terbatas pada pengoperasian delapan hingga sepuluh gerbong saja dalam satu rangkaian. Hal ini sangat kontras jika dibandingkan dengan lintas Bekasi atau Bogor yang sudah mampu melayani penumpang dengan formasi 12 rangkaian (SF12) secara reguler.
Menhub Dudy Purwagandhi Tinjau Langsung Pemulihan Jalur KRL Bekasi-Cikarang: Babak Baru Pasca-Insiden Tragis
Kendala Daya Listrik Menjadi Penghalang Utama
Penyebab utama dari keterbatasan ini ternyata terletak pada aspek teknis, yakni kapasitas Listrik Aliran Atas (LAA) yang belum memadai. Infrastruktur kelistrikan di jalur hijau tersebut dinilai belum sanggup menyuplai tenaga yang dibutuhkan oleh kereta dengan rangkaian panjang. Tanpa adanya peningkatan daya, memaksakan penambahan gerbong justru berisiko mengganggu stabilitas operasional perjalanan kereta.
Vice President Corporate Secretary KCI, Karina Amanda, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak tinggal diam melihat kondisi ini. Ia menyatakan bahwa rencana pengembangan infrastruktur rute tersebut sudah masuk dalam agenda prioritas dan saat ini tengah berada dalam tahap pengkajian mendalam yang hampir rampung.
“Kami terus berupaya agar realisasi ini bisa segera terwujud. Ada serangkaian program peningkatan infrastruktur di wilayah Jabodetabek yang diinisiasi oleh pemerintah maupun KAI, dan beberapa di antaranya dijadwalkan mulai bergerak tahun ini,” ujar Karina saat ditemui di Commuter Hall, Jakarta.
Jawa Barat Masih Teratas, Inilah 5 Provinsi dengan Gelombang PHK Paling Masif hingga Maret 2026
Sinergi Pemerintah untuk Kapasitas Angkut Lebih Besar
Senada dengan pihak KCI, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga memberikan sinyal positif terkait pengembangan transportasi publik berbasis rel ini. Menhub menegaskan pentingnya perbaikan jaringan elektrifikasi sebagai syarat mutlak sebelum menghadirkan kereta dengan kapasitas angkut yang lebih besar di lintas Rangkasbitung.
Menurut Menhub, kepadatan di rute tersebut sudah menjadi perhatian serius pemerintah. “Saya sudah meminta kepada Dirjen agar mempertimbangkan penggunaan rangkaian kereta yang lebih besar demi mengakomodasi lebih banyak penumpang. Namun, syarat utamanya adalah kita harus memperbaiki sistem elektrifikasinya terlebih dahulu,” ungkap Dudy dalam sebuah konferensi pers di Jakarta Selatan.
Selain fokus pada optimalisasi Green Line, pemerintah juga tengah membidik perluasan jalur elektrifikasi di rute-rute potensial lainnya, seperti rencana proyek Cikarang-Cikampek dan Bogor-Sukabumi. Seluruh upaya ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menjadikan KRL Commuter Line sebagai tulang punggung mobilitas warga penyangga Jakarta yang lebih nyaman dan efisien.
Ultimatum Menkeu Purbaya: Produsen Rokok Ilegal Wajib Masuk Jalur Resmi Sebelum Mei
Dengan tahapan kajian yang sudah memasuki fase final, para komuter diharapkan dapat segera menikmati layanan kereta api dengan kapasitas yang lebih lega, sehingga penumpukan penumpang pada jam-jam sibuk dapat terurai dengan lebih baik di masa mendatang.